INTERNASIONAL

AS–Israel Serang Iran, Presiden Masoud Pezeshkian Selamat dari Ancaman

DURASITIMES.COM — Republik Islam Iran kembali berada dalam situasi darurat menyusul serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi, yang memicu ledakan di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran. Pemerintah memastikan Presiden Masoud Pezeshkian berada dalam kondisi selamat. “AS–Israel Serang Iran, Presiden Masoud Pezeshkian Selamat dari Ancaman,”

AS–Israel Serang Iran, Presiden Masoud Pezeshkian Selamat dari Ancaman
AS–Israel Serang Iran, Presiden Masoud Pezeshkian Selamat dari Ancaman

Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 08.15 waktu setempat, menurut laporan media pemerintah Iran. Suara sirene peringatan juga sempat menggema di seluruh wilayah Israel setelah operasi militer dimulai secara simultan.

Kantor berita IRNA melaporkan bahwa Presiden Pezeshkian tidak mengalami luka apa pun. “Presiden Masoud Pezeshkian aman dan sehat, tidak ada masalah dengan keselamatan beliau,” tulis IRNA dalam pernyataan resmi, Sabtu, 28 Februari 2026

Selain presiden, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga dilaporkan sudah dievakuasi ke lokasi aman. Sumber Reuters menyebutkan bahwa pemindahan dilakukan sebelum serangan mencapai wilayah sensitif di Teheran.

Serangan gabungan itu kembali menegangkan hubungan tiga negara setelah sebelumnya terjadi perang udara selama 12 hari pada Juni 2025. Kala itu, ketegangan dipicu program nuklir Iran yang dituding Israel sebagai ancaman langsung bagi keamanan regional.

F01.3b

Menurut seorang pejabat pertahanan Israel yang dikutip Al Arabiya, operasi tersebut telah direncanakan dalam koordinasi dengan Washington selama berbulan-bulan. “Tanggal peluncuran telah ditentukan beberapa pekan lalu,” ujarnya.

Dari Washington, Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan resmi bahwa Amerika Serikat telah memulai “operasi tempur besar-besaran” terhadap Iran. Dalam video yang ia unggah, Trump mengatakan, “Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran.”

Sebagai respons, Iran menyatakan tengah mempersiapkan tindakan balasan. Seorang pejabat Iran yang diwawancarai Reuters mengungkapkan bahwa tanggapan negara itu akan bersifat “menghancurkan” dan diarahkan pada fasilitas strategis musuh. Pemerintah menegaskan bahwa Iran “siap mempertahankan diri terhadap bentuk agresi apa pun.”

Dampak serangan merembet ke negara-negara sekitar. Irak dan Kuwait menutup wilayah udara mereka demi alasan keamanan. Sejumlah maskapai internasional, termasuk Flydubai, mengumumkan pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan menuju kawasan tersebut.

Militer Israel juga menetapkan penutupan sekolah dan tempat kerja, kecuali sektor vital, serta melarang penerbangan sipil menggunakan ruang udara mereka. Sebagai langkah antisipatif, Iran turut menutup seluruh wilayah udara “hingga pemberitahuan lebih lanjut.”

Ketegangan terbaru ini terjadi ketika Amerika Serikat dan Iran sebenarnya sedang berupaya menghidupkan kembali jalur diplomasi. Pada Februari 2026, kedua negara kembali melanjutkan negosiasi untuk mencari jalan tengah terkait program nuklir Iran, yang telah menjadi sengketa panjang sejak 2002 ketika fasilitas nuklir Natanz pertama kali terungkap ke publik.

baca juga:

  1. Undang Rusia dan Ukraina, Sebagai Jawaban Jokowi Atas Ancaman Amerika Memboikot KTT G20 di Bali
  2. Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Teheran

Israel tetap bersikeras bahwa kesepakatan diplomatik tidak cukup tanpa pembongkaran penuh infrastruktur nuklir Iran dan pembatasan program rudal balistik. Sebaliknya, Teheran mengizinkan pembahasan pengurangan aktivitas nuklir sebagai imbalan atas pencabutan sanksi, tetapi menolak menghubungkannya dengan isu rudal pertahanan.

Secara historis, konflik antara Iran dan Israel telah berlangsung selama puluhan tahun, khususnya sejak Revolusi Islam 1979 yang mengubah peta politik kawasan. Sementara bagi Indonesia, hubungan diplomatik dengan Iran terjalin sejak 1950-an, dan pemerintah Indonesia secara historis menekankan penyelesaian damai melalui jalur diplomasi di setiap konflik Timur Tengah.

Serangan terbaru ini diperkirakan akan berdampak pada stabilitas regional dan global, mengingat jalur minyak internasional di Teluk Persia kembali menghadapi ancaman gangguan. Para analis memperingatkan bahwa konflik dapat meluas jika tidak segera ditekan melalui mediasi internasional.(*)

baca berita lainnya:

Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar

KETEGANGAN kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah sejumlah roket dilaporkan jatuh di beberapa wilayah Iran pada Sabtu, bersamaan dengan klaim mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa operasi tempur besar terhadap negara tersebut telah dimulai. “Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar,”

Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar
Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar

Serangan roket itu menghantam kawasan padat penduduk, termasuk Jalan Universitas dan distrik Jomhouriyeh, menurut laporan media lokal. Insiden ini terjadi ketika hubungan Iran dan Israel berada pada titik terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan pihaknya melancarkan operasi militer karena mendeteksi potensi serangan rudal serta pesawat tak berawak dari Iran dalam waktu dekat. Laporan tersebut pertama kali diungkapkan media internasional Al Jazeera.

Seorang pejabat Israel mengonfirmasi bahwa negaranya “berada dalam kondisi siaga penuh” untuk menghadapi kemungkinan balasan dari Iran atas serangan tersebut. Namun Israel tidak memerinci target maupun durasi operasi militernya.

Dalam pidato terpisah, mantan Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang mengguncang situasi geopolitik global. Ia mengklaim bahwa koordinasi operasi bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung.

“Kita baru saja memulai operasi tempur skala besar di Iran,” ujarnya pada Sabtu, menegaskan bahwa langkah itu dilakukan untuk “melindungi rakyat Amerika dari ancaman rezim Iran”.

Trump juga menyinggung sejarah panjang ketegangan kedua negara. “Selama 47 tahun terakhir, rezim Iran telah meneriakkan slogan seperti ‘Matilah Amerika’,” katanya, merujuk pada masa setelah Revolusi Iran 1979 yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai dampak serangan maupun kemungkinan respons militer. Namun pengalaman historis menunjukkan bahwa Iran kerap membalas serangan Israel secara langsung maupun melalui kelompok proksi di kawasan.

Ketegangan ini mengingatkan pada insiden besar sebelumnya, termasuk serangan rudal Iran terhadap pangkalan AS di Irak pada Januari 2020 setelah kematian Jenderal Qassem Soleimani. Pada skala lebih luas, konflik Iran–Israel telah berlangsung selama puluhan tahun, termasuk konflik siber Stuxnet 2010 yang merusak fasilitas nuklir Iran.

Dari perspektif regional, beberapa negara Timur Tengah kini meningkatkan kesiagaan. Pengalaman historis seperti Perang Teluk 1991 dan konflik Suriah pada dekade terakhir menunjukkan bahwa eskalasi antarpemain besar di kawasan dapat berimbas pada negara-negara tetangga.

baca juga:

  1. Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Teheran
  2. Muslim di Singapura, India, Pakistan, dan Bangladesh Rayakan Lebaran Idul Fitri 1443 H Tanggal 3

Sementara itu, analis keamanan internasional menilai serangan terbaru ini berpotensi memicu krisis lebih besar. Mereka memperingatkan bahwa jika Iran membalas secara langsung, tekanan diplomatik global dapat meningkat tajam, terutama bagi negara-negara Barat yang selama ini berupaya menahan konflik meluas.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan roket yang menghantam wilayah Iran tersebut. Namun situasi di beberapa kota dilaporkan mencekam, dengan warga memilih tetap berada di dalam rumah untuk menghindari risiko serangan lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, komunitas internasional belum mengeluarkan pernyataan bersama. Namun beberapa negara anggota PBB disebut tengah mempersiapkan respons diplomatik terhadap eskalasi terbaru antara Iran, Israel, dan potensi keterlibatan Amerika Serikat secara lebih luas.(*)

Visited 49 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *