
Karang Taruna Baubau Turut Gerak Jalan Indah, Yel-Yel SARA Dilarang
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau membuka ruang bagi Karang Taruna di seluruh kelurahan untuk ambil bagian dalam Lomba Gerak Jalan Indah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kesempatan itu disertai aturan ketat mengenai ketertiban barisan, sikap peserta, hingga materi yel-yel yang dibawakan selama perlombaan. “Karang Taruna Baubau Turut Gerak Jalan Indah, Yel-Yel SARA Dilarang,”

Ketentuan tersebut terutama diarahkan untuk memastikan kegiatan yang berlangsung di Kota Baubau tetap menjadi ruang perayaan kemerdekaan yang aman, tertib, dan menjunjung persatuan. Panitia tidak membenarkan materi yel-yel yang mengandung penghinaan, melanggar norma kesopanan, atau menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Asisten I Setda Kota Baubau, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si., Rabu (5/8), mengatakan setiap Karang Taruna tingkat kelurahan diperbolehkan mengirimkan satu barisan putra dan satu barisan putri. Dengan ketentuan itu, organisasi kepemudaan di tingkat kelurahan mendapat kesempatan mengambil bagian dalam agenda perayaan kemerdekaan.
“Yel-yel tidak diperkenankan mengandung unsur penghinaan, ujaran yang melanggar norma kesopanan, maupun materi yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” ujar La Ode Aswad.
Menurut dia, keikutsertaan peserta harus dibarengi kepatuhan terhadap seluruh ketentuan perlombaan. Setiap barisan dituntut tampil rapi dan tertib serta mampu menjaga sikap selama kegiatan berlangsung.
Panitia juga menyiapkan tindakan tegas terhadap peserta yang mengabaikan aturan. Peringatan akan diberikan apabila ditemukan pelanggaran, sedangkan peserta yang tetap melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi hingga pembubaran barisan di lokasi perlombaan.
Pelibatan Karang Taruna dalam kegiatan kemerdekaan sekaligus menempatkan generasi muda sebagai bagian dari tradisi perayaan HUT RI. Secara historis, gerak jalan dan berbagai perlombaan rakyat telah menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia sejak masa awal republik, berkembang sebagai sarana membangun kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan makna kemerdekaan yang sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 tidak hanya diperingati sebagai momentum politik, tetapi juga sebagai ruang memperkuat persatuan masyarakat. Dalam konteks internasional, perayaan hari kemerdekaan di berbagai negara juga kerap diisi kegiatan publik yang melibatkan masyarakat sebagai simbol identitas dan kebersamaan nasional.
baca juga:
- STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi
- Bola Basketball Cup VI Jadi Ajang Seleksi Atlet Baubau Menuju Porprov Sultra 2026
Pemkot Baubau berharap keterlibatan Karang Taruna dalam Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI dapat berlangsung sportif dan tertib. Pemerintah juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat persatuan, sekaligus ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*)
baca berita lainnya:
Pergantian Kapolres Baubau Jadi Momentum Memperkokoh Keamanan Daerah, AKBP Noer Alam Ajak Seluruh Elemen Bersatu Menjaga Keamanan Kota Baubau
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pergantian kepemimpinan di Polres Baubau menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kepolisian, Pemerintah Kota Baubau, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Komitmen tersebut mengemuka dalam acara pisah sambut Kapolres Baubau di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Senin (3/8/2026) malam, yang menandai estafet kepemimpinan dari AKBP Mayestika Hidayat, S.I.K., M.H. kepada AKBP Noer Alam, S.I.K. “Pergantian Kapolres Baubau Jadi Momentum Memperkokoh Keamanan Daerah, AKBP Noer Alam Ajak Seluruh Elemen Bersatu Menjaga Keamanan Kota Baubau,”

Wakil Wali Kota Baubau, Hamsinah Bolu, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan syarat utama keberhasilan pembangunan. Menurutnya, posisi strategis Baubau sebagai kota jasa, pusat pertemuan sejumlah kabupaten di Kepulauan Buton, sekaligus pintu masuk transportasi laut di Sulawesi Tenggara menuntut kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa situasi keamanan yang stabil. Karena itu, dukungan Polres Baubau, Forkopimda, dan seluruh masyarakat sangat penting untuk menjaga daerah ini tetap aman dan tertib,” ujar Hamsinah.
Kapolres Baubau AKBP Noer Alam mengatakan keberhasilan menjaga keamanan bukan semata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan optimal.
“Kami mohon dukungan, doa, bimbingan, dan kerja sama seluruh pihak selama kami menjalankan amanah di Kota Baubau. Keamanan adalah modal utama agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” katanya.
Menurut mantan Kapolres Konawe tersebut, citra Baubau sebagai kota jasa dan tujuan wisata harus terus dijaga melalui situasi yang kondusif. Wisatawan maupun tamu dari berbagai daerah akan merasa aman berkunjung apabila stabilitas keamanan tetap terpelihara. Kondisi itu diyakini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan sektor pariwisata di daerah.
Sementara itu, AKBP Mayestika Hidayat menyampaikan rasa syukur setelah menyelesaikan masa tugas selama sekitar 15 bulan memimpin Polres Baubau. Ia mengungkapkan bahwa serah terima jabatan telah dilaksanakan di Polda Sulawesi Tenggara pada 31 Juli 2026 dan seluruh rangkaian pergantian kepemimpinan berlangsung aman serta lancar. Selanjutnya, ia dipercaya mengemban tugas baru sebagai Wadirlantas Polda Sumatera Selatan.
“Selama bertugas di Baubau kami memperoleh banyak berkah. Kami juga bersyukur dapat kembali bertugas di kampung halaman di Palembang. Sinergi bersama pemerintah daerah dan Forkopimda menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkap Mayestika.
Ia menambahkan, berbagai agenda masyarakat, pemerintahan, hingga kegiatan sosial selama masa kepemimpinannya dapat berlangsung dengan aman berkat kerja sama seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting yang perlu terus dipertahankan oleh kepemimpinan Polres Baubau selanjutnya.
Secara historis, konsep sinergi antara Polri dan pemerintah daerah semakin diperkuat setelah pemisahan Polri dari TNI pada 1 April 1999 sebagai bagian dari reformasi sektor keamanan nasional. Sejak itu, pendekatan pemeliharaan Kamtibmas lebih menitikberatkan pada kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat melalui forum koordinasi lintas sektor. Di tingkat internasional, pendekatan community policing atau pemolisian berbasis masyarakat telah diterapkan di berbagai negara, seperti Jepang melalui sistem Koban dan Inggris melalui Neighbourhood Policing, yang menempatkan kolaborasi masyarakat sebagai kunci menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat.
baca juga:
- Damkar Baubau Padamkan Api Dekat Kantor Wali Kota dalam 30 Menit, Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan, Damkar Catat 37 Kasus,Terbanyak di Sorawolio
- Evaluasi LPPD 2025, Sekda Baubau Minta OPD Benahi Kinerja dan Pelaporan
Acara pisah sambut tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darussalam, unsur Forkopimda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Ketua Bhayangkari beserta jajaran pengurus, dan sejumlah tamu undangan. Pergantian kepemimpinan di Polres Baubau diharapkan menjadi awal penguatan pelayanan kepolisian serta memperkokoh sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga Kota Baubau tetap aman, tertib, dan kondusif.(*)


