
Lepas Peserta Jambore Nasional XII 2026, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dorong Pramuka Jadi Duta Daerah
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Buton Selatan yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Pelepasan yang berlangsung di Gedung Lamaindo, Minggu (2/8/2026), menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka sekaligus mengemban misi mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. “Lepas Peserta Jambore Nasional XII 2026, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dorong Pramuka Jadi Duta Daerah,”

Prosesi pelepasan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan, Asisten I Setda, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buton Selatan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Perhubungan, para pembina, orang tua peserta, serta seluruh anggota kontingen. Pada kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan dan mengibarkan bendera kontingen sebagai tanda kehormatan sekaligus melepas keberangkatan peserta menuju Jakarta.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Adios menegaskan bahwa keikutsertaan kontingen bukan sekadar menghadiri perkemahan nasional, tetapi membawa amanah besar sebagai duta daerah. “Hari ini bukan sekadar seremoni pelepasan. Hari ini adalah momentum yang sarat makna. Putra-putri terbaik Kabupaten Buton Selatan membawa amanah daerah, nama baik keluarga, sekolah, Gerakan Pramuka, dan pemerintah daerah,” ujar Adios.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan Jambore Nasional sebagai ruang belajar, memperluas jejaring persahabatan, serta membangun kolaborasi dengan peserta dari seluruh Indonesia. Menurutnya, setiap anggota kontingen harus menunjukkan sikap disiplin, santun, ramah, serta menghormati keberagaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa. “Perkenalkan budaya Buton Selatan dengan penuh kebanggaan. Ceritakan kekayaan alam, budaya, adat istiadat, dan semangat masyarakat Buton Selatan kepada seluruh peserta Jambore Nasional,” pesannya.
Bupati juga meminta para pembina dan pimpinan kontingen memberikan pendampingan secara maksimal selama perjalanan maupun saat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan peserta. Di sisi lain, para anggota kontingen diingatkan untuk menjaga nama baik daerah. “Setiap sikap kalian akan dinilai, setiap perkataan kalian akan didengar, dan setiap tindakan kalian akan menjadi cerminan daerah yang kita cintai. Karena itu, jagalah nama baik Buton Selatan,” tegasnya.
Menurut Adios, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, cinta tanah air, tangguh, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, katanya, akan terus mendukung pembinaan kepramukaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. “Pramuka merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang cerdas, sehat, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial,” katanya.
Secara historis, Jambore Nasional merupakan pertemuan akbar Pramuka Penggalang yang diselenggarakan setiap lima tahun oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kegiatan ini pertama kali digelar pada 1973 di Situ Baru, Jakarta, dan menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, persaudaraan, serta kebangsaan bagi generasi muda Indonesia. Jamnas XII Tahun 2026 di Cibubur melanjutkan tradisi panjang tersebut dengan mempertemukan ribuan Pramuka dari seluruh provinsi untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperkuat persatuan bangsa.
Di tingkat internasional, kegiatan jambore memiliki sejarah panjang sejak World Scout Jamboree pertama diselenggarakan di Olympia, London, Inggris, pada 1920 atas prakarsa pendiri Gerakan Kepanduan Dunia, Lord Robert Baden-Powell. Hingga kini, World Scout Jamboree menjadi forum kepanduan terbesar di dunia yang mempertemukan puluhan ribu anggota Pramuka dari berbagai negara guna membangun persahabatan lintas budaya, perdamaian, kepemimpinan, serta kerja sama global. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat yang diusung Jambore Nasional di Indonesia dalam membentuk generasi muda berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
baca juga:
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan ASN Terlibat Narkoba dan Korupsi Akan Dipecat dan Diproses Hukum
- Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Hj Siti Norma Adios Ajak Semua Pihak Percepat Penurunan Stunting
Melalui pelepasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap seluruh peserta mampu mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, membawa pulang pengalaman berharga, meraih prestasi, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Buton Selatan di tingkat nasional. Keikutsertaan kontingen ini diharapkan menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing, memiliki jiwa kepemimpinan, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun Indonesia di masa depan.(*)
baca berita lainnya:
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mempercepat penyelesaian seluruh tahapan administrasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah kepulauan sebagai langkah strategis mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus menghadirkan layanan listrik selama 24 jam bagi masyarakat. Langkah tersebut difokuskan pada penyelesaian legalitas lahan, sertifikasi aset, serta perizinan agar proyek yang tertunda sejak 2022 dapat segera memasuki tahap konstruksi. “Legalitas Lahan Dikebut, Proyek PLTS Buton Selatan Segera Direalisasikan, Targetkan Listrik 24 Jam di Kepulauan,”
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mempercepat penyelesaian seluruh tahapan administrasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah kepulauan sebagai langkah strategis mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus menghadirkan layanan listrik selama 24 jam bagi masyarakat. Langkah tersebut difokuskan pada penyelesaian legalitas lahan, sertifikasi aset, serta perizinan agar proyek yang tertunda sejak 2022 dapat segera memasuki tahap konstruksi. “Legalitas Lahan Dikebut, Proyek PLTS Buton Selatan Segera Direalisasikan, Targetkan Listrik 24 Jam di Kepulauan,”

Mewakili Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Wa Ode Asrina Azizah Tasrif, mengatakan pemerintah daerah menjadikan penyelesaian berbagai hambatan administratif sebagai prioritas utama. Menurutnya, seluruh tahapan harus diselesaikan secara menyeluruh agar pelaksanaan pembangunan tidak lagi mengalami kendala.
“Target kami jelas. Seluruh administrasi harus clear, aset pemerintah daerah bersertifikat, baru kemudian masuk ke tahap pembangunan fisik,” ujar Wa Ode Asrina Azizah Tasrif.
Ia menjelaskan, sejak dipercaya menduduki jabatan tersebut kurang dari tiga bulan lalu, pemerintah daerah langsung melakukan inventarisasi berbagai persoalan yang menghambat realisasi proyek PLTS. Mulai dari status kepemilikan lahan hingga proses perizinan yang belum rampung menjadi fokus penyelesaian agar program dapat segera dijalankan.
“Sejak dilantik kurang dari tiga bulan, kami langsung mengurai persoalan lahan dan perizinan PLTS di wilayah kepulauan. Ini merupakan pekerjaan rumah yang tertunda sejak 2022 dan harus segera diselesaikan agar program ini bisa berjalan,” katanya.
Menurut Wa Ode Asrina, pembangunan PLTS menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di kawasan kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses energi. Kehadiran pembangkit berbasis tenaga surya diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pemanfaatan energi bersih yang ramah lingkungan.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan sehingga ketika pembangunan fisik dimulai tidak lagi terkendala persoalan administrasi maupun legalitas aset,” tegasnya.
Pengembangan energi baru terbarukan sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat sebagaimana dicanangkan Pemerintah Indonesia. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan bauran energi baru terbarukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Secara global, pemanfaatan energi surya terus mengalami pertumbuhan signifikan. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mencatat tenaga surya menjadi salah satu sumber pembangkit listrik dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan tersebut menjadikan PLTS sebagai pilihan strategis bagi wilayah kepulauan karena mampu menyediakan listrik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan menjangkau daerah-daerah yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan listrik konvensional.
baca juga:
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Gandeng Kadin Perkuat Sinergi Investasi, Ketua Kadin Busel Muh …
- Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Hj Siti Norma Adios Dorong Penguatan Jejaring Layanan KIA dan Kespro untuk Percepat Penurunan Stunting
Melalui percepatan penyelesaian seluruh aspek administrasi dan legalitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap pembangunan PLTS di wilayah kepulauan segera memasuki tahap konstruksi sehingga masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang lebih andal selama 24 jam. Proyek ini juga diharapkan menjadi penggerak pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan energi bersih yang berkelanjutan.(*)

