
Kepala BKAD Buton Selatan Hasmin Joko Ungkap APBD Perubahan Busel Tercepat, Tinggal Menunggu SK Gubernur Sultra, Anggaran Disiapkan untuk Dukung Visi Bupati Wujudkan Program Listrik Kepulauan
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) menyelesaikan tahapan pembahasan dan evaluasi APBD Perubahan 2026 lebih cepat dibanding sejumlah pemerintah daerah lain di Sulawesi Tenggara. Dokumen tersebut kini berada pada tahap menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra mengenai hasil evaluasi. “Kepala BKAD Buton Selatan Hasmin Joko Ungkap APBD Perubahan Busel Tercepat, Tinggal Menunggu SK Gubernur Sultra, Anggaran Disiapkan untuk Dukung Visi Bupati Wujudkan Program Listrik Kepulauan,”

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Buton Selatan Hasmin Joko SE MSi mengatakan dokumen APBD Perubahan Busel telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sekitar dua pekan sebelum wawancara pada Kamis (1/10/2026). Evaluasi juga telah dilaksanakan pada Rabu, sehingga pemerintah daerah tinggal menunggu penerbitan SK gubernur.
“Posisi per hari ini kami sedang menunggu SK Gubernur terkait hasil evaluasi APBD Perubahan,” kata Hasmin saat diwawancarai, Kamis (1/10/2026).
Dalam proses evaluasi tersebut, kata Hasmin, terdapat tiga pemerintah daerah yang telah masuk lebih dahulu, yakni Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi. Ia menyebut percepatan Busel tidak terlepas dari dukungan DPRD dalam pembahasan anggaran. Kondisi ini sekaligus menjadi pembelajaran dari pengalaman sebelumnya ketika proses penganggaran Busel sempat mengalami keterlambatan.
Dari sisi pelaksanaan APBD 2026, realisasi anggaran hingga triwulan III telah melampaui target. Komponen yang paling mendorong realisasi berasal dari belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Sementara belanja modal masih menunggu realisasi pekerjaan pembangunan Kantor Bupati Buton Selatan yang memasuki tahap pertama pencairan pada Oktober. Pekerjaan tersebut tidak menggunakan uang muka dan masih memiliki tahapan pencairan berikutnya.
Percepatan APBD Perubahan juga diarahkan untuk mendukung visi dan misi Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios. Salah satu perhatian pemerintah daerah ialah penyediaan listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Rencana yang sebelumnya dikaitkan dengan kabel bawah laut kemudian diarahkan pada pengadaan mesin pembangkit yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan program.
“Intinya bagaimana saudara-saudara kita yang ada di kepulauan itu bisa terang 24 jam,” ujar Hasmin.
Skema penyediaan energi tersebut akan menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam sistem hybrid. Dengan mekanisme itu, kedua sumber energi diharapkan dapat saling menopang ketika salah satu sumber tidak beroperasi. Pemerintah daerah menargetkan sistem tersebut dapat mendukung kebutuhan listrik masyarakat kepulauan pada tahun depan, sementara lahan untuk pembangunan PLTS disebut telah diselesaikan.
Percepatan siklus penganggaran daerah merupakan bagian penting dalam pengelolaan keuangan publik karena APBD menjadi instrumen pemerintah daerah untuk membiayai pelayanan publik dan pembangunan.
baca juga:
- Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Buton Selatan Serukan Nilai Kebangsaan
- Bupati H Muh Adios Bangga BKMT Buton Selatan Tampil Memukau dan Juara di Panggung Nasional …
Secara historis, praktik penganggaran daerah di Indonesia terus diarahkan agar lebih tepat waktu dan selaras dengan siklus APBN serta perencanaan pembangunan. Dalam konteks Busel, Hasmin Joko mengatakan pemerintah daerah kini menunggu SK Gubernur dan berharap tahapan APBD Perubahan 2026 dapat segera dituntaskan tanpa kendala.(*)
baca berita lainnya:
Dukungan Diusulkan Hampir Rp600 Juta, Buton Selatan Bersiap Hadapi Porprov Sultra ke XV di Kendari, Andalkan Silat Untuk Raih Pretasi
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — Kontingen Kabupaten Buton Selatan mulai memantapkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sulawesi Tenggara 2026 di Kota Kendari. Sebanyak 20 cabang olahraga telah terdaftar, dengan pencak silat menjadi salah satu cabang yang diandalkan untuk mendulang prestasi. “Dukungan Diusulkan Hampir Rp600 Juta, Buton Selatan Bersiap Hadapi Porprov Sultra ke XV di Kendari, Andalkan Silat Untuk Raih Pretasi,”

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Buton Selatan, La Salimu, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran melalui dana hibah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Nilai dukungan tersebut mencapai hampir Rp600 juta dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Dana tersebut menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, apalagi di tengah upaya efisiensi anggaran saat ini. Kita tidak bisa menyamakan dengan daerah lain,” ujar La Salimu saat ditemui Baubau Post, Selasa (29/9/2026).
Menurut La Salimu, penyelenggaraan Porprov berada dalam koordinasi KONI, sedangkan pemerintah daerah berperan memberikan dukungan pembiayaan. Karena itu, Pemkab Buton Selatan dan KONI terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan sesuai kemampuan daerah.
“Peran pemerintah daerah adalah memberikan dukungan anggaran yang dituangkan dalam bentuk dana hibah. Jadi kita bekerja sama dan terus berkoordinasi antara pemerintah daerah dengan KONI,” katanya.
Dari 20 cabang olahraga yang telah terdaftar, daftar resmi cabang yang nantinya benar-benar akan diikuti kontingen Buton Selatan masih dalam tahap penetapan. Meski demikian, cabang olahraga silat telah diposisikan sebagai salah satu kekuatan utama daerah dalam menghadapi ajang olahraga tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut.
Porprov merupakan bagian dari tradisi pembinaan olahraga daerah di Indonesia yang berkembang dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak 1948. Secara lebih luas, kompetisi olahraga antardaerah menjadi salah satu jalur pembinaan atlet sebelum memasuki jenjang nasional dan internasional. Cabang pencak silat sendiri memiliki akar tradisi yang kuat di Indonesia dan resmi dipertandingkan di tingkat internasional, termasuk dalam Asian Games sejak 2018.
baca juga:
La Salimu meminta seluruh atlet dan kontingen Buton Selatan menjadikan Porprov XV sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperjuangkan prestasi daerah. “Semua harus berjuang meraih prestasi. Untuk Porprov nanti, harus tampil dengan semangat penuh di kejuaraan tersebut,” tandasnya.(*)
