KOTA BAUBAUPARIWISATA

46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga

BAUBAU, DURASITIMES.COM –  — Sebanyak 46 peserta lomba dayung koli-koli dan 25 perahu hias memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-485 Baubau dan 25 tahun sebagai daerah otonom di Pantai Kotamara, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang disaksikan ribuan warga itu menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya bahari masyarakat Buton sekaligus pengembangan potensi wisata berbasis tradisi lokal. “46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga,”

46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga
46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga

Perlombaan yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kota Baubau tersebut menghadirkan atraksi maritim yang berakar pada kehidupan masyarakat pesisir. Selain menjadi hiburan dalam rangkaian perayaan hari jadi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya daerah dan memperkenalkan tradisi bahari kepada generasi muda.

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, S.T., M.Si., mengatakan lomba tradisional itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, keberlanjutan tradisi maritim merupakan bagian penting dari upaya menjaga jati diri masyarakat pesisir di tengah perubahan zaman.

“Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias adalah bukti nyata bahwa tradisi bahari kita tetap hidup, lestari, dan terus menjadi kebanggaan bersama di tengah perkembangan zaman,” kata Yulia dalam siaran pers, Selasa (13/10/2026).

Yulia menambahkan, antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Pantai Kotamara menunjukkan bahwa kegiatan budaya masih memiliki daya tarik kuat. Ia juga menilai perlombaan semacam ini berpotensi mendukung promosi pariwisata dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Baubau.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, S.T., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Baubau.

Pada kategori dayung koli-koli, Rahmad meraih juara pertama, disusul Zainal di posisi kedua dan Ramadhan di posisi ketiga. Gunawan Guhe menempati peringkat keempat, Ajid di posisi kelima, sedangkan Muhammad Ridho meraih posisi keenam.

Sementara itu, pada kategori perahu hias, Melky Setiawan meraih juara pertama. Zulfikran menempati posisi kedua, diikuti Muhammad Said Idu di posisi ketiga. Bariu berada di peringkat keempat, Idris Ismail di posisi kelima, dan La Gani menempati posisi keenam.

Tradisi bahari yang ditampilkan dalam perlombaan tersebut memiliki kaitan dengan sejarah panjang Indonesia sebagai negara kepulauan. Sejak masa kerajaan-kerajaan Nusantara, jalur laut berperan penting dalam perdagangan, mobilitas penduduk, dan pertukaran budaya antarpulau. Aktivitas pelayaran turut membentuk kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir di berbagai wilayah.

Di kawasan timur Indonesia, Kesultanan Buton menjadi salah satu bagian penting dari sejarah politik dan perdagangan regional. Letak Buton di antara jalur perairan Sulawesi dan Maluku menjadikan laut sebagai unsur penting dalam kehidupan masyarakatnya. Latar sejarah ini memberi konteks bagi keberadaan tradisi maritim yang masih dipelihara masyarakat Baubau.

Pada lingkup internasional, masyarakat kepulauan Pasifik juga memiliki sejarah panjang dalam pembuatan perahu dan pelayaran antarpulau. Pengetahuan mengenai navigasi, kondisi laut, dan keterampilan membuat perahu diwariskan lintas generasi serta menjadi bagian dari identitas budaya mereka. Tradisi tersebut memperlihatkan besarnya peran laut dalam membentuk peradaban masyarakat kepulauan di berbagai belahan dunia.

baca juga:

  1. Empat Hari Digelar, Baubau Job Fair 2026 Catat 596 Lamaran dari 528 Pencari Kerja, 551 Akses Bansos dan 249 Pemeriksaan Kesehatan, Amalia Abibu Apresiasi Partisipasi Warga
  2. Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia …

 

Melalui lomba dayung koli-koli dan perahu hias, peringatan hari jadi Baubau menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperluas promosi pariwisata. Keberlanjutan tradisi ini membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat pesisir, dan generasi muda agar identitas bahari tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.(*)

baca berita lainnya:

Wali Kota Yusran Fahim Umumkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026 Pada Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, IPM Baubau Capai 80,29

BAUBAU, DURASITIMES.COM–  Pemerintah Kota Baubau menetapkan 10 proyek strategis pada 2026 untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program tersebut dipaparkan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Baubau, Kamis (15/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom. “Wali Kota Yusran Fahim Umumkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026 Pada Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, IPM Baubau Capai 80,29,”

Wali Kota Yusran Fahim Umumkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026 Pada Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, IPM Baubau Capai 80,29
Wali Kota Yusran Fahim Umumkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026 Pada Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, IPM Baubau Capai 80,29

Sepuluh proyek itu mencakup rekonstruksi Jalan Kompleks Lowu-Lowu, Jalan Kompleks Sulaa Tahap II, Jalan Dr. Wahidin, dan Jalan Maasiaja; penataan Kawasan Lakologou Tahap II dan Lembah Hijau; revitalisasi Pasar Wameo dan Kotamara; pemasangan jaringan perpipaan jalur khusus Pertamina; serta pembangunan Puskesmas Waborobo dan Puskesmas Lakologou. Pemerintah berharap proyek-proyek tersebut memperbaiki konektivitas antarwilayah, kualitas fasilitas publik, dan akses pelayanan kesehatan. Revitalisasi Pasar Wameo, misalnya, diarahkan untuk menciptakan pusat perdagangan yang lebih bersih, higienis, modern, dan nyaman.

Di hadapan anggota DPRD, Yusran juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan. IPM Baubau meningkat dari 70,60 pada 2006 menjadi 80,29 pada 2025. Tingkat kemiskinan turun dari 18,90 persen menjadi 6,83 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka berkurang dari 14,44 persen menjadi 3,95 persen dalam periode yang sama. Adapun PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp349 miliar pada 2001 menjadi Rp12,97 triliun pada 2025, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,58 persen pada semester I 2026.

“Capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan pembangunan sejak Baubau menjadi daerah otonom pada 2001,” kata Yusran. Ia menegaskan,  pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor perdagangan, jasa, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), investasi, serta ekonomi lokal agar Baubau semakin berperan sebagai pusat jasa dan perdagangan di kawasan Kepulauan Buton dan sekitarnya.

Pada bidang tata kelola keuangan, Baubau kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan 2025. Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-11 secara berturut-turut. Pemerintah daerah juga memperoleh alokasi bantuan rumah swadaya sebanyak 600 unit pada 2026, dengan realisasi 287 unit hingga semester I. Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan enam hektare di Kelurahan Palabusa didorong, bersamaan dengan dukungan terhadap pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Bangkit, Berbudaya dan Sejahtera”. Yusran menyebut momentum Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom harus menjadi ruang evaluasi pembangunan, bukan sekadar seremoni. Secara historis, status daerah otonom yang diperoleh Baubau pada 2001 menandai babak baru penyelenggaraan  pemerintahan kota. Dalam konteks nasional, desentralisasi pascareformasi juga memberi pemerintah daerah ruang lebih besar untuk mengelola pelayanan publik dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Meski sejumlah indikator menunjukkan kemajuan, Yusran mengakui Baubau masih menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, keterbatasan infrastruktur dasar, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka statistik, tetapi harus dirasakan masyarakat hingga tingkat kelurahan. “Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, seraya mengapresiasi dukungan, pengawasan, kritik, dan saran DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan.

baca juga:

  1. Sekda La Ode Darussalam Ingatkan Bahaya Kabut Asap yang Masih Selimuti Baubau, Orang Tua Diminta Awasi Anak-anak dan Pakai Masker
  2. Baubau Gelar Pasar Murah Sasar Delapan Kecamatan hingga 17 Oktober , Beras dan Cabai Jadi …

 

Yusran menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga filosofi Sara Pataanguna sebagai landasan persatuan dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa pembangunan bukan semata-mata hasil kerja wali kota dan wakil wali kota, melainkan buah kolaborasi pemerintah, DPRD, aparatur sipil negara, TNI-Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Semangat tersebut diharapkan menjadi modal bersama untuk mewujudkan Baubau yang bangkit, berbudaya, dan sejahtera.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *