KOTA BAUBAUPENDIDIKANSULTRA

Pimpin SMAN 1 Baubau, Samsuriati Prioritaskan Disiplin dan Kebersihan Lebih Dulu, Kemudian Siapkan Pemulihan Prestasi Hingga Tingkat Nasional

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM– Kepala SMA Negeri 1 Baubau Samsuriati AH, S.Pd., M.M., memprioritaskan pembenahan kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan sekolah pada bulan pertama masa kepemimpinannya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan warga sekolah sekaligus memulihkan prestasi akademik dan nonakademik agar kembali mampu bersaing di tingkat nasional. “Pimpin SMAN 1 Baubau, Samsuriati Prioritaskan Disiplin dan Kebersihan Lebih Dulu, Kemudian Siapkan Pemulihan Prestasi Hingga Tingkat Nasional”

Pimpin SMAN 1 Baubau, Samsuriati Prioritaskan Disiplin dan Kebersihan Lebih Dulu, Kemudian Siapkan Pemulihan Prestasi Hingga Tingkat Nasional

Pimpin SMAN 1 Baubau, Samsuriati Prioritaskan Disiplin dan Kebersihan Lebih Dulu, Kemudian Siapkan Pemulihan Prestasi Hingga Tingkat Nasional

Samsuriati mulai bertugas pada 28 September 2026 setelah dilantik pada 21 September dan menjalani serah terima jabatan di Aula SMA Negeri 1 Baubau pada 26 September 2026. Prioritas pembenahan lingkungan itu merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., yang diterimanya setelah pelantikan.

Dalam apel pagi yang diikuti sekitar 1.300 siswa dan seluruh dewan guru, Samsuriati memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan agenda pembenahan sekolah. Setelah apel, ia meninjau dan mendokumentasikan kondisi sejumlah area sekolah untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu dibenahi. “Saya berharap semuanya mendukung agar target kebersihan, kerapian, dan kenyamanan sekolah dapat terwujud dalam waktu satu bulan,” ujarnya kepada Baubau Post, Rabu (7/10/2026).

Ia menegaskan, pembenahan lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada petugas kebersihan. Seluruh warga sekolah perlu membangun kebiasaan menjaga fasilitas dan membuang sampah pada tempatnya. “Keberhasilan sekolah adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Samsuriati.

Di luar pembenahan fisik, tantangan berikutnya ialah mengangkat kembali capaian SMA Negeri 1 Baubau dalam kompetisi tingkat nasional. Pada 2018, sekolah tersebut mengirimkan tiga dari delapan bidang studi yang lolos ke tingkat nasional, sedangkan lima bidang lainnya berasal dari SMA Negeri 2 Baubau. Meski masih mendominasi capaian di tingkat Kota Baubau, dalam tiga tahun terakhir peserta SMA Negeri 1 Baubau belum berhasil menembus tingkat nasional pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Samsuriati menyatakan akan mempertahankan capaian yang telah dibangun para pendahulunya sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa. “Saya akan mempertahankan seluruh prestasi yang telah diraih pendahulu, sekaligus berjuang mengembalikan kejayaan SMA Negeri 1 Baubau agar kembali mampu bersaing hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Sebelum memimpin sekolah tersebut, Samsuriati telah menempuh sejumlah tahapan pengembangan kompetensi. Ia meraih sertifikat Cakep pada 2017, lulus sebagai Guru Penggerak pada 2022, lulus BCKS pada 2025, serta mengikuti asesmen calon kepala sekolah yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2026. Untuk dua bulan pertama, program kerjanya disusun bertahap: bulan pertama berfokus pada kebersihan, kerapian, dan kenyamanan sekolah, sedangkan bulan kedua diarahkan pada penegakan disiplin secara menyeluruh serta penguatan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.

baca juga:

  1. Kabut Asap Kembali Ganggu Baubau, Konsentrasi PM2.5 Baubau Sempat 34,5 µg/m³, Pemkot Baubau Minta Warga Waspada, Pakai Masker, dan Hentikan Bakar lahan
  2. HUT Baubau ke-485, Dinkes Bekali Pelajar SMAN 1 dengan Edukasi Triple Eliminasi …

 

Pembenahan tersebut sejalan dengan perhatian dunia pendidikan terhadap lingkungan belajar yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan siswa. Namun, pemulihan prestasi SMA Negeri 1 Baubau tetap membutuhkan evaluasi capaian, pembinaan siswa, serta dukungan guru dan orang tua. Keberhasilan program itu akan terlihat dari konsistensi pelaksanaan pembenahan dan kemampuan siswa kembali meraih hasil kompetisi yang lebih tinggi. (*)

baca berita lainnya:

Buton selatan, Baubau, dan Buton Bersinergi Stabilkan Harga Komoditas Pangan untuk Kendalikan Inflasi

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM—  Pemerintah Kota Baubau, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Buton Selatan menyatukan langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan melalui kerja sama antardaerah. Kesepakatan yang ditandatangani Senin (5/10/2026) itu diarahkan untuk memperlancar pasokan, memperluas distribusi, dan menjaga keterjangkauan harga komoditas pangan, terutama hortikultura. “Buton selatan, Baubau, dan Buton Bersinergi Stabilkan Harga Komoditas Pangan untuk Kendalikan Inflasi,”

Buton selatan, Baubau, dan Buton Bersinergi Stabilkan Harga Komoditas Pangan untuk Kendalikan Inflasi
Buton selatan, Baubau, dan Buton Bersinergi Stabilkan Harga Komoditas Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Liburan Pantai

Kerja sama tersebut ditandatangani Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, dan Bupati Buton Selatan Muhammad Adios. Ketiga  pemerintah daerah melihat perlunya mekanisme distribusi lintas wilayah karena terdapat daerah yang mengalami kelebihan pasokan komoditas tertentu, sementara wilayah lain menghadapi kekurangan.

Yusran mengatakan stabilitas pangan tidak dapat ditangani sendiri-sendiri karena rantai pasok komoditas bergerak melampaui batas administratif. “Kerja sama ini bukan sekadar kesepakatan tertulis, tetapi langkah nyata untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” kata Yusran.

Melalui kesepakatan itu, pemerintah daerah akan melakukan pemantauan harga secara bersama, bertukar data stok dan perkembangan harga, serta memperluas distribusi komoditas yang berpotensi menyumbang inflasi. Pemerintah juga akan memperkuat komunikasi kepada masyarakat mengenai kondisi pasokan dan harga pangan agar informasi yang beredar lebih terbuka.

Fokus kerja sama terutama diarahkan pada komoditas hortikultura berdasarkan pemetaan kelebihan dan kekurangan pasokan di Baubau, Buton, dan Buton Selatan. Pelaksanaannya akan melibatkan sumber daya masing-masing daerah dan dapat diperkuat dengan peran badan usaha milik daerah, koperasi, serta pelaku usaha melalui Perjanjian Kerja Sama yang disusun secara teknis.

Kesepakatan tersebut berlaku selama dua tahun sejak penandatanganan dan dievaluasi setiap tahun. Pembiayaannya bersumber dari anggaran masing-masing pemerintah daerah serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Apabila muncul perbedaan pandangan dalam pelaksanaan, ketiga daerah sepakat menyelesaikannya melalui musyawarah.

Kerja sama pengendalian harga pangan merupakan bagian dari tantangan yang lebih luas dalam menjaga stabilitas ekonomi. Di Indonesia, pengendalian inflasi pangan menjadi perhatian penting sejak periode gejolak harga komoditas dan krisis ekonomi 1997–1998. Secara global, lonjakan harga pangan kembali menjadi persoalan besar setelah pandemi Covid-19 dan gangguan rantai pasok dunia, yang kemudian diperburuk oleh konflik geopolitik serta kenaikan harga energi dan pangan internasional.

baca juga:

  1. Hari Jadi Kota Baubau ke-25 Sebagai Darah Otonom, Dinkes Perkuat Edukasi HIV, Sifilis, dan Hepatitis Pada 80 Pelajar SMAN 1
  2. Porprov XV Sultra 2026 di Kendari, Buton Selatan Andalkan Silat untuk Raih Prestasi, Dukungan Anggaran …

Karena itu, kerja sama Baubau, Buton, dan Buton Selatan menempatkan kelancaran pasokan sebagai salah satu instrumen untuk meredam tekanan harga dari sisi distribusi. Ketiga daerah berharap koordinasi data, pemetaan surplus-defisit, dan keterlibatan pelaku usaha dapat membuat pergerakan pangan lebih efisien sekaligus menjaga daya beli masyarakat.(*)

 

Visited 5 times, 5 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *