Kabupaten Buton SelatanSULTRA

Wakili Sultra, BKMT Buton Selatan Sabet Juara 1 Paduan Suara Nasional di Jakarta

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Buton Selatan meraih Juara 1 Lomba Paduan Suara pada Grand Final BKMT Festival tingkat nasional di Gedung Serbaguna (SG2) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Prestasi tersebut menempatkan Buton Selatan di posisi teratas, mengungguli BKMT Sumatera Selatan dan BKMT Sulawesi Utara. “Wakili Sultra, BKMT Buton Selatan Sabet Juara 1 Paduan Suara Nasional di Jakarta,”

 

Wakili Sultra, BKMT Buton Selatan Sabet Juara 1 Paduan Suara Nasional di Jakarta
Wakili Sultra, BKMT Buton Selatan Sabet Juara 1 Paduan Suara Nasional di Jakarta

Keberhasilan itu diperoleh setelah tim Buton Selatan melalui tahapan kompetisi di tingkat Sulawesi Tenggara. Pada April 2026, mereka lebih dahulu menjadi juara Lomba Paduan Suara Himne dan Mars BKMT tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil tersebut mengantarkan BKMT Buton Selatan sebagai wakil Sultra dalam kompetisi nasional.

Ketua BKMT Buton Selatan, Hj. Sitti Norma Adios, memimpin langsung rombongan dalam perjalanan ke Jakarta. Ia menyebut capaian tersebut tidak semata-mata menjadi keberhasilan organisasi, tetapi juga menunjukkan hasil kerja bersama para anggota majelis taklim yang membawa identitas daerah ke tingkat nasional.

“Ini bukan sekadar piala atau kemenangan. Ini adalah bukti bahwa semangat keagamaan, persaudaraan, dan kerja keras ibu-ibu di Buton Selatan mampu bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat nasional,” kata Sitti Norma Adios.

Kemenangan itu menjadi bagian dari rangkaian Muktamar X BKMT, Grand Final BKMT Festival, dan Tasyakur Milad ke-45 BKMT yang berlangsung 24–26 September 2026. Selain paduan suara, festival tersebut mempertandingkan Mars BKMT, MTQ, pidato, dan seni rebana qasidah. Pada rangkaian yang sama, Muktamar X BKMT membahas pertanggungjawaban kepengurusan 2021–2026, program kerja, sidang komisi, serta pelantikan pengurus periode 2026–2031.

Secara historis, BKMT merupakan wadah nasional yang berkembang dari aktivitas majelis taklim di tengah masyarakat Indonesia. Organisasi ini kemudian menjadi ruang pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial, dan silaturahmi bagi anggota majelis taklim di berbagai daerah. Perkembangan tersebut membuat kegiatan BKMT tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga memberi ruang bagi ekspresi seni dan kebudayaan Islam, termasuk melalui festival dan perlombaan.

Setelah meraih gelar juara nasional, kontingen BKMT Buton Selatan dijadwalkan kembali tampil pada puncak Tasyakur Milad ke-45 BKMT di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). “Kami bangga bisa membawa nama Sulawesi Tenggara, khususnya Buton Selatan, dikenal di kancah bangsa,” ujar Sitti Norma Adios.

baca juga:

  1. Gandeng Kejari Buton Pemkab Buton Selatan Bekali Aparatur Soal Gratifikasi dan Benturan Kepentingan
  2. 21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen

Prestasi tersebut menambah catatan kiprah BKMT Buton Selatan sekaligus memperluas representasi Sulawesi Tenggara dalam kegiatan organisasi majelis taklim tingkat nasional. Bagi kontingen daerah, kemenangan di Jakarta menjadi hasil dari proses berjenjang, mulai dari kompetisi tingkat provinsi hingga tampil sebagai juara pada panggung nasional.(*)

baca berita lainnya:

Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa Sasar Pencegahan Anemia Remaja, Lima Siswi Minum TTD Serentak Cegah Anemia

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — SMA Negeri 1 Lapandewa, Kecamatan Lapandewa, menjadi lokasi penguatan pencegahan anemia dan stunting melalui Gerakan Cegah Stunting lewat Aksi Bergizi di Sekolah, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menggabungkan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Cek  Kesehatan Gratis (CKG), serta penandatanganan nota kesepahaman Gerakan Sekolah Sehat. “Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa Sasar Pencegahan Anemia Remaja, Lima Siswi  Minum TTD Serentak Cegah Anemia,”

 

Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa Sasar Pencegahan Anemia Remaja, Lima Siswi Minum TTD Serentak Cegah Anemia
Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa Sasar Pencegahan Anemia Remaja, Lima Siswi Minum TTD Serentak Cegah Anemia

Konsultasi Dokter

Pelaksanaan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa ditandai dengan konsumsi TTD secara serentak oleh lima siswi bersama para siswa lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya pencegahan anemia sejak usia sekolah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sijatiku, SKM., M.Kes., mengatakan perhatian terhadap siswa SMA menjadi bagian penting dalam pencegahan masalah gizi jangka panjang. Berdasarkan data Sigizikesga/e-PPGBM dan data riil puskesmas hingga Juli 2026, angka stunting Kabupaten Buton Selatan mencapai 18,2 persen dan berada pada urutan ketiga tertinggi. Sementara itu, wilayah Puskesmas Lapandewa mencatat 28,7 persen atau tertinggi kedua setelah Puskesmas Batu Atas Barat.

“Remaja putri hari ini adalah calon ibu masa depan. Mencegah anemia sejak dini berarti menjaga  kesehatan reproduksi sekaligus menekan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun stunting,” kata Sijatiku.

Menurut Sijatiku, data stunting harus dibaca berdasarkan metode pengukurannya. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting sebesar 38,9 persen, tetapi angka tersebut tidak dapat dibandingkan langsung dengan data Sigizikesga/e-PPGBM karena terdapat perbedaan sumber, metode, dan waktu pengukuran.

Di SMA Negeri 1 Lapandewa, intervensi tidak hanya menyasar siswa. Pada rangkaian kegiatan yang sama, bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diberikan kepada dua ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta tiga balita penderita stunting dan kurang gizi. Bantuan dari Pemerintah Pusat itu akan diantar langsung ke rumah penerima oleh petugas puskesmas.

Mewakili Bupati Buton Selatan, Asisten II Setda, Drs. La Safilin, M.Si., menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sehat generasi muda. “Kesehatan adalah modal utama. Semoga ini bukan seremonial belaka, melainkan awal perubahan pola hidup sehat,” ujarnya. Ia mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan pemerintah desa berkolaborasi menurunkan angka stunting.

baca juga:

  1. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Letakkan Batu Pertama KNMP di Tiga Desa Buton Selatan, Rantai Ekonomi Nelayan Diperkuat
  2. Tambang Diduga Ilegal di Lawela Disidak, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Minta Ditertibkan

Penempatan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa juga memperkuat pendekatan pencegahan yang dimulai sebelum seseorang memasuki fase kehamilan. Secara nasional dan global, pencegahan anemia pada remaja putri menjadi bagian dari upaya memperbaiki kesehatan ibu dan anak pada masa mendatang. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Kepala Kemenag Buton Selatan, Camat Lapandewa, Kapolsek, Kepala SMA Negeri 1 Lapandewa, para kepala desa, serta para siswa.(*)

 

Visited 39 times, 39 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *