
Operasi SAR Hari Kelima Belum Temukan Marfiah, ABK Remaja 14 Tahun Asal baubau yang Hilang di Perairan Lande Buton Selatan
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Operasi pencarian terhadap Marfiah (14), seorang anak buah kapal (ABK) asal Kota Baubau yang diduga terjatuh ke laut di perairan Lande, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, masih belum membuahkan hasil. Hingga hari kelima pelaksanaan operasi SAR, korban belum ditemukan meski penyisiran terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur SAR gabungan. “Operasi SAR Hari Kelima Belum Temukan Marfiah, ABK Remaja 14 Tahun Asal baubau yang Hilang di Perairan Lande Buton Selatan,”

Tim Rescue Pos SAR Baubau yang dikerahkan Basarnas Kendari sejak menerima laporan dari keluarga korban pada Minggu (19/7/2026) dini hari terus memperluas area pencarian. Selain personel SAR, operasi juga melibatkan aparat terkait, nelayan setempat, serta komunitas pilot drone dari Kota Baubau yang melakukan pemantauan udara guna menjangkau area pencarian yang lebih luas.
“Seluruh unsur SAR gabungan masih mengoptimalkan pencarian sesuai prosedur dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel,” demikian disampaikan dalam informasi operasi pencarian yang diterima dari tim di lapangan.
Berdasarkan kronologi kejadian, insiden bermula pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 20.00 Wita ketika Marfiah selesai mengambil umpan di bagan. Korban kemudian diminta salah seorang ABK lainnya untuk beristirahat di kamar kapal. Namun sekitar pukul 20.30 Wita, korban masih sempat terlihat berada di area haluan kapal.
Sekitar pukul 21.00 Wita, rekan-rekan korban kembali memeriksa keberadaannya. Marfiah sudah tidak ditemukan di atas kapal sehingga diduga kuat terjatuh ke laut. Pencarian awal dilakukan oleh awak kapal sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak keluarga dan diteruskan ke Basarnas Kendari.
“Korban terakhir kali terlihat berada di bagian haluan kapal sebelum akhirnya dinyatakan hilang,” ungkap salah seorang rekan korban berdasarkan kronologi yang dihimpun dari tim pencarian.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cukup menantang dengan kecepatan angin mencapai sekitar 12,2 knot. Meski demikian, penyisiran laut maupun pemantauan dari udara tetap dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan peluang menemukan korban.
Peristiwa orang jatuh dari kapal merupakan salah satu jenis kecelakaan laut yang kerap mendapat penanganan prioritas Basarnas. Secara nasional, operasi pencarian terhadap korban kecelakaan di perairan hampir setiap tahun dilakukan di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki karakteristik sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Di tingkat internasional, pedoman pencarian dan pertolongan korban di laut mengacu pada International Convention on Maritime Search and Rescue (SAR Convention) 1979 yang menjadi acuan kerja sama operasi pencarian dan penyelamatan di berbagai negara.
baca juga:
- 72 Calon Paskibraka Buton Selatan Jalani Diklat, Bupati H Muh Adios Tekankan Nasionalisme, Fokus Bentuk Karakter Bangsa
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Diklat Paskibraka, Pemusatan Diklat Dimula, Siapkan …
Di bibir Pantai Lande, keluarga korban masih setia menanti dengan penuh harap. Isak tangis mewarnai penantian mereka selama proses pencarian berlangsung. “Kami hanya berharap Marfiah segera ditemukan,” ujar salah seorang anggota keluarga, seraya berharap operasi SAR membuahkan hasil secepatnya.(*)
baca berita lainnya:

Dalam pertemuan itu, Bupati Muhammad Adios didampingi Muh. Sadly Nur Rachmadhan, S.S.T.Pel., dan diterima Wakil Ketua Umum Koordinator Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia, Dr. M. Azis Syamsuddin, S.E., S.H., MAF., M.H., AllArb. Pertemuan difokuskan pada penguatan kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia usaha sebagai strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi di Buton Selatan.
Selain membahas peluang investasi, kedua belah pihak menindaklanjuti penunjukan Muh. Sadly Nur Rachmadhan sebagai Ketua Kadin Kabupaten Buton Selatan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Ketua Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, pelantikan Ketua Kadin Buton Selatan beserta jajaran pengurus direncanakan berlangsung pada Agustus 2026, dengan jadwal yang masih menyesuaikan agenda Kadin Indonesia.
Bupati Muhammad Adios menilai keberadaan Kadin di Buton Selatan akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun iklim usaha yang sehat dan kompetitif. “Kami berharap Kadin mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha sehingga investasi yang masuk dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Adios.
Menurut Adios, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berkomitmen membangun ekosistem investasi yang terbuka, sehat, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kolaborasi yang kuat akan mempercepat pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Muh. Sadly Nur Rachmadhan menyatakan pembentukan Kadin Kabupaten Buton Selatan diharapkan mampu memperluas jaringan kemitraan dunia usaha serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi daerah. “Kadin akan menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam mendorong investasi yang produktif,” katanya.
Secara historis, Kamar Dagang dan Industri Indonesia merupakan organisasi dunia usaha yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional. Di tingkat internasional, kolaborasi pemerintah dengan kamar dagang menjadi praktik yang diterapkan di banyak negara melalui jejaring World Chambers Federation di bawah International Chamber of Commerce (ICC), yang berperan memperkuat investasi, perdagangan, serta daya saing dunia usaha lintas negara.
baca juga:
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Resmi Buka Diklat Paskibraka, Pemusatan Diklat Dimula, Siapkan Pengibar HUT RI Ke-81
- Hadiri Puncak HUT ke 12 Buton Selatan, Gubernur Sultra ASR Komitmen Percepat Pembangunan Buton Selatan
Penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dan Kadin Indonesia diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif, memperluas peluang usaha, meningkatkan daya saing daerah, serta membuka lapangan pekerjaan baru. “Kami optimistis kerja sama ini akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Buton Selatan ke depan,” ujar Adios.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan pengembangan sektor-sektor produktif yang berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(*)
