PENDIDIKAN

Pendaftaran SPMB SD dan SMP di Baubau Dimulai 28 Juni 2025

BAUBAU, DT – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dimulai pada tanggal 28 Juni hingga 2 Juli Tahun 2025. “Pendaftaran SPMB SD dan SMP di Baubau Dimulai 28 Juni 2025.”

Kadis Dikbud Baubau Eko Prasetyo, Pendaftaran SPMB SD dan SMP di Baubau Dimulai 28 Juni 2025
Kadis Dikbud Baubau Eko Prasetyo, Pendaftaran SPMB SD dan SMP di Baubau Dimulai 28 Juni 2025

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau Eko Prasetya mengatakan, sebelumnya, pendaftaran di tahun 2024 bernama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan tahun 2025 kini berganti nama menjadi SPMB. Pendaftaran SD dan SMP ditahun 2024 di buka 2 gelombang yang pertama jalur zonasi ke Dua prestasi, afirmasi, dan pinda orang tua.

“Maka tahun 2025, semuanya kita kumpulkan 1 tempat. 1 waktu yang sama dari 28 Juni sampai 2 Juli,”beber Kadis Dikbud Kota Baubau saat diwawancara pada awak media, Senin (16/6/2025).

Kemudian untuk pendaftaran SPMB SD dan SMP dapat menggunakan sistemn online seperti tahun sebelumnya dimana sistemnya tersebut akan memberikan kemudahan.

Kadis Dikbud Baubau menjelaskan, penerimaan SPMB SD nampak berbeda dari tahun sebelumnya, pasalnya, dari 100 orang yang mendaftar 75 jalur domisili 25 persen masuk afirmasi dan pindah orang tua. Sementara untuk penerimaan SMP 30 persen jalur domisili sisanya melalui afirmasi dan pindah orang tua.

Meski begtu, SPMB SMP tidak menghalangi masayarakat Kota Baubau mendaftar dimana Sekolah ia tuju asalkan tidak memilih jalur domisili. Karena pada saat mendaftar masyarakat Baubau bisa memilih jalur prestasi.

“Jadi harus pilih jalur prestasi karena jalur prestasi non zona. Karena prestasi yang dinilai seperti nilai report (akademik) sedangkan non akademik mengikuti kejuaraan,”jelasnya.

baca juga:

  1. Ulama Besar Habib Luthfi Dijadwalkan Bakal Berkunjung ke Sultra, Ini Agendanya
  2. Memastikan Siswa Siap Ikuti Uji Kompetensi, SMK Negeri 6 Baubau Verifikasi Alat dan Bahan Pada Tiga Jurusan Utama

Kadis Dikbud Baubau berharap tidak ada anak bangsa yang tidak sekolah khususnya di wilayah Baubau.

“Insya Allah semua sekolah seperti yang terjadi tahun 2024,” tutup Eko Prasetya. (*)

baca berita lainnya:

Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing Nyaris Ambruk Akibat Longsor, Sudah Empat Kali Diusulkan Tak Mendapat Respon Dari Pemprov Sultra

BATAUGA, DT—Lima gedung SMA Negeri 4 Sampolawa di Dusun Buku, Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan Provinsi Sultra nyaris ambruk akibat longsor dan dihantam gelombang pasang. “Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing Nyaris Ambruk Akibat Longsor, Sudah Empat Kali Diusulkan Tak Mendapat Respon Dari Pemprov Sultra,”

Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Buton Selatan awal Juni 2025 ini membuat sejumlah fasilitas umum dan rumah penduduk terendam banjir dan longsor.

Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing Nyaris Ambruk Akibat Longsor, Sudah Empat Kali Diusulkan Tak Mendapat Respon Dari Pemprov Sultra
Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing Nyaris Ambruk Akibat Longsor, Sudah Empat Kali Diusulkan Tak Mendapat Respon Dari Pemprov Sultra

Salah satunya yang berdampak longsor adalah SMA Negeri 4 Sampolawa. Tak hanya itu sejumlah tambatan perahu warga di bibir pantai tertimpa material longsor akibat abrasi gelombang pasang dan intensitas curah hujan tinggi. Menghantam tebing belakang gedung SMAN 4 Sampolawa.

Kepala SMAN 4 Sampolawa, Rosmadi Singka S.Pd, menuturkan longsor paling parah terjadi, 13 Mei 2025. Kemudian diperparah lagi sekitar lima kali longsor susulan awal Juni ini. Kemudian diperparah lagi intensitas hujan yang begitu tinggi akhir-akhir ini.

“Dua hari terakhir ini tanggal 12 dan 13 Juni 2025 kembali longsor besar. Sisa tiga meter dari bibir tebing, lima gedung sudah tergantung di bibir tebing pantai. Sementara tanah masih terus bergerak rawan lima gedung sudah tak difungsikan karena rawan longsor. Siswa dan civitas akademik sudah dilarang mendekati bibir tebing,” ujarnya saat ditemui di SMAN 4 Sampolawa.

Dikatakan, karena darurat tersebut, aktifitas belajar mengajar untuk sementara dihentikan. Sampai ada penanganan sehingga tidak mengkhawatirkan aktifitas belajar mengajar di lima gedung tersebut.

Lima gedung berdampak laboratorium kimia, WC siswa, perpustakaan, ruang UKS dan tiga Ruang Kelas Belajar (RKB). Panjang longsor sekitar 150 meter lebih dengan ketinggian 15 meter. Sedangkan di sisi kanan ada kali yang juga rawan longsor dengan panjang 75 meter.

Dikatakan, awalnya sekitar 20 meter dari bibir tebing. Namun karena abrasi pantai dan curah hujan tinggi longsor kembali terjadi tanah terus bergerak mengakibatkan longsor. Sekitar 20 meter dari pondasi gedung sudah abrasi. Menyisahkan tiga meter dari bibir pondasi gedung.

Parahnya lagi lanjut dia, di bawah tebing ada laut. Jika musim timur ombak besar, bagian dinding tebing ikut tergerus akibat abrasi gelombang pasang.

Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing Nyaris Ambruk Akibat Longsor, Sudah Empat Kali Diusulkan Tak Mendapat Respon Dari Pemprov Sultra
Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing Nyaris Ambruk Akibat Longsor, Sudah Empat Kali Diusulkan Tak Mendapat Respon Dari Pemprov Sultra

Menurutnya, sudah diusulkan di Pemprov Sultra permohonan proposal pengajuan untuk pembuatan talud sekitar 2018 ke Balai wilayah sungai Sulawesi IV Sultra.Kemudian disusul tahun 2021 namun belum ada respon serius. Kemudian kali ini kembali proposal laporan kebencanaan diusulkan ke Bupati Busel melalui BPBD Busel ke Pemprov Sultra 14 Mei 2025 lalu. Namun belum ada respon ataupun tanggapan dari Pemprov Sultra.

Kalaksa BPBD Busel, Suharudin Singka membenarkan sudah berkali-kali longsor. Pihaknya sudah meninjau langsung lokasi SMAN 4 Sampolawa 13 Juni 2025. Menurutnya, penyebab utama akibat hidrometrologi gelombang pasang yang menghantam tebing sehingga menyebabkan abrasi pantai.

“Iya benar akibat gelombang pasang sehingga membuat abrasi tebing bibir pantai. Selain itu juga diperparah intensitas curah hujan yang tinggi sehingga memperparah material tanah terus bergerak,” ujarnya di SMA Negeri 4 Sampolawa saat ditemui Jumat (13/6/2025) siang.

baca juga:

  1. Bupati Busel H Muh Adios Resmi Kembali Lantik La Ode Darusalam Sebagai Pj Sekda
  2. Ulama Besar Habib Luthfi Dijadwalkan Bakal Berkunjung ke Sultra Jumat 31 Mei 2024, Ini Agendanya

 

Kunjungan ke lokasi sudah ke empat kalinya. Sudah diusulkan ke Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemprov Sultra sejak awal Februari lalu.

Ia menambahkan pihaknya sudah membuat laporan kebencanaan untuk dilakukan penanganan sejak dini. Pun juga pihaknya akan berupaya mengusulkan ke Pemda Busel. Tak hanya itu juga pihaknya akan mengupayakan ke Pemprov Sultra. Juga ke Pemerintah Pusat. Mengingat bukan hanya fasilitas umum juga ada aktifitas tambatan perahu nelayan di bibir pantai SMA 4 Sampolawa. (*)

Visited 215 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *