
Dukungan Diusulkan Hampir Rp600 Juta, Buton Selatan Bersiap Hadapi Porprov Sultra ke XV di Kendari, Andalkan Silat Untuk Raih Pretasi
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — Kontingen Kabupaten Buton Selatan mulai memantapkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sulawesi Tenggara 2026 di Kota Kendari. Sebanyak 20 cabang olahraga telah terdaftar, dengan pencak silat menjadi salah satu cabang yang diandalkan untuk mendulang prestasi. “Dukungan Diusulkan Hampir Rp600 Juta, Buton Selatan Bersiap Hadapi Porprov Sultra ke XV di Kendari, Andalkan Silat Untuk Raih Pretasi,”

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Buton Selatan, La Salimu, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran melalui dana hibah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Nilai dukungan tersebut mencapai hampir Rp600 juta dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Dana tersebut menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, apalagi di tengah upaya efisiensi anggaran saat ini. Kita tidak bisa menyamakan dengan daerah lain,” ujar La Salimu saat ditemui Baubau Post, Selasa (29/9/2026).
Menurut La Salimu, penyelenggaraan Porprov berada dalam koordinasi KONI, sedangkan pemerintah daerah berperan memberikan dukungan pembiayaan. Karena itu, Pemkab Buton Selatan dan KONI terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan sesuai kemampuan daerah.
“Peran pemerintah daerah adalah memberikan dukungan anggaran yang dituangkan dalam bentuk dana hibah. Jadi kita bekerja sama dan terus berkoordinasi antara pemerintah daerah dengan KONI,” katanya.
Dari 20 cabang olahraga yang telah terdaftar, daftar resmi cabang yang nantinya benar-benar akan diikuti kontingen Buton Selatan masih dalam tahap penetapan. Meski demikian, cabang olahraga silat telah diposisikan sebagai salah satu kekuatan utama daerah dalam menghadapi ajang olahraga tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut.
Porprov merupakan bagian dari tradisi pembinaan olahraga daerah di Indonesia yang berkembang dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak 1948. Secara lebih luas, kompetisi olahraga antardaerah menjadi salah satu jalur pembinaan atlet sebelum memasuki jenjang nasional dan internasional. Cabang pencak silat sendiri memiliki akar tradisi yang kuat di Indonesia dan resmi dipertandingkan di tingkat internasional, termasuk dalam Asian Games sejak 2018.
baca juga:
La Salimu meminta seluruh atlet dan kontingen Buton Selatan menjadikan Porprov XV sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperjuangkan prestasi daerah. “Semua harus berjuang meraih prestasi. Untuk Porprov nanti, harus tampil dengan semangat penuh di kejuaraan tersebut,” tandasnya.(*)
baca berita lainnya:
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Buton Selatan Serukan Nilai Kebangsaan
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM– Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menempatkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara yang digelar di Lapangan SMP Negeri 1 Batauga, Kamis (1/10/2026). “Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Buton Selatan Serukan Nilai Kebangsaan,”

Upacara diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para asisten, staf ahli bupati, kepala bagian, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Insanu, SKM., M.Si., memimpin upacara dengan mewakili Bupati Buton Selatan.
baca juga:
- Gandeng Kejari Buton Pemkab Buton Selatan Bekali Aparatur Soal Gratifikasi dan Benturan Kepentingan
- 21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen …
Melalui peringatan tersebut, Pemkab Buton Selatan kembali mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Pesan itu sekaligus menempatkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai ruang refleksi atas perjalanan sejarah bangsa dan tanggung jawab generasi sekarang dalam menjaga persatuan Indonesia.(*)
