
Tradisi Ramadan Berlanjut, Saung Lippo Plaza Baubau Jilid VI Dibuka Walikota H Yusran Fahim Serap Banyak UMKM, Jadi Magnet Baru Warga Baubau
BAUBAU, DT-Suasana area parkir Lippo Plaza Baubau berubah menjadi pusat perhatian warga Kota Baubau pada Jumat sore, 20 Februari 2026, saat pembukaan Saung Ramadhan Lippo Jilid VI berlangsung meriah. Ratusan warga, pelaku UMKM, dan undangan hadir menyaksikan peresmian agenda tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat kota tersebut. “Tradisi Ramadan Berlanjut, Saung Lippo Plaza Baubau Jilid VI Dibuka Walikota H Yusran Fahim Serap Banyak UMKM, Jadi Magnet Baru Warga Baubau,”

Kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, ini kembali menegaskan peran Saung Ramadhan sebagai ruang sosial yang menghidupkan nilai religius sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kegiatan yang telah memasuki tahun keenam. “Saung Ramadhan telah menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kebersamaan mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejak pertama digelar, Saung Ramadhan Lippo dirancang untuk menjadi pusat aktivitas warga selama bulan suci. Kehadirannya memberikan peluang besar bagi UMKM untuk mempromosikan produk lokal, mulai dari kuliner khas Baubau hingga kerajinan tangan. Tahun ini, jumlah pelaku usaha yang terlibat meningkat seiring tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
Wali Kota Baubau menegaskan bahwa nilai sosial menjadi aspek terpenting dari event ini. Menurutnya, Saung Ramadhan bukan sekadar lokasi berbuka puasa, tetapi juga ruang perjumpaan yang memperkuat hubungan antarwarga. “Momen Ramadan selalu menjadi saat yang tepat untuk mempererat silaturahmi,” kata Yusran dalam pidatonya.
Dalam kesempatan itu, Yusran juga menyoroti dampak positif kegiatan terhadap perekonomian lokal. Event musiman seperti Saung Ramadhan terbukti mampu menjadi katalisator perputaran ekonomi, terutama melalui peningkatan transaksi UMKM. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan serupa di berbagai kota di Indonesia dan negara-negara mayoritas Muslim juga memiliki peran serupa dalam menggerakkan ekonomi rakyat.
Secara historis, kegiatan festival kuliner Ramadan telah berlangsung di berbagai negara. Di Timur Tengah misalnya, bazar Ramadan sudah menjadi tradisi sejak era Dinasti Abbasiyah, di mana pusat-pusat kota berubah menjadi lokasi perdagangan makanan khas Ramadan. Tradisi ini kemudian berkembang dan menginspirasi berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk menghadirkan kegiatan serupa yang menggabungkan unsur religius dan ekonomi.
Di Indonesia sendiri, tradisi pasar Ramadan mulai populer sejak tahun 1980-an, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar. Dari tahun ke tahun, kegiatan tersebut berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang diikuti pedagang kecil hingga menengah. Hal itu pula yang kini tercermin dalam pelaksanaan Saung Ramadhan Lippo Jilid VI.
Pada tahun 2018, Kota Baubau mulai mengembangkan sentra kuliner musiman untuk mengakomodasi pedagang saat Ramadan. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi pemerintah kota dan pihak swasta, salah satunya Lippo Plaza Baubau yang sejak enam tahun lalu telah menjadi tuan rumah Saung Ramadhan. Kegiatan itu kemudian berkembang menjadi agenda yang dinanti setiap Ramadan.
Dalam sambutannya, Wali Kota juga mengimbau para pengunjung dan pedagang untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta keamanan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap Saung Ramadhan dapat menunjukkan citra Kota Baubau sebagai kota yang religius dan ramah bagi pelaku usaha. “Mari kita tunjukkan bahwa Baubau mampu menyelenggarakan kegiatan yang tertib dan penuh nilai kebaikan,” tegasnya.
Sementara itu, para pelaku UMKM menyambut baik dibukanya event tersebut. Mereka menilai Saung Ramadhan memberikan ruang promosi yang efektif untuk memperluas pasar, sekaligus meningkatkan pendapatan musiman yang biasanya melonjak menjelang Idulfitri.
Pengunjung yang hadir tampak antusias menyambangi stan-stan pedagang yang menawarkan beragam jenis makanan berbuka. Tidak sedikit dari mereka yang menyebutkan bahwa Saung Ramadhan sudah menjadi bagian dari agenda tahunan keluarga selama bulan puasa.
baca juga:
- Revitalisasi Pasar Wameo Dimulai, Terminal Warumusio Jadi Penyangga Baru
- Stadion Betoambari Jadi Lokasi GPM, Pemkot Baubau Fokus Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan
Dengan bertahannya kegiatan hingga jilid keenam, Saung Ramadhan Lippo dinilai telah memberikan kontribusi konkret pada pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Kehadiran kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah bagi peningkatan ekonomi lokal sekaligus mempererat kebersamaan warga Baubau.
Kegiatan pembukaan kemudian ditutup dengan peninjauan oleh Wali Kota dan jajaran pemerintah kota ke seluruh area bazar. Mereka menyapa para pedagang sekaligus memastikan kesiapan fasilitas penunjang bagi kenyamanan pengunjung selama Ramadan.(*)
baca berita lainnya:
TPID Baubau Perkuat Kolaborasi Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026, Rumuskan Tujuh Langkah Stabilkan Harga
BAUBAU, BP-Pemerintah Kota Baubau meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Upaya tersebut dipastikan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, di Aula Lantai II Kantor Wali Kota. “TPID Baubau Perkuat Kolaborasi Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026, Rumuskan Tujuh Langkah Stabilkan Harga,”
Revitalisasi Pasar Wameo Dimulai, Terminal Warumusio Jadi Penyangga Baru
Sementara rekomendasi ketujuh menugaskan Dinas Perikanan mengoptimalkan fasilitas cold storage, termasuk mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengenai pemanfaatan cold storage milik provinsi di TPI Wameo. Langkah ini penting karena sektor perikanan Baubau memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan stabilitas harga.
Di akhir pertemuan, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan komitmen bersama. “Harapan kami, seluruh pihak tetap solid dan bekerja keras agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa terbebani lonjakan harga,” tutupnya.(*)
