
Bola Basketball Cup VI Resmi Dibuka, Target Pertahankan Juara Umum di Porprov Sultra 2026
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau menjadikan Turnamen Bola Basketball Cup VI sebagai bagian dari strategi pembinaan dan seleksi atlet bola basket yang akan memperkuat kontingen Kota Baubau pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026. Turnamen yang berlangsung di Lapangan Basket NNC Arena, Kotamara, Jumat (31/7/2026), resmi dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, S.E. “Bola Basketball Cup VI Resmi Dibuka, Target Pertahankan Juara Umum di Porprov Sultra 2026,”

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Kapolres Baubau yang diwakili Kapolsek Wolio, unsur DPRD Kota Baubau, jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Baubau, serta para pengurus cabang olahraga. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan komitmen bersama dalam membangun olahraga prestasi melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Mohamad Tasdik, turnamen ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mengukur kemampuan atlet sebelum tampil pada Porprov Sultra yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada akhir 2026. Seluruh pertandingan diharapkan mampu memberikan gambaran objektif mengenai kualitas teknik, mental bertanding, serta kesiapan fisik para atlet.
“Jadikan momentum ini sebagai ajang evaluasi dan persiapan menghadapi Porprov akhir tahun ini di Kendari. Dari turnamen seperti inilah kesiapan atlet-atlet terbaik Kota Baubau dapat diukur,” ujar Mohamad Tasdik saat membacakan sambutan Wali Kota Baubau.
Ia menegaskan, cabang olahraga bola basket selama ini menjadi salah satu penyumbang prestasi terbaik bagi Kota Baubau pada ajang olahraga tingkat provinsi. Karena itu, seluruh atlet diminta menjadikan turnamen tersebut sebagai motivasi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih pada Porprov sebelumnya.
“Cabor basket merupakan salah satu cabang olahraga terbaik Kota Baubau dan berhasil menjadi juara umum pada Porprov sebelumnya. Prestasi tersebut harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” tegasnya.
Selain mengejar kemenangan, pemerintah juga mengingatkan seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung tim agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta nilai fair play sepanjang kompetisi berlangsung. Menurutnya, kualitas seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencetak poin, tetapi juga oleh sikap menghormati lawan, wasit, dan seluruh ketentuan pertandingan.
“Kemenangan sejati bukan hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan, tetapi juga oleh sikap menghargai lawan, mematuhi aturan, dan menjaga sportivitas,” katanya.
Pemerintah Kota Baubau menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, KONI Kota Baubau, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Boloa Basketball Cup VI. Turnamen ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial yang nantinya menjadi tulang punggung kontingen Kota Baubau pada Porprov Sultra 2026 sekaligus memperkuat tradisi prestasi bola basket daerah.
baca juga:
- Penjualan Atribut HUT RI di Baubau Masih Lesu, Pedagang Tunggu Daya Beli Meningkat
- BPBD Baubau Perkuat Antisipasi Karhutla Hadapi Ancaman El Niño
Secara historis, Pekan Olahraga Provinsi merupakan ajang pembinaan olahraga terbesar di tingkat daerah yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet sebelum melangkah ke tingkat nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Sementara di tingkat internasional, pembinaan atlet melalui kompetisi berjenjang telah menjadi model yang diterapkan banyak negara. Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) mendorong penyelenggaraan kompetisi usia dini dan turnamen regional sebagai fondasi pembentukan atlet elite yang mampu bersaing pada kejuaraan dunia maupun Olimpiade. Dengan pengalaman sebagai juara umum cabang bola basket pada Porprov sebelumnya, Kota Baubau memiliki modal kuat untuk kembali mempertahankan dominasinya pada penyelenggaraan Porprov Sulawesi Tenggara 2026.(*)
baca berita lainnya:
Bapas Baubau Usulkan Pos Bapas Raha Naik Status Menjadi Bapas Muna
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Baubau mulai mematangkan seluruh persiapan administrasi dan operasional menyusul usulan peningkatan status Pos Bapas Raha menjadi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Muna yang ditargetkan terealisasi pada Tahun Anggaran 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam membangun 22 Balai Pemasyarakatan baru di berbagai daerah di Indonesia. “Bapas Baubau Usulkan Pos Bapas Raha Naik Status Menjadi Bapas Muna,”

Persiapan tersebut mengemuka setelah Kepala Bapas Baubau bersama seluruh jajaran mengikuti audiensi secara daring melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan Ditjenpas di Aula Bapas Baubau. Pertemuan itu membahas kesiapan pembangunan, kelengkapan administrasi, hingga operasional UPT baru yang akan diusulkan pada tahun depan.
Dalam forum tersebut, Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Keadilan Restoratif Pemasyarakatan menegaskan bahwa seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) harus memastikan seluruh dokumen pendukung telah tersedia sebelum proses verifikasi dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
“Seluruh UPT pemasyarakatan yang mengusulkan pembentukan Bapas baru diminta melengkapi dan mematangkan seluruh data dukung operasional sebagai bagian dari persiapan verifikasi,” tegas Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Keadilan Restoratif Pemasyarakatan dalam audiensi tersebut.
Sebagai Bapas induk, Bapas Baubau mengusulkan Pos Bapas Raha untuk ditingkatkan statusnya menjadi Bapas Muna. Kehadiran Bapas baru tersebut dinilai akan memperpendek rentang pelayanan pembimbingan kemasyarakatan, meningkatkan efektivitas pembinaan klien pemasyarakatan, serta memperkuat pelayanan hukum bagi masyarakat di Kabupaten Muna dan wilayah sekitarnya.
“Pembentukan Bapas Muna diharapkan mampu mengoptimalkan efisiensi pelaksanaan tugas sekaligus mendekatkan pelayanan pembimbingan kemasyarakatan kepada masyarakat,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam pembahasan audiensi.
Sebagai tindak lanjut, Bapas Baubau segera menginventarisasi seluruh dokumen yang dipersyaratkan, mulai dari data klien pemasyarakatan di wilayah Pos Bapas Raha, data pelaksanaan tugas dan fungsi, Analisis Beban Kerja (ABK), analisis kebutuhan sumber daya manusia (SDM), hingga proyeksi kebutuhan operasional apabila Bapas Muna resmi dibentuk.
“Seluruh data tersebut akan menjadi dasar dalam proses verifikasi dan survei lapangan yang dilakukan Tim Kementerian PANRB,” ujar pihak Ditjenpas dalam arahannya kepada seluruh satuan kerja yang mengikuti audiensi.
baca juga:
- Sekda Baubau Ingatkan OPD Lengkapi Data Dukung Sebelum Batas Evaluasi
- Kampung Nelayan Merah Putih di Sulaa-Baubau Segera Direalisasikan, Warga Optimistis Ekonomi Pesisir …
Secara historis, Balai Pemasyarakatan merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan Indonesia yang diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pembimbingan kemasyarakatan menjadi salah satu instrumen utama dalam proses reintegrasi sosial bagi warga binaan dan klien pemasyarakatan. Di tingkat internasional, penguatan layanan pembimbingan masyarakat juga sejalan dengan United Nations Standard Minimum Rules for Non-custodial Measures (Tokyo Rules) yang diadopsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1990. Aturan tersebut mendorong negara-negara anggota memperluas layanan pembimbingan dan alternatif pemidanaan berbasis masyarakat guna meningkatkan efektivitas rehabilitasi dan reintegrasi sosial.(*)
