KULINER

RESEP AYAM BAKAR MADU, Cocok untuk menu keluarga & jualan

RESEP AYAM BAKAR MADU

RESEP AYAM BAKAR MADU
RESEP AYAM BAKAR MADU

🍗 RESEP AYAM BAKAR MADU 🍯
Cocok untuk menu keluarga & jualan 🔥

📝 Bahan:
– 1 ekor ayam (±1 kg), potong 8–10 bagian
– 3 sdm madu
– 4 sdm kecap manis
– 1 sdm saus tiram
– 1 sdt garam
– ½ sdt merica bubuk
– 200 ml air

🧄 Bumbu Halus:
– 5 siung bawang merah
– 3 siung bawang putih
– 3 butir kemiri sangrai
– 1 ruas kunyit
– 1 ruas jahe

👩‍🍳 Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus sampai harum & matang.
2. Masukkan ayam, aduk hingga berubah warna.
3. Tambahkan air, kecap, saus tiram, garam & merica.
4. Masak dengan api sedang sampai ayam empuk & bumbu meresap (air menyusut).
5. Olesi ayam dengan madu, lalu bakar sambil dibolak-balik.
6. Oles sisa bumbu saat membakar agar makin gurih & mengilap.

🔥 Bakar sampai kecokelatan & sedikit karamelisasi.

✨ Tips:
– Tambahkan 1 sdm margarin saat membakar agar lebih wangi.
– Sajikan dengan sambal & lalapan biar makin nikmat.

Siap disajikan hangat-hangat 🤤🍽️

Sumber: Resep Makan Enak

====================

Baca juga:

  1. Resep Ikan Bakar Sambel
  2. Resep Ikan Kuah Kuning

Baca Berita Lainnya

KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara

TERNATE, DURASITIMES.COM-Insiden pelayaran akibat cuaca buruk kembali terjadi di perairan Maluku Utara, ketika KM Gandha Nusantara 17 mengalami gangguan di tengah laut, Minggu (15/3/2026) pagi. Tujuh kru kapal tersebut dipastikan selamat setelah berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan di tengah gelombang tinggi. “KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara,”

Referensi Geografis
KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara
KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT saat kapal berada di jalur pelayaran antara Bitung menuju Tidore. Kapal menghadapi kondisi cuaca ekstrem berupa gelombang setinggi tiga hingga empat meter disertai angin kencang.

Kapal yang melintas di sekitar lokasi, yakni KM Sabuk Nusantara 115, segera melakukan upaya pertolongan setelah menerima informasi adanya kapal yang mengalami kesulitan di laut.

Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Ternate, M. Lutfi Israr, mengatakan seluruh kru berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa.

“Saat kejadian, tidak ada penumpang maupun muatan di atas kapal, hanya tujuh kru. Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi baik,” ujar Lutfi.

Ia menjelaskan, lokasi insiden berada sekitar 30 mil laut dari Ternate, yang dikenal sebagai jalur pelayaran aktif dengan kondisi perairan yang dapat berubah cepat, terutama saat cuaca buruk.

Referensi Geografis

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Gelombang tinggi membuat kapal penolong beberapa kali kesulitan untuk merapat ke KM Gandha Nusantara 17.

“Upaya mendekat sempat terkendala gelombang, namun dengan koordinasi yang baik, seluruh kru akhirnya dapat dipindahkan ke kapal penolong,” katanya.

Setelah proses penyelamatan selesai, KM Sabuk Nusantara 115 kembali ke Ternate dengan membawa seluruh kru dalam keadaan selamat.

Manajemen PELNI menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat nakhoda dan kru kapal penolong yang dinilai sigap dalam menangani situasi darurat di laut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengapresiasi kerja cepat kru kapal dan koordinasi yang terjalin,” kata Lutfi.

Selain itu, tim Basarnas Ternate turut berperan dalam koordinasi proses evakuasi, memastikan keselamatan seluruh kru hingga operasi dinyatakan selesai.

KM Gandha Nusantara 17 diketahui merupakan kapal rede atau kapal pengumpan yang berfungsi mengangkut penumpang dari kapal besar PELNI menuju dermaga, khususnya di wilayah Tidore.

Kapal tersebut selama ini juga memberikan layanan penyeberangan gratis bagi masyarakat, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga di wilayah kepulauan.

baca juga:

  1. Pelni Prediksi Puncak Arus Penumpang di Pelabuhan Murhum Baubau 14–17 Maret, Diskon Tiket 30 Persen Picu Peningkatan Penumpang Hingga 4 Ribu
  2. Lilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau

Secara historis, insiden pelayaran akibat cuaca buruk bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kerap mencatat peningkatan tinggi gelombang di wilayah timur Indonesia, terutama pada peralihan musim, yang meningkatkan risiko kecelakaan laut.

Dalam skala internasional, Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga mencatat bahwa cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama insiden pelayaran global, khususnya di wilayah tropis dengan dinamika cuaca yang cepat berubah.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pelayaran serta kesiapan sistem tanggap darurat di laut, termasuk koordinasi antar kapal dan lembaga penyelamat.(*)

Visited 16 times, 3 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *