
STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Baubau resmi membuka Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) Angkatan XXX Tahun 2026 yang akan berlangsung di 18 lokasi penempatan. Program tersebut menjadi bagian dari proses akademik untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat. Pembukaan digelar di Kampus STAI YPIQ Baubau, Senin (3/8/2026), dihadiri jajaran pimpinan yayasan, pimpinan kampus, dosen, serta seluruh peserta PPL. “STAI YPIQ Baubau Buka PPL Angkatan XXX, Mahasiswa Diminta Junjung Disiplin dan Siap Mengabdi di 18 Lokasi,”

Ketua Panitia PPL Angkatan XXX Tahun 2026, Zul Ikrom Zilsafil, S.Pd., M.Pd., melaporkan, peserta berasal dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok koordinasi, yaitu Kosma A, Kosma B, dan Kosma C, yang akan ditempatkan di delapan Kantor Urusan Agama (KUA) serta sepuluh sekolah dan madrasah. Pembekalan berlangsung pada 3–4 Agustus 2026, pemberangkatan dijadwalkan 6 Agustus, masa praktik berakhir 7 September, dan penarikan peserta dilakukan pada 8 September 2026.
Ketua STAI YPIQ Baubau, La Ode Abdul Salam Al Amin, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa mahasiswa harus menjaga citra perguruan tinggi selama berada di lokasi praktik. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing maupun koordinator mahasiswa menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan PPL di setiap lokasi penempatan.
“Pentingnya komunikasi yang intensif dengan dosen pembimbing maupun koordinator mahasiswa di setiap lokasi penempatan agar setiap kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik,” ujar La Ode Abdul Salam Al Amin.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qaimuddin (YPIQ) Kota Baubau, Ir. Muslihi, M.Si., mengatakan PPL merupakan fase penting yang menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik nyata di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah kompetensi akademik, sosial, dan profesional.
“Utamakan kedisiplinan. Sikap disiplin akan menjadi pembeda sekaligus mencerminkan kualitas seorang mahasiswa,” tegas Muslihi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menghormati dosen pembimbing, menjaga etika, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama berada di lokasi praktik. Menurutnya, setiap peserta membawa nama baik kampus sehingga perilaku mereka akan menjadi cerminan kualitas lulusan STAI YPIQ Baubau.
“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa STAI YPIQ Baubau memiliki kualitas dan mampu memberikan kontribusi positif,” katanya.
Selain itu, Muslihi berharap mahasiswa dapat menjadi duta kampus dengan memperkenalkan STAI YPIQ Baubau kepada masyarakat luas. Ia juga mengimbau peserta menjaga kesehatan, menghormati lingkungan tempat praktik, dan selalu berkoordinasi dengan dosen pembimbing apabila menghadapi kendala di lapangan.
Secara historis, program praktik lapangan telah lama menjadi bagian dari sistem pendidikan tinggi di Indonesia sebagai implementasi kebijakan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang menempatkan mahasiswa pada lingkungan kerja nyata untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat. Di tingkat internasional, model serupa telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi melalui skema field experience, teaching practice, maupun internship, yang dinilai efektif meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi dan memecahkan persoalan di lapangan.
baca juga:
- Bapas Baubau Usulkan Pos Bapas Raha Naik Status Menjadi Bapas Muna
- Kebakaran Lahan Dekat Kantor Wali Kota Baubau Kembali Terjadi, Damkar Catat 37 Kasus Selama …
Melalui PPL Angkatan XXX Tahun 2026 ini, STAI YPIQ Baubau menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan pengalaman lapangan yang memadai. Kampus berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar sehingga mahasiswa mampu memberikan manfaat bagi lembaga mitra, masyarakat, sekaligus memperkuat reputasi STAI YPIQ Baubau sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia berdaya saing.(*)
baca berita lainnya:
Pergantian Kapolres Baubau Jadi Momentum Memperkokoh Keamanan Daerah, AKBP Noer Alam Ajak Seluruh Elemen Bersatu Menjaga Keamanan Kota Baubau
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pergantian kepemimpinan di Polres Baubau menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kepolisian, Pemerintah Kota Baubau, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Komitmen tersebut mengemuka dalam acara pisah sambut Kapolres Baubau di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Senin (3/8/2026) malam, yang menandai estafet kepemimpinan dari AKBP Mayestika Hidayat, S.I.K., M.H. kepada AKBP Noer Alam, S.I.K. “Pergantian Kapolres Baubau Jadi Momentum Memperkokoh Keamanan Daerah, AKBP Noer Alam Ajak Seluruh Elemen Bersatu Menjaga Keamanan Kota Baubau,”

Wakil Wali Kota Baubau, Hamsinah Bolu, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan syarat utama keberhasilan pembangunan. Menurutnya, posisi strategis Baubau sebagai kota jasa, pusat pertemuan sejumlah kabupaten di Kepulauan Buton, sekaligus pintu masuk transportasi laut di Sulawesi Tenggara menuntut kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa situasi keamanan yang stabil. Karena itu, dukungan Polres Baubau, Forkopimda, dan seluruh masyarakat sangat penting untuk menjaga daerah ini tetap aman dan tertib,” ujar Hamsinah.
Kapolres Baubau AKBP Noer Alam mengatakan keberhasilan menjaga keamanan bukan semata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan optimal.
“Kami mohon dukungan, doa, bimbingan, dan kerja sama seluruh pihak selama kami menjalankan amanah di Kota Baubau. Keamanan adalah modal utama agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” katanya.
Menurut mantan Kapolres Konawe tersebut, citra Baubau sebagai kota jasa dan tujuan wisata harus terus dijaga melalui situasi yang kondusif. Wisatawan maupun tamu dari berbagai daerah akan merasa aman berkunjung apabila stabilitas keamanan tetap terpelihara. Kondisi itu diyakini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan sektor pariwisata di daerah.
Sementara itu, AKBP Mayestika Hidayat menyampaikan rasa syukur setelah menyelesaikan masa tugas selama sekitar 15 bulan memimpin Polres Baubau. Ia mengungkapkan bahwa serah terima jabatan telah dilaksanakan di Polda Sulawesi Tenggara pada 31 Juli 2026 dan seluruh rangkaian pergantian kepemimpinan berlangsung aman serta lancar. Selanjutnya, ia dipercaya mengemban tugas baru sebagai Wadirlantas Polda Sumatera Selatan.
“Selama bertugas di Baubau kami memperoleh banyak berkah. Kami juga bersyukur dapat kembali bertugas di kampung halaman di Palembang. Sinergi bersama pemerintah daerah dan Forkopimda menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkap Mayestika.
Ia menambahkan, berbagai agenda masyarakat, pemerintahan, hingga kegiatan sosial selama masa kepemimpinannya dapat berlangsung dengan aman berkat kerja sama seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting yang perlu terus dipertahankan oleh kepemimpinan Polres Baubau selanjutnya.
Secara historis, konsep sinergi antara Polri dan pemerintah daerah semakin diperkuat setelah pemisahan Polri dari TNI pada 1 April 1999 sebagai bagian dari reformasi sektor keamanan nasional. Sejak itu, pendekatan pemeliharaan Kamtibmas lebih menitikberatkan pada kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat melalui forum koordinasi lintas sektor. Di tingkat internasional, pendekatan community policing atau pemolisian berbasis masyarakat telah diterapkan di berbagai negara, seperti Jepang melalui sistem Koban dan Inggris melalui Neighbourhood Policing, yang menempatkan kolaborasi masyarakat sebagai kunci menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat.
baca juga:
Acara pisah sambut tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darussalam, unsur Forkopimda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Ketua Bhayangkari beserta jajaran pengurus, dan sejumlah tamu undangan. Pergantian kepemimpinan di Polres Baubau diharapkan menjadi awal penguatan pelayanan kepolisian serta memperkokoh sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga Kota Baubau tetap aman, tertib, dan kondusif.(*)




