PERISTIWA

Polisi Berhasil Ungkap Kerangka Manusia Yang Ditemukan di Buteng, Keluarga Korban Mengenali Identitasnya, Dia Berusia 17 Tahun, Hilang Sejak 2016

LABUNGKARI,DT – Identitas kerangka manusia yanh gegerkan masyarakat, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Rabu pagi (25/10/2023) kemarin akhirnya telah diketahui. “Polisi Berhasil Ungkap Kerangka Manusia Yang Ditemukan di Buteng, Keluarga Korban Mengenali Identitasnya, Dia Berusia 17 Tahun, Hilang Sejak 2016.”

Ia seorang remaja 17 tahun, atas nama Ramadhan, beralamat di Desa Kanapanapa, Kecamatan Mawasangka. Dimana, korban tersebut yang telah lama hilang semenjak tahun 2016.

Kasat Reskrim Polres Buteng, IPTU Sunarton Hafala saat mendampingi Keluarga Korban, Polisi Berhasil Ungkap Kerangka Manusia Yang Ditemukan di Buteng, Keluarga Korban Mengenali Identitasnya, Dia Berusia 17 Tahun, Hilang Sejak 2016
Kasat Reskrim Polres Buteng, IPTU Sunarton Hafala saat mendampingi Keluarga Korban, Polisi Berhasil Ungkap Kerangka Manusia Yang Ditemukan di Buteng, Keluarga Korban Mengenali Identitasnya, Dia Berusia 17 Tahun, Hilang Sejak 2016

“Jadi tadi pagi, sekitar pukul 10.00 siang, sudah ada keluarganya yang datang ambil kerangka di Polsek Mawasangka,” ungkap IPTU Sunarton Hafala, Kasat Reskrim Polres Buteng saat dikonfirmasi, Kamis (26/10/2023)

Lanjutnya, diketahuinya identitas korban, ada salah satu keluarga korban mengenali pakaiannya. Sehingga, kerangka korban dijemput langsung oleh Ibu korban, saudara dan kerabatnya di Polsek Mawasangka.

“Ada keluarga korban yang mengenali pakaian korban, setelah penemuan kerangka tersebut,” jelasnya.

baca juga:

Untuk diketahui, kerangka manusia tersebut, ditemukan oleh dua orang masyarakat yang hendak melakukan aktifitas memasang jerat ayam hutan di hutan Desa Polindu, Kecamatan Mawasangka.

Adapun ciri-ciri kerangka manusia yang ditemukan, yakni menggunakan baju kaos berwarna merah, dengan logo partai, celana pendek bola warna biru strip kuning.(*)

Berita Lainnya:

Hendak Memasang Jerat Ayam Hutan, Warga Buteng Malah Temukan Kerangka Manusia Diduga Korban Dimangsa Ular Piton 2 Tahun Lalu

LABUNGKARI, DT – Penenuman kerangka manusia tanpa identitas, gegerkan masyrakat, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Rabu pagi (25/10/2023), sekitar pukul 09.00 wita. “Hendak Memasang Jerat Ayam Hutan, Warga Buteng Malah Temukan Kerangka Manusia Diduga Korban Dimangsa Ular Piton 2 Tahun Lalu.”

Kerangka manusia tersebut, ditemukan oleh dua orang masyarakat yang hendak melakukan aktifitas memasang jerat ayam hutan di hutan Desa Polindu, Kecamatan Mawasangka.

Personil Sat Reskrim Polres Buteng bersama Polsek Mawasangka saat melakukan olah TKP penemuan kerangka manusia, Hendak Memasng Jerat Ayam Hutan, Warga Buteng Malah Temukan Kerangka Manusia Diduga Korbang Dimangsa Ular Piton 2 Tahun Lalu
Personil Sat Reskrim Polres Buteng bersama Polsek Mawasangka saat melakukan olah TKP penemuan kerangka manusia, Hendak Memasng Jerat Ayam Hutan, Warga Buteng Malah Temukan Kerangka Manusia Diduga Korbang Dimangsa Ular Piton 2 Tahun Lalu

Adapun ciri-ciri kerangka manusia tanpa identitas tersebut, yakni menggunakan baju kaos berwarna merah, dengan logo partai, celana pendek bola warna biru strip kuning.

“Masrakat melihat sosok kerangka manusia itu, terletak diantara bebatuan kemudian mereka melaporkan penemuan itu ke Polsek Mawasangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buteng IPTU Sunarton Hafala.

Lanjutnya, setelah mendapatkan laporan, personil Polsek Mawasangka melakukan koordinasi dengan Sat Reskrim Polres Buteng untuk langkah penanganan selanjutnya hinga melakukan oleh TKP.

“Di TKP ditemukan kondisi tulang belulang, sudah terkumpul satu tempat dengan posisi melingkar, sebagian tulang sudah tertanam dalam akar pepohonan sekitar TKP,” jelasnya.

baca juga:

Sementara itu, dugaan sementara kerangka manusia tanpa identitas tersebut, diperkirakan berada di TKP kurang lebih diatas dua tahun, dan merupakan korban yang dimangsa oleh ular. Sebab, dilokasi tersebut merupakan tempat habitan ular piton.

“Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi, yang menerangkan bahwa sebelum ditemukan kerangka manusia tersebut saksi melihat ada ular jenis piton besar di sekitaran TKP,” tuturnya.

Saat ini, Bhabin Kamtibmas dan Kapolsek Mawasangka masih mencari informasi dimasyarakat, yang merasa kehilangan keluarga untuk menghubungi Polsek Mawasangka.(*)

Berita Lainnya:

Tabrakan Kapal KM Rejeki dan MV Sami di Tanjung Pamali Perairan Buton, Satu ABK KM Rejeki Hilang

BAUBAU, DT – Kecelakaan kapal di perairan Tanjung Pemali, Kabupaten Buton, melibatkan KM Sumber Rejeki 03 dengan kapal MV Sami, Sabtu dini hari (21/10/2023) sekitar pukul 03.00 wita. “Tabrakan Kapal KM Rejeki dan MV Sami di Tanjung Pamali Perairan Buton, Satu ABK KM Rejeki Hilang.”

KM Sumber Rejeki 03 yang bermuatan 6 orang dengan rute perjalanan dari Binongko Kabupaten Wakatobi menuju Baubau. Sedangkan MV Sami bermuatan 25 orang dengan rute dari Banjarmasin menuju Maluku Utara.

Tim SAR saat akan melakukan evakuasi kecelakan dua Kapal di Tanjung Pamali, Tabrakan Kapal KM Rejeki dan MV Sami di Tanjung Pamali Perairan Buton, Satu ABK KM Rejeki Hilang
Tim SAR saat akan melakukan evakuasi kecelakan dua Kapal di Tanjung Pamali, Tabrakan Kapal KM Rejeki dan MV Sami di Tanjung Pamali Perairan Buton, Satu ABK KM Rejeki Hilang

Tabrakan tersebut menyebabkan anjungan kapal rusak parah. Selain itu, satu orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Sumber Rejeki 03 Gt 81, atas nama Doni berusia 35 tahun terjatuh ke laut dan hilang.

“ABK dari KM Sumber Rejeki 03 tidak berada dikapal, pada saat pengecekan diduga korban terjatuh ke laut, mengingat kondisi kapal KM Sumber Rejeki 03 mengalami kerusakan yang parah akibat tabrakan tersebut,” ungkap Muhamad Arafah, Kepala KPP Kendari melalui rilisnya.

baca juga:

Sementara itu, setelah mendaptakn laporan kecalakan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju LKK dengan menggunakan RB 210 Kendari untuk memberikan bantuan SAR. Untuk Jarak LKK dengan Pelabuhan Murhum Baubau sekitar 28 NM atau 36,5 KM

“Tim Resque dari Basarnas Kendari juga dikerahkan untuk mengevakuasi terhadap ABK dan kapal yang rusak,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *