KOTA BAUBAUPENDIDIKANSULTRA

Taklukkan Seleksi 17 Daerah, Siswi SMAN 1 Baubau Aisa Nur Aqila Wakili Sultra di O2SN Nasional

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Prestasi pelajar Kota Baubau kembali menembus panggung nasional. Aisa Nur Aqila, siswi SMA Negeri 1 Baubau, berhasil lolos sebagai wakil Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 cabang pencak silat. Ia dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 9 November 2026 dengan target membawa pulang gelar juara pertama. “Taklukkan Seleksi 17 Daerah, Siswi SMAN 1 Baubau Aisa Nur Aqila Wakili Sultra di O2SN Nasional,”

Taklukkan Seleksi 17 Daerah, Siswi SMAN 1 Baubau Aisa Nur Aqila Wakili Sultra di O2SN Nasional
Taklukkan Seleksi 17 Daerah, Siswi SMAN 1 Baubau Aisa Nur Aqila Wakili Sultra di O2SN Nasional

Tiket menuju kompetisi nasional itu diperoleh setelah Aisa menjuarai seleksi O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Kota Kendari pada Juni 2026. Dalam seleksi tersebut, ia harus bersaing dengan atlet-atlet pelajar yang mewakili 17 kabupaten/kota di Sultra. Keberhasilan melewati persaingan antardaerah mengantarkannya menjadi salah satu atlet pelajar yang dipercaya membawa nama provinsi ke tingkat nasional.

Sebelum keberangkatan, Aisa bersama kontingen Sultra dijadwalkan berkumpul di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), 8 November 2026. Kontingen tersebut selanjutnya akan dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari persiapan mengikuti kompetisi di Jakarta.

Kepala SMA Negeri 1 Baubau, Samsuriati AH, S.Pd., M.M., menyambut pencapaian tersebut dengan penuh kebanggaan. Ia berharap Aisa tidak sekadar berpartisipasi, tetapi mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan meraih posisi tertinggi dalam kompetisi nasional. “Kami berharap tahun ini Aisa bisa meraih juara pertama di tingkat nasional. Tiga tahun lalu, seniornya pernah meraih juara III nasional. Mudah-mudahan pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” kata Samsuriati saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/11/2026).

Harapan tersebut memiliki pijakan pada rekam prestasi sekolah. Pada O2SN tingkat nasional 2023, SMA Negeri 1 Baubau pernah mengantarkan siswanya meraih juara III. Capaian itu menjadi modal motivasi bagi Aisa untuk melampaui prestasi seniornya sekaligus memperkuat tradisi keberhasilan sekolah dalam pembinaan olahraga pelajar.

Dalam konteks lebih luas, O2SN merupakan bagian dari upaya pembinaan bakat dan karakter peserta didik melalui olahraga. Kompetisi ini juga sejalan dengan perkembangan pencak silat sebagai olahraga sekaligus warisan budaya Indonesia. Secara internasional, pencak silat telah berkembang menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di berbagai kejuaraan dunia dan tampil pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pencak silat memiliki ruang kompetisi yang semakin luas di tingkat internasional.

Samsuriati menilai keberhasilan Aisa harus menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk mengembangkan potensi, baik dalam bidang akademik maupun olahraga. “Kami memberikan apresiasi atas perjuangan Aisa. Harapan kami, prestasi ini bisa menjadi perintis bagi adik-adiknya dan pemantik semangat bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Baubau lainnya. Ternyata anak-anak kita juga mampu berlaga dan berprestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.

BACA JUGA:

  1. Unhas Cup 2026, Tiga Atlet Taekwondo SMA Negeri 1 Baubau Sukses Naik Podium
  2. Jelang Hari Pahlawan 2026, Baubau Matangkan Tiga Agenda Penghormatan Perjuangan

Keikutsertaan Aisa dalam O2SN nasional menjadi kesempatan bagi pelajar Baubau untuk menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat lebih tinggi. Sekolah berharap perjuangannya di Jakarta tidak hanya menghasilkan prestasi bagi dirinya, tetapi juga mengharumkan nama SMA Negeri 1 Baubau, Kota Baubau, dan Sulawesi Tenggara serta mendorong lahirnya atlet-atlet pelajar berprestasi berikutnya.(*)

BACA BERITA LAINNYA:

Enam Belas Anggota PASGARDA Harumkan Baubau Lewat Lima Penghargaan LKBB Nasional di Surabaya

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan Pasukan Garuda Bhayangkara (PASGARDA) SMA Negeri 1 Baubau dalam kompetisi Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) PELETON 15 di SMK Negeri 5 Surabaya, Jawa Timur. Bersaing dengan 24 peserta, tim asal Kota Baubau itu berhasil membawa pulang lima penghargaan, termasuk Piala Bergilir, setelah menunjukkan kemampuan dalam kedisiplinan, kekompakan, kreativitas, dan penampilan. “Enam Belas Anggota PASGARDA Harumkan Baubau Lewat Lima Penghargaan LKBB Nasional di Surabaya,”

Enam Belas Anggota PASGARDA Harumkan Baubau Lewat Lima Penghargaan LKBB Nasional di Surabaya
Enam Belas Anggota PASGARDA Harumkan Baubau Lewat Lima Penghargaan LKBB Nasional di Surabaya

Lima penghargaan yang diraih masing-masing Juara 1 Terfavorit, Juara 2 Mula, Juara 3 Best Costume, Suporter Terbaik, serta Piala Bergilir. Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan peserta didik SMA Negeri 1 Baubau dalam mengembangkan potensi di bidang ketangkasan baris berbaris sekaligus memperkenalkan nama daerah di tingkat nasional.

Keberhasilan itu tidak diraih secara instan. Sebanyak 16 anggota PASGARDA telah diberangkatkan melalui prosesi pelepasan di SMA Negeri 1 Baubau pada Selasa, 27 Oktober 2026. Setibanya di Surabaya pada 29 Oktober, mereka menjalani latihan intensif hingga 31 Oktober untuk mematangkan persiapan sebelum mengikuti perlombaan pada 1 November 2026.

Kepala SMA Negeri 1 Baubau, Samsuriati AH, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa persaingan dalam ajang tersebut menjadi pengalaman penting bagi para siswa untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun mental kompetitif. Ia mengapresiasi perjuangan seluruh anggota yang mampu menjaga performa hingga kompetisi berakhir.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, latihan, dan kekompakan seluruh anggota tim. Kami tentu bangga karena anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa pulang lima penghargaan untuk sekolah serta Kota Baubau,” kata Samsuriati kepada Baubau Post, Rabu (4/11/2026).

Dalam konteks  pendidikan, kegiatan baris berbaris memiliki sejarah panjang sebagai sarana pembentukan disiplin dan kerja sama. Di Indonesia, pengaturan Peraturan Baris Berbaris (PBB) telah mengalami perkembangan, antara lain melalui keputusan Panglima ABRI pada 8 Oktober 1985, kemudian diperbarui melalui Peraturan Panglima TNI Nomor 46 Tahun 2014. Pedoman tersebut menempatkan baris berbaris bukan sekadar latihan fisik, melainkan juga sebagai sarana membangun tanggung jawab, persatuan, dan kepatuhan terhadap instruksi.

Kursus Online

Tradisi latihan formasi juga dikenal dalam sejarah militer dunia. Catatan pendidikan kadet Kanada menyebutkan bahwa bentuk awal gerakan baris berbaris telah dikenal sejak sekitar 3.000 sebelum Masehi di Mesopotamia. Pada perkembangannya, latihan formasi digunakan untuk membangun keteraturan gerak pasukan dan menjadi bagian dari tradisi upacara militer. Nilai-nilai tersebut kemudian berkembang dalam berbagai kegiatan kedisiplinan dan penampilan kelompok.

Pengalaman di Surabaya kini menjadi modal PASGARDA untuk menghadapi agenda berikutnya. SMA Negeri 1 Baubau telah menyiapkan tim tersebut mengikuti kompetisi LKBB di Kota Baubau pada 12–13 Desember 2026. Samsuriati berharap capaian nasional itu tidak membuat para siswa berpuas diri, tetapi menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas penampilan, kreativitas, dan konsistensi latihan.

baca juga:

  1. Akademi Paradigta Hadir di Baubau, PKK Perkuat Kepemimpinan Perempuan, Sitti Aryati Yusran Dorong Perempuan Baubau Ambil Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah
  2. Berawal dari Nongkrong dan Dan Dipicu Miras di Pasar Karya Nugraha Baubau, Pelaku MOL Tersinggung

Tim PASGARDA dijadwalkan bertolak dari Surabaya pada 7 November dan tiba kembali di Kota Baubau pada 9 November 2026. Kepulangan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian keikutsertaan mereka dalam LKBB PELETON 15 sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.(*)

 

Visited 32 times, 32 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *