KOTA BAUBAUSULTRA

Agenda Nasional di Cibubur, Hari Pramuka Baubau Diundur 18 Agustus

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau menggeser pelaksanaan peringatan Hari Pramuka 2026 dari 14 menjadi 18 Agustus. Perubahan jadwal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan agenda nasional yang akan diikuti para Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) dari seluruh Indonesia, termasuk kegiatan di Jakarta dan pembukaan Jambore Nasional di Cibubur. “Agenda Nasional di Cibubur, Hari Pramuka Baubau Diundur 18 Agustus,”

Agenda Nasional di Cibubur, Hari Pramuka Baubau Diundur 18 Agustus
Agenda Nasional di Cibubur, Hari Pramuka Baubau Diundur 18 Agustus

Penyesuaian itu diputuskan dalam rapat pemantapan panitia rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Baubau. Selain jadwal Hari Pramuka, rapat juga membahas kesiapan perkemahan serta teknis Pawai Obor atau Malam Taptu yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

Asisten I Setda Kota Baubau, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si., mengatakan perubahan jadwal diperlukan agar agenda peringatan Hari Pramuka di daerah tidak bertepatan dengan kegiatan nasional. Para Ketua Kwarcab dijadwalkan menghadiri agenda nasional di Jakarta sekaligus pembukaan Jambore Nasional di Cibubur.

“Penyesuaian ini dilakukan agar pelaksanaan Hari Pramuka di daerah tidak berbenturan dengan agenda nasional yang diikuti para Ketua Kwartir Cabang,” kata La Ode Aswad saat ditemui awak media, Rabu (5/8).

Menurut Aswad, perubahan tanggal tersebut turut berpengaruh terhadap kegiatan perkemahan. Panitia akan menyesuaikan pelaksanaannya dengan jadwal baru, sedangkan rincian teknis kegiatan masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi.

Rapat pemantapan juga memastikan rute Pawai Obor atau Malam Taptu. Prosesi tetap dimulai dari belakang Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), kemudian menuju Kilometer 1, melewati Lapangan Tembak, Jalan Bataraguru, kawasan Toko Maruf Lama, dan berakhir di Simpang Masjid, Jalan Kartini. Sejumlah titik lintasan masih dimatangkan panitia.

Aspek keselamatan menjadi perhatian lain dalam kegiatan tersebut. Pemerintah mengingatkan peserta agar menggunakan obor secara bertanggung jawab karena kegiatan berlangsung pada musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran. Koordinasi teknis diperlukan agar kegiatan berjalan tertib tanpa mengabaikan keselamatan peserta maupun masyarakat di sepanjang rute.

Secara historis, Gerakan Pramuka Indonesia lahir melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 dan secara resmi diperkenalkan pada 14 Agustus 1961. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Pramuka. Secara internasional, gerakan kepanduan telah berkembang sejak awal abad ke-20 setelah Robert Baden-Powell menerbitkan Scouting for Boys pada 1908, yang menjadi salah satu tonggak perkembangan gerakan kepanduan modern di berbagai negara.

baca juga:

  1. HUT ke-81 RI di Baubau Dimatangkan, Gerak Jalan Indah Jadi Agenda Utama Digelar 11–13 Agustus
  2. 300 ASN Baubau Dibekali AI, Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan

Pemkot Baubau berharap perubahan jadwal tersebut tidak mengurangi semangat peringatan Hari Pramuka dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berlangsung aman, tertib, dan meriah serta menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, nasionalisme, dan kebersamaan masyarakat. (*)

baca berita lainnya:

STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan  Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Baubau resmi membuka Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) Angkatan XXX Tahun 2026 yang akan berlangsung di 18 lokasi penempatan. Program tersebut menjadi bagian dari proses akademik untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat. Pembukaan digelar di Kampus STAI YPIQ Baubau, Senin (3/8/2026), dihadiri jajaran pimpinan yayasan, pimpinan kampus, dosen, serta seluruh peserta PPL. “STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi,”

STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi
STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi

Panduan Kota & Daerah

Ketua Panitia PPL Angkatan XXX Tahun 2026, Zul Ikrom Zilsafil, S.Pd., M.Pd., melaporkan, peserta berasal dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok koordinasi, yaitu Kosma A, Kosma B, dan Kosma C, yang akan ditempatkan di delapan Kantor Urusan Agama (KUA) serta sepuluh sekolah dan madrasah. Pembekalan berlangsung pada 3–4 Agustus 2026, pemberangkatan dijadwalkan 6 Agustus, masa praktik berakhir 7 September, dan penarikan peserta dilakukan pada 8 September 2026.

1 2

Ketua STAI YPIQ Baubau, La Ode Abdul Salam Al Amin, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa mahasiswa harus menjaga citra perguruan tinggi selama berada di lokasi praktik. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing maupun koordinator mahasiswa menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan PPL di setiap lokasi penempatan.

“Pentingnya komunikasi yang intensif dengan dosen pembimbing maupun koordinator mahasiswa di setiap lokasi penempatan agar setiap kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik,” ujar La Ode Abdul Salam Al Amin.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Kota Baubau, Ir. Muslihi, M.Si., mengatakan PPL merupakan fase penting yang menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik nyata di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah kompetensi akademik, sosial, dan profesional.

3 1

“Utamakan kedisiplinan. Sikap disiplin akan menjadi pembeda sekaligus mencerminkan kualitas seorang mahasiswa,” tegas Muslihi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menghormati dosen pembimbing, menjaga etika, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama berada di lokasi praktik. Menurutnya, setiap peserta membawa nama baik kampus sehingga perilaku mereka akan menjadi cerminan kualitas lulusan STAI YPIQ Baubau.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa STAI YPIQ Baubau memiliki kualitas dan mampu memberikan kontribusi positif,” katanya.

Selain itu, Muslihi berharap mahasiswa dapat menjadi duta kampus dengan memperkenalkan STAI YPIQ Baubau kepada masyarakat luas. Ia juga mengimbau peserta menjaga kesehatan, menghormati lingkungan tempat praktik, dan selalu berkoordinasi dengan dosen pembimbing apabila menghadapi kendala di lapangan.

Secara historis, program praktik lapangan telah lama menjadi bagian dari sistem  pendidikan tinggi di Indonesia sebagai implementasi kebijakan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang menempatkan mahasiswa pada lingkungan kerja nyata untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat. Di tingkat internasional, model serupa telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi melalui skema field experience, teaching practice, maupun internship, yang dinilai efektif meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi dan memecahkan persoalan di lapangan.

baca juga:

  1. Bapas Baubau Usulkan Pos Bapas Raha Naik Status Menjadi Bapas Muna
  2. Kebakaran Lahan Dekat Kantor Wali Kota Baubau Kembali Terjadi, Damkar Catat 37 Kasus Selama …

Melalui PPL Angkatan XXX Tahun 2026 ini, STAI YPIQ Baubau menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan pengalaman lapangan yang memadai. Kampus berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar sehingga mahasiswa mampu memberikan manfaat bagi lembaga mitra, masyarakat, sekaligus memperkuat reputasi STAI YPIQ Baubau sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia berdaya saing.(*)

 

Visited 23 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *