PERISTIWA

KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara

TERNATE, DURASITIMES.COM-Insiden pelayaran akibat cuaca buruk kembali terjadi di perairan Maluku Utara, ketika KM Gandha Nusantara 17 mengalami gangguan di tengah laut, Minggu (15/3/2026) pagi. Tujuh kru kapal tersebut dipastikan selamat setelah berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan di tengah gelombang tinggi. “KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara,”

KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara
KM Sabuk Nusantara 115 Selamatkan Tujuh Kru KM Gandha Nusantara dari Insiden Laut Maluku Utara

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT saat kapal berada di jalur pelayaran antara Bitung menuju Tidore. Kapal menghadapi kondisi cuaca ekstrem berupa gelombang setinggi tiga hingga empat meter disertai angin kencang.

Kapal yang melintas di sekitar lokasi, yakni KM Sabuk Nusantara 115, segera melakukan upaya pertolongan setelah menerima informasi adanya kapal yang mengalami kesulitan di laut.

Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Ternate, M. Lutfi Israr, mengatakan seluruh kru berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa.

“Saat kejadian, tidak ada penumpang maupun muatan di atas kapal, hanya tujuh kru. Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi baik,” ujar Lutfi.

Ia menjelaskan, lokasi insiden berada sekitar 30 mil laut dari Ternate, yang dikenal sebagai jalur pelayaran aktif dengan kondisi perairan yang dapat berubah cepat, terutama saat cuaca buruk.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Gelombang tinggi membuat kapal penolong beberapa kali kesulitan untuk merapat ke KM Gandha Nusantara 17.

“Upaya mendekat sempat terkendala gelombang, namun dengan koordinasi yang baik, seluruh kru akhirnya dapat dipindahkan ke kapal penolong,” katanya.

Setelah proses penyelamatan selesai, KM Sabuk Nusantara 115 kembali ke Ternate dengan membawa seluruh kru dalam keadaan selamat.

Manajemen PELNI menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat nakhoda dan kru kapal penolong yang dinilai sigap dalam menangani situasi darurat di laut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengapresiasi kerja cepat kru kapal dan koordinasi yang terjalin,” kata Lutfi.

Selain itu, tim Basarnas Ternate turut berperan dalam koordinasi proses evakuasi, memastikan keselamatan seluruh kru hingga operasi dinyatakan selesai.

KM Gandha Nusantara 17 diketahui merupakan kapal rede atau kapal pengumpan yang berfungsi mengangkut penumpang dari kapal besar PELNI menuju dermaga, khususnya di wilayah Tidore.

Kapal tersebut selama ini juga memberikan layanan penyeberangan gratis bagi masyarakat, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga di wilayah kepulauan.

baca juga:

  1. Pelni Prediksi Puncak Arus Penumpang di Pelabuhan Murhum Baubau 14–17 Maret, Diskon Tiket 30 Persen Picu Peningkatan Penumpang Hingga 4 Ribu
  2. Lilin Diduga Pemicu Kebakaran Kios di Lipu, Kios dan Motor Baru Hangus Terbakar, Pemkot Baubau

Secara historis, insiden pelayaran akibat cuaca buruk bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kerap mencatat peningkatan tinggi gelombang di wilayah timur Indonesia, terutama pada peralihan musim, yang meningkatkan risiko kecelakaan laut.

Dalam skala internasional, Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga mencatat bahwa cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama insiden pelayaran global, khususnya di wilayah tropis dengan dinamika cuaca yang cepat berubah.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pelayaran serta kesiapan sistem tanggap darurat di laut, termasuk koordinasi antar kapal dan lembaga penyelamat.(*)

baca berita lainnya:

KM Gandha Nusantara 17 Rusak Mesin Hingga Miring 20 Derajat di Laut Maluku Utara, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Ombak 3 Meter

TERNATE, DURASITIMES.COM– Sebuah kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dilaporkan mengalami kerusakan mesin saat berlayar di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate, Maluku Utara. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi terhadap kapal dan penumpang yang berada di dalamnya. “KM Gandha Nusantara 17 Rusak Mesin Hingga Miring 20 Derajat di Laut Maluku Utara, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Ombak 3 Meter,”

KM Gandha Nusantara 17 Rusak Mesin Hingga Miring 20 Derajat di Laut Maluku Utara, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Ombak 3 Meter
KM Gandha Nusantara 17 Rusak Mesin Hingga Miring 20 Derajat di Laut Maluku Utara, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Ombak 3 Meter, Kapal PELNI dengan rute Bitung-Ternate dilaporkan mengalami kerusakan pada mesin di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate, Minggu 15 Maret 2026

Informasi kejadian tersebut diterima Kantor SAR Ternate pada Minggu (15/3/2026) dari Rudi Arif, perwakilan PELNI Ternate, setelah kapal mengalami gangguan serius dalam pelayaran.

Kapal yang diketahui bernama KM Gandha Nusantara 17 sebelumnya bertolak dari Bitung menuju Ternate pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIT.

Namun, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT, kapal tersebut mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan Maluku Utara, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan.

Kru kapal sempat berupaya melakukan perbaikan secara mandiri. Akan tetapi, hingga beberapa jam kemudian, perbaikan tersebut belum membuahkan hasil.

Melihat kondisi yang semakin berisiko, kapten kapal segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PELNI untuk mendapatkan bantuan.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Basarnas Ternate guna meminta dukungan operasi pencarian dan penyelamatan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando, mengungkapkan bahwa pada pukul 12.15 WIT, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Tim SAR bergerak menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata bersama sejumlah unsur terkait untuk mempercepat proses evakuasi.

Di lokasi kejadian, kapal KM Sabuk Nusantara 115 yang berada di sekitar area sempat berupaya melakukan penarikan terhadap kapal yang mengalami kerusakan.

Namun, upaya tersebut terkendala kondisi cuaca buruk dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 3 meter.

Selain itu, kondisi kapal yang dilaporkan mengalami kemiringan hingga sekitar 20 derajat turut menyulitkan proses penanganan di lapangan.

baca juga:

  1. Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dipastikan Tampak di Indonesia, Wilayah Timur Paling Jelas, Yuk Catat Waktu dan Durasi Gerhananya
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Pimpin Gerakan Pangan Murah Untuk Stabilkan Harga di

Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, KPLP Ternate, PT PELNI, serta awak KM Sabuk Nusantara 115.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban dalam insiden tersebut tercatat sebanyak tujuh orang. Namun, identitas para korban hingga kini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Tim SAR terus berupaya maksimal untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan selamat di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat di perairan tersebut.(*)

Visited 33 times, 2 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *