EKONOMI

TPID Baubau Perkuat Kolaborasi Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026, Rumuskan Tujuh Langkah Stabilkan Harga

BAUBAU, BP-Pemerintah Kota Baubau meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Upaya tersebut dipastikan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, di Aula Lantai II Kantor Wali Kota. “TPID Baubau Perkuat Kolaborasi Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026, Rumuskan Tujuh Langkah Stabilkan Harga,”

TPID Baubau Perkuat Kolaborasi Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026, Rumuskan Tujuh Langkah Stabilkan Harga
TPID Baubau Perkuat Kolaborasi Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026, Rumuskan Tujuh Langkah Stabilkan Harga

Momentum ini menjadi strategis karena awal tahun sering diwarnai gejolak harga, sebagaimana tercatat dalam tren inflasi nasional sejak satu dekade terakhir. Pada 2017 dan 2022, misalnya, Indonesia pernah menghadapi kenaikan inflasi menjelang Ramadan akibat gangguan distribusi dan tingginya harga beras. Di tingkat global, lonjakan harga pangan juga tercatat pada 2020–2021 ketika pandemi memicu disrupsi rantai pasok internasional.

Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc menegaskan, pemerintah tidak ingin masyarakat merasakan dampak yang sama. “Kita bekerja secepat mungkin agar masyarakat dapat memasuki Ramadan dengan tenang dan harga pangan tetap terkendali,” ujarnya dalam rapat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa inflasi Kota Baubau pada Januari dan Februari 2026 tercatat lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. Kondisi itu dipengaruhi hilangnya program subsidi listrik 50 persen yang sempat meringankan beban rumah tangga pada 2025. Namun ia memastikan pemkot tidak tinggal diam. “Pemerintah mengerahkan seluruh perangkat untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap ekonomis,” katanya.

Rapat koordinasi kali ini melibatkan seluruh unsur organisasi perangkat daerah seperti Asisten II, Sekretaris Daerah, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan. Instansi vertikal seperti Bulog, BPS, BPOM, KSOP Pelabuhan Murhum, serta unsur Forkopimda dari Polres Baubau, Kodim, hingga POSAL juga turut hadir memperkuat sinergi antarlembaga.

Sebagai langkah awal, Pemkot Baubau telah lebih dulu menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Stadion Betoambari. Program itu berlangsung hingga 14 Februari 2026 dan berfungsi sebagai penyangga stabilitas harga di tingkat konsumen. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pasar murah kali ini tidak hanya dipusatkan di satu titik, tetapi dirancang menyebar ke pelosok kota agar lebih merata.

Komoditas utama seperti beras SPHP dan premium, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta bawang merah dan putih disediakan dalam jumlah cukup. Bahkan, produk lokal seperti buah naga juga dipromosikan sebagai bentuk pemberdayaan petani binaan. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional yang mendorong penguatan produksi lokal untuk menekan ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Hasil HLM TPID menetapkan tujuh rekomendasi penting. Rekomendasi pertama menekankan jaminan ketersediaan stok melalui koordinasi lintas dinas, termasuk Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan. Rekomendasi kedua adalah penguatan pengawasan harga agar pedagang tidak menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Rekomendasi ketiga mendorong peningkatan frekuensi Pasar Murah dan GPM dengan prinsip 4T: Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Lokasi, dan Tepat Komoditas. Rekomendasi keempat berfokus pada percepatan distribusi minyak goreng Minyakita oleh Bulog sehingga rantai pasok lebih efisien. “Distribusi langsung ke pedagang eceran harus dipercepat, terutama menjelang Ramadan,” tegas Hamsinah.

Rekomendasi kelima menyasar penguatan klaster pangan di tingkat kecamatan dan kelurahan, termasuk program KEDAI dan gerakan tanam mandiri untuk mengurangi potensi komoditas penyumbang inflasi. Poin keenam menginstruksikan perluasan kerja sama antar daerah guna menjamin kelancaran distribusi pangan lintas wilayah.

baca juga:

  1. Revitalisasi Pasar Wameo Dimulai, Terminal Warumusio Jadi Penyangga Baru
  2. Pemkab Butur Laksanakan GPM Demi Stabilitas Harga Menyambut Ramadhan

Sementara rekomendasi ketujuh menugaskan Dinas Perikanan mengoptimalkan fasilitas cold storage, termasuk mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengenai pemanfaatan cold storage milik provinsi di TPI Wameo. Langkah ini penting karena sektor perikanan Baubau memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan stabilitas harga.

Di akhir pertemuan, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan komitmen bersama. “Harapan kami, seluruh pihak tetap solid dan bekerja keras agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa terbebani lonjakan harga,” tutupnya.(*)

baca berita lainnya:

Gerakan Pangan Murah Baubau Tekan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadan

BAUBAU, DT— Pemerintah Baubau kembali memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Stadion Betoambari pada Jumat (13/02/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas harga menyambut bulan suci Ramadan. “Gerakan Pangan Murah Baubau Tekan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadan,”

Gerakan Pangan Murah Baubau Tekan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadan
Gerakan Pangan Murah Baubau Tekan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadan

Pelaksanaan GPM di Baubau pada awal 2026 bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri. Secara nasional, program pangan murah telah dijalankan sejak 2022 oleh Badan Pangan Nasional, melanjutkan tradisi operasi pasar yang sudah dimulai pemerintah Indonesia sejak era 1970-an melalui Bulog. Di tingkat internasional, stabilisasi pangan juga menjadi agenda penting negara-negara G20 pascapandemi, ketika lonjakan harga global sempat mencapai level tertinggi dalam satu dekade.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa GPM merupakan mandat nasional yang harus dilaksanakan setiap daerah untuk menjaga keterjangkauan harga. “Ini adalah wujud kehadiran pemerintah. Tidak boleh ada ruang bagi gejolak harga, terutama menjelang Ramadan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan GPM kali ini, berbagai komoditas pokok seperti bawang merah, bawang putih, telur, dan beras dijual dengan harga di bawah pasar atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Hamsinah Bolu menyebutkan bahwa kualitas komoditas menjadi prioritas utama. “Kita hadir bukan hanya membawa harga murah, tetapi juga memastikan kualitas terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Kehadiran pangan murah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak fluktuasi harga. Di beberapa negara, seperti India dan Mesir, program serupa telah terbukti menahan inflasi pangan dan menjaga stabilitas sosial saat memasuki musim hari besar keagamaan.

Di tingkat lokal, GPM menjadi bagian dari rangkaian program Pemkot Baubau dalam menekan angka inflasi yang sempat meningkat pada pertengahan 2025 akibat gangguan distribusi pangan nasional. Namun, pada akhir tahun 2025, Baubau berhasil mencatatkan kinerja ekonomi yang lebih baik berkat intervensi harga dan penguatan rantai pasok.

Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta seluruh OPD yang terlibat dalam memastikan kegiatan ini berjalan efektif. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah kunci keberhasilan daerah menghadapi dinamika harga pangan. “Kerja sama semua pihak sangat penting agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” tegasnya.

Pemkot Baubau berkomitmen mengalokasikan anggaran rutin agar kegiatan GPM dapat dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Pemerintah berharap intervensi harga tidak hanya berlangsung menjelang hari besar, tetapi juga di momen-momen strategis saat tekanan inflasi meningkat.

Pada saat kegiatan berlangsung, pemerintah daerah juga mengikuti rapat virtual nasional bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dalam arahannya, Mentan menegaskan bahwa tidak boleh ada kenaikan harga beras, minyak goreng, dan daging menjelang Ramadan. “Pastikan harga sesuai HET. Tidak boleh ada yang mencoba bermain harga,” tegasnya dalam konferensi tersebut.

Sejumlah warga yang hadir menyambut baik pelaksanaan GPM. Mereka mengaku terbantu dengan harga komoditas yang lebih terjangkau. Bagi masyarakat, kegiatan ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan dapur, tetapi juga memberi rasa aman di tengah potensi kenaikan harga.

baca juga:

  1. Bulog Baubau Tambah 3.000 Ton Beras dan Perkuat Cadangan Pangan Jelang Ramadan 2026
  2. Pemkab Butur Laksanakan GPM Demi Stabilitas Harga Menyambut Ramadhan

Dengan berbagai dukungan regulasi dan komitmen pemerintah pusat hingga daerah, GPM diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Baubau menjadi salah satu kota yang aktif menjalankan program ini sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan Indonesia secara menyeluruh.(*)

 

Visited 41 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *