KOTA BAUBAUSULTRA

Pelaksanaan Sukses, Job Fair 2026 Baubau Perluas Akses Kerja, 737 Posisi Ditawarkan Perusahaan, Hingga Penutupan catat Catat 528 Pengunjung

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Sebanyak 16 perusahaan menawarkan 737 lowongan kerja dalam Job Fair 2026 di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, yang berlangsung pada 12–15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan pencari kerja sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja lokal, regional, hingga luar negeri. “Pelaksanaan Sukses, Job Fair 2026 Baubau Perluas Akses Kerja, 737 Posisi Ditawarkan Perusahaan, Hingga Penutupan catat Catat 528 Pengunjung,”

Pelaksanaan Sukses, Job Fair 2026 Baubau Perluas Akses Kerja, 737 Posisi Ditawarkan Perusahaan, Hingga Penutupan catat Catat 528 Pengunjung
Pelaksanaan Sukses, Job Fair 2026 Baubau Perluas Akses Kerja, 737 Posisi Ditawarkan Perusahaan, Hingga Penutupan catat Catat 528 Pengunjung

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Dra. Hj. Siti Amalia Abibu, M.Si., melalui Kepala Bidang Ketenagakerjaan Masful Zidi Ibrahim, S.Pd., M.M., mengatakan jumlah perusahaan peserta bertambah dari 15 menjadi 16 setelah satu perusahaan lokal bergabung. Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari Baubau, Kendari, Makassar, hingga skala nasional, termasuk perusahaan penempatan tenaga kerja ke Jepang melalui jalur resmi.

“Pada pertengahan pembukaan pendaftaran lowongan pekerjaan, ada satu tambahan perusahaan lokal yang ikut bergabung membuka lowongan pekerjaan. Dengan demikian, total perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan pada Job Fair 2026 ini berjumlah 16 perusahaan,” kata Masful, Jumat 16 Oktober 2026

Berdasarkan hasil verifikasi panitia, 737 posisi pekerjaan tersedia dengan beragam jabatan sesuai kebutuhan perusahaan. Selama empat hari pelaksanaan, sebanyak 528 pengunjung tercatat melakukan registrasi. Dari jumlah tersebut, 431 orang mengisi kuesioner untuk memberikan informasi dan masukan mengenai pelaksanaan kegiatan serta kondisi ketenagakerjaan di Kota Baubau. Namun, jumlah pengunjung terdaftar itu tidak dapat disamakan dengan jumlah pelamar yang telah menyerahkan berkas lamaran kepada perusahaan.

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-485 Kota Baubau dan 25 tahun sebagai daerah otonom itu juga menghadirkan layanan publik lintas organisasi perangkat daerah. Dinas Kesehatan mencatat 249 orang memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, sedangkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melayani 20 orang untuk pengurusan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan pembuatan kartu pencari kerja dimanfaatkan sekitar 15 orang.

Pelayanan lain mencakup penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha, yang diakses dua orang. Sementara itu, layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) mencatat 551 pengguna sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan. Layanan tersebut membantu masyarakat memperoleh informasi bantuan sosial, memperbarui data, serta memeriksa desil kesejahteraan.

Penyelenggaraan bursa kerja ini sejalan dengan tantangan ketenagakerjaan yang tidak hanya dihadapi Baubau, tetapi juga Indonesia dan berbagai negara. Secara historis, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) didirikan pada 1919 untuk mendorong keadilan sosial dan perlindungan hak-hak pekerja. Di Indonesia, pembangunan sistem ketenagakerjaan terus berkembang, termasuk melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi undang-undang. Dalam konteks tersebut, bursa kerja menjadi salah satu sarana mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, meskipun keberhasilannya tetap perlu dinilai dari jumlah penempatan kerja yang terealisasi.

baca juga:

  1. Wali Kota Yusran Fahim Umumkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026 Pada Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, IPM Baubau Capai 80,29
  2. Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia …

 

Masful berharap Job Fair dapat memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan dan membantu perusahaan menemukan tenaga kerja sesuai kebutuhan. Evaluasi terhadap jumlah pelamar, proses seleksi, dan penempatan kerja setelah kegiatan diperlukan untuk mengukur dampak nyata program tersebut terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Baubau.(*)

baca berita lainnya:

46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga

BAUBAU, DURASITIMES.COM –  — Sebanyak 46 peserta lomba dayung koli-koli dan 25  perahu hias memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-485 Baubau dan 25 tahun sebagai daerah otonom di Pantai Kotamara, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang disaksikan ribuan warga itu menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya bahari masyarakat Buton sekaligus pengembangan potensi wisata berbasis tradisi lokal. “46 Pendayung dan 25  Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga,”

46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga
46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga

Perlombaan yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kota Baubau tersebut menghadirkan atraksi maritim yang berakar pada kehidupan masyarakat pesisir. Selain menjadi hiburan dalam rangkaian perayaan hari jadi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya daerah dan memperkenalkan tradisi bahari kepada generasi muda.

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, S.T., M.Si., mengatakan lomba tradisional itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, keberlanjutan tradisi maritim merupakan bagian penting dari upaya menjaga jati diri masyarakat pesisir di tengah perubahan zaman.

“Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias adalah bukti nyata bahwa tradisi bahari kita tetap hidup, lestari, dan terus menjadi kebanggaan bersama di tengah perkembangan zaman,” kata Yulia dalam siaran pers, Selasa (13/10/2026).

Yulia menambahkan, antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Pantai Kotamara menunjukkan bahwa kegiatan budaya masih memiliki daya tarik kuat. Ia juga menilai perlombaan semacam ini berpotensi mendukung promosi pariwisata dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Baubau.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, S.T., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan  Pemerintah Kota Baubau.

Pada kategori dayung koli-koli, Rahmad meraih juara pertama, disusul Zainal di posisi kedua dan Ramadhan di posisi ketiga. Gunawan Guhe menempati peringkat keempat, Ajid di posisi kelima, sedangkan Muhammad Ridho meraih posisi keenam.

Sementara itu, pada kategori perahu hias, Melky Setiawan meraih juara pertama. Zulfikran menempati posisi kedua, diikuti Muhammad Said Idu di posisi ketiga. Bariu berada di peringkat keempat, Idris Ismail di posisi kelima, dan La Gani menempati posisi keenam.

Tradisi bahari yang ditampilkan dalam perlombaan tersebut memiliki kaitan dengan sejarah panjang Indonesia sebagai negara kepulauan. Sejak masa kerajaan-kerajaan Nusantara, jalur laut berperan penting dalam perdagangan, mobilitas penduduk, dan pertukaran budaya antarpulau. Aktivitas pelayaran turut membentuk kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir di berbagai wilayah.

Di kawasan timur Indonesia, Kesultanan Buton menjadi salah satu bagian penting dari sejarah politik dan perdagangan regional. Letak Buton di antara jalur perairan Sulawesi dan Maluku menjadikan laut sebagai unsur penting dalam kehidupan masyarakatnya. Latar sejarah ini memberi konteks bagi keberadaan tradisi maritim yang masih dipelihara masyarakat Baubau.

Pada lingkup internasional, masyarakat kepulauan Pasifik juga memiliki sejarah panjang dalam pembuatan perahu dan pelayaran antarpulau. Pengetahuan mengenai navigasi, kondisi laut, dan keterampilan membuat perahu diwariskan lintas generasi serta menjadi bagian dari identitas budaya mereka. Tradisi tersebut memperlihatkan besarnya peran laut dalam membentuk peradaban masyarakat kepulauan di berbagai belahan dunia.

baca juga:

  1. Empat Hari Digelar, Baubau Job Fair 2026 Catat 596 Lamaran dari 528 Pencari Kerja, 551 Akses Bansos dan 249 Pemeriksaan Kesehatan, Amalia Abibu Apresiasi Partisipasi Warga
  2. Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia …

 

Melalui lomba dayung koli-koli dan perahu hias, peringatan hari jadi Baubau menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperluas promosi pariwisata. Keberlanjutan tradisi ini membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat pesisir, dan generasi muda agar identitas bahari tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *