
Super Air Jet Kembali Terbang Rute Makassar-Baubau Mulai 1 Oktober Setiap Hari, Tiket Diupayakan di Bawah Rp1 Juta
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Konektivitas udara masyarakat Kepulauan Buton menuju Makassar kembali diperkuat setelah Super Air Jet (SAJ) dipastikan melayani rute Makassar (UPG)-Baubau (BUW) pulang-pergi mulai 1 Oktober 2026. Penerbangan reguler tersebut dijadwalkan berlangsung setiap hari melalui Bandara Betoambari dengan kapasitas sekitar 200 penumpang per hari. “Super Air Jet Kembali Terbang Rute Makassar-Baubau Mulai 1 Oktober Setiap Hari, Tiket Diupayakan di Bawah Rp1 Juta,”

Kepastian itu disampaikan Kepala Bandara Betoambari Baubau Anas La Bakara, Kamis (24/9/2026). Menurut dia, pengoperasian kembali SAJ merupakan hasil dukungan Pemerintah Kota Baubau bersama pemerintah daerah di Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Buton Utara untuk memperkuat akses transportasi udara kawasan Kepulauan Buton.
“Mulai 1 Oktober nanti, Super Air Jet akan kembali beroperasi di Bandara Betoambari. Ini adalah dukungan konkret dari Wali Kota Baubau bersama para bupati se-Kawasan Buton,” kata Anas.
Selain menambah pilihan penerbangan, kehadiran kembali SAJ diharapkan memberikan dampak terhadap keterjangkauan harga tiket. Anas mengatakan harga penerbangan yang sebelumnya dapat mencapai Rp1,7 juta diharapkan bisa ditekan melalui layanan tersebut, dengan upaya harga berada di bawah Rp1 juta.
“Harapannya, seluruh masyarakat Kepulauan Buton bisa menikmati penerbangan dengan harga terjangkau. Selama ini harga tiket bisa mencapai Rp1,7 juta, ke depannya kami upayakan agar lebih murah dan harga di bawah Rp1 juta,” ujarnya.
Anas mengatakan keberlanjutan layanan penerbangan juga telah disiapkan melalui kerja sama yang dituangkan dalam jaminan garansi. Langkah itu sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kelangsungan penerbangan setelah periode layanan sebelumnya. “Insyaallah per 1 Oktober siap beroperasi. Semua hal dalam kontrak sudah dipenuhi,” katanya.
Secara operasional, penerbangan Makassar-Baubau dijadwalkan berangkat pukul 08.30 WITA dan tiba pukul 09.30 WITA. Penerbangan yang bermalam di Baubau dijadwalkan berangkat pukul 06.30 WITA dan tiba di tujuan pukul 15.00 WITA. Tiket dapat dibeli melalui saluran penjualan daring. Pihak Bandara Betoambari menyatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan.
baca juga:
- Tiga Titik Api Membara Lagi di Bukit Wantiro,Tim Gabungan Bergerak Hadapi Tebing, Polisi Imbau Warga Waspadai Musim Kemarau
- Rokok Ilegal Disamarkan sebagai ATK dalam Truk Ekspedisi, Polres Baubau Amankan 11.790 Bungkus …
Kembalinya penerbangan ini sekaligus melanjutkan sejarah panjang Betoambari sebagai simpul transportasi udara Buton. Bandara tersebut mulai dibangun pada 1975/1976 dan diresmikan sebagai lapangan terbang perintis pada 22 Oktober 1976. Pada 1984, pengelolaannya beralih kepada Departemen Perhubungan dan namanya menjadi Bandar Udara Betoambari Baubau. Dalam konteks nasional, penerbangan sipil Indonesia sendiri berkembang sejak masa awal kemerdekaan; Garuda Indonesian Airways lahir pada 1949 dan penerbangan perdananya berlangsung pada 28 Desember tahun yang sama.(*)
baca berita lainnya:
284,3 Juta Penduduk Terlindungi JKN, BPJS Dorong Layanan Berbasis Nilai
JAKARTA, DURASITIMES.COM – Perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini memasuki fase ketika ukuran keberhasilan tidak lagi semata-mata dilihat dari banyaknya penduduk yang terlindungi. Per 1 September 2026, sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia telah tercakup JKN. BPJS Kesehatan pun mendorong fasilitas kesehatan memastikan perluasan akses tersebut diikuti pelayanan yang bermutu dan memberikan hasil kesehatan yang optimal. “284,3 Juta Penduduk Terlindungi JKN, BPJS Dorong Layanan Berbasis Nilai,”

Dorongan itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Menurut Prihati, cakupan yang hampir menyeluruh membuat tanggung jawab penyelenggara dan fasilitas kesehatan semakin besar, terutama dalam memastikan peserta memperoleh layanan ketika membutuhkan pengobatan.
“Per 1 September 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia,” kata Prihati.
Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong perubahan orientasi dari volume menuju value. Pendekatan value-based care diarahkan agar peserta mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis, pada waktu yang tepat, serta menghasilkan manfaat kesehatan yang lebih baik. “Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik,” ujar Prihati.
Dorongan terhadap mutu juga berkaitan dengan besarnya pembiayaan yang telah dialokasikan untuk pelayanan peserta. Sepanjang 2014–2025, BPJS Kesehatan mencatat pembayaran lebih dari Rp1.279,8 triliun kepada fasilitas kesehatan. Pembiayaan tersebut antara lain menopang pelayanan bagi peserta dengan penyakit berbiaya mahal dan kebutuhan perawatan jangka panjang.
Secara historis, JKN mulai beroperasi pada1 Januari 2014 sebagai bagian dari reformasi sistem jaminan sosial kesehatan Indonesia. Pada awal pelaksanaannya, target kepesertaan diproyeksikan sekitar 121,6 juta orang. Jumlah aktual pada Desember 2014 telah mencapai sekitar 138 juta peserta.
Dalam perkembangannya, JKN menjadi instrumen utama Indonesia menuju cakupan kesehatan semesta. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah peserta telah melampaui 260 juta orang atau lebih dari 95 persen populasi pada Desember 2023. WHO juga mencatat bahwa pada 2014, perlindungan finansial kesehatan di Indonesia masih mencakup kurang dari separuh penduduk dan pengeluaran langsung masyarakat (out-of-pocket) mencapai 45 persen dari belanja kesehatan saat itu.
Agenda memperluas kepesertaan sekaligus meningkatkan mutu tersebut sejalan dengan konsep UHC yang berkembang secara global. WHO menempatkan UHC bukan sekadar perluasan jumlah orang yang tercakup, tetapi juga perluasan layanan kesehatan yang dibutuhkan dan pengurangan beban pembayaran langsung masyarakat. Komitmen menuju UHC sendiri telah menjadi agenda global negara-negara anggota WHO sejak 2005.
Di tingkat layanan, BPJS Kesehatan memberikan Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan yang menunjukkan komitmen dan kinerja pelayanan JKN. Penghargaan itu diarahkan sebagai pemicu pertukaran praktik baik, inovasi, dan penguatan akuntabilitas. “Fasilitas kesehatan yang memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN,” kata Prihati.
baca juga:
- Teror Video Pribadi Tak Pantas Mantan Kekasih Disebar ke Ibu dan Teman Lewat Whatsapp, Pria Baubau Diamankan Polisi
- Reses Anggota DPRD Baubau Naslia Alu Serap Aspirasi Warga Waruruma, Desil Bansos Jadi …
Penguatan pengalaman peserta juga dilakukan melalui peluncuran wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu. Di sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan memperkuat koordinasi dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) melalui skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), sehingga peserta JKN yang memiliki asuransi kesehatan tambahan dapat memperoleh manfaat kenaikan kelas perawatan melalui koordinasi pembiayaan. Dengan cakupan peserta yang telah mendekati seluruh populasi, tantangan berikutnya adalah memastikan kepesertaan tersebut benar-benar berujung pada akses layanan yang bermutu dan perlindungan finansial ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan.(*)

