INTERNASIONAL

Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar

KETEGANGAN kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah sejumlah roket dilaporkan jatuh di beberapa wilayah Iran pada Sabtu, bersamaan dengan klaim mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa operasi tempur besar terhadap negara tersebut telah dimulai. “Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar,”

Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar
Roket Hantam Iran, Trump Umumkan AS-Israel Mulai Operasi Militer Besar

Serangan roket itu menghantam kawasan padat penduduk, termasuk Jalan Universitas dan distrik Jomhouriyeh, menurut laporan media lokal. Insiden ini terjadi ketika hubungan Iran dan Israel berada pada titik terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan pihaknya melancarkan operasi militer karena mendeteksi potensi serangan rudal serta pesawat tak berawak dari Iran dalam waktu dekat. Laporan tersebut pertama kali diungkapkan media internasional Al Jazeera.

Seorang pejabat Israel mengonfirmasi bahwa negaranya “berada dalam kondisi siaga penuh” untuk menghadapi kemungkinan balasan dari Iran atas serangan tersebut. Namun Israel tidak memerinci target maupun durasi operasi militernya.

Dalam pidato terpisah, mantan Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang mengguncang situasi geopolitik global. Ia mengklaim bahwa koordinasi operasi bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung.

“Kita baru saja memulai operasi tempur skala besar di Iran,” ujarnya pada Sabtu, menegaskan bahwa langkah itu dilakukan untuk “melindungi rakyat Amerika dari ancaman rezim Iran”.

Trump juga menyinggung sejarah panjang ketegangan kedua negara. “Selama 47 tahun terakhir, rezim Iran telah meneriakkan slogan seperti ‘Matilah Amerika’,” katanya, merujuk pada masa setelah Revolusi Iran 1979 yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai dampak serangan maupun kemungkinan respons militer. Namun pengalaman historis menunjukkan bahwa Iran kerap membalas serangan Israel secara langsung maupun melalui kelompok proksi di kawasan.

Ketegangan ini mengingatkan pada insiden besar sebelumnya, termasuk serangan rudal Iran terhadap pangkalan AS di Irak pada Januari 2020 setelah kematian Jenderal Qassem Soleimani. Pada skala lebih luas, konflik Iran–Israel telah berlangsung selama puluhan tahun, termasuk konflik siber Stuxnet 2010 yang merusak fasilitas nuklir Iran.

Dari perspektif regional, beberapa negara Timur Tengah kini meningkatkan kesiagaan. Pengalaman historis seperti Perang Teluk 1991 dan konflik Suriah pada dekade terakhir menunjukkan bahwa eskalasi antarpemain besar di kawasan dapat berimbas pada negara-negara tetangga.

baca juga:

  1. Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Teheran
  2. Muslim di Singapura, India, Pakistan, dan Bangladesh Rayakan Lebaran Idul Fitri 1443 H Tanggal 3

Sementara itu, analis keamanan internasional menilai serangan terbaru ini berpotensi memicu krisis lebih besar. Mereka memperingatkan bahwa jika Iran membalas secara langsung, tekanan diplomatik global dapat meningkat tajam, terutama bagi negara-negara Barat yang selama ini berupaya menahan konflik meluas.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan roket yang menghantam wilayah Iran tersebut. Namun situasi di beberapa kota dilaporkan mencekam, dengan warga memilih tetap berada di dalam rumah untuk menghindari risiko serangan lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, komunitas internasional belum mengeluarkan pernyataan bersama. Namun beberapa negara anggota PBB disebut tengah mempersiapkan respons diplomatik terhadap eskalasi terbaru antara Iran, Israel, dan potensi keterlibatan Amerika Serikat secara lebih luas.(*)

baca berita lainnya:

Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Teheran

DURASITIMES.COM – Ibu Kota Iran diguncang serangkaian ledakan hebat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan rudal terkoordinasi ke sejumlah titik strategis di Teheran pada Sabtu pagi waktu setempat. Dalam situasi kacau tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan telah dievakuasi ke lokasi aman, Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Teheran,”

Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Teheran
Serangan Gabungan AS–Israel Guncang Teheran

Ledakan pertama terdengar sekitar kawasan Jalan Universitas, diikuti rentetan serangan yang menghantam area Jomhouri. Media lokal Fars News menyampaikan bahwa beberapa rudal jatuh berdekatan dengan fasilitas pemerintah dan area komersial penting di pusat kota.

Asap tebal kemudian terlihat membumbung di atas langit Teheran. Melalui laporannya, Al Jazeera menggambarkan situasi kota dalam ketegangan sambil memperlihatkan sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan pada bagian fasad.

Di wilayah utara, Tasnim News memberitakan bahwa suara ledakan kembali menggema di kawasan Seyyen Khandan. Warga dilaporkan berhamburan ke tempat perlindungan setelah sirene peringatan berkumandang selama beberapa menit.

Menurut informasi yang dikutip Associated Press, beberapa serangan terjadi tidak jauh dari kantor resmi Pemimpin Tertinggi Iran. “Serangannya sangat dekat dengan kawasan pusat pemerintahan,” ujar seorang pejabat yang menolak disebutkan namanya.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa Ali Khamenei tidak berada di Teheran saat serangan berlangsung. “Beliau telah dipindahkan ke tempat yang dianggap aman,” ungkap pejabat Iran tersebut, tanpa menyebutkan lokasi tujuan evakuasi.

Di sisi lain, seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi ini merupakan serangan bersama yang telah direncanakan selama beberapa waktu. “Ini adalah aksi terkoordinasi,” katanya. Washington sendiri sebelumnya telah mengerahkan kapal perang dan jet tempurnya di kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan tekanan terkait program nuklir Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, menyebut operasi militer tersebut dilakukan demi “menyingkirkan ancaman nyata terhadap keamanan Israel.” Ia menambahkan bahwa persiapan serangan telah berlangsung berbulan-bulan.

Media Israel lainnya mengutip seorang pejabat anonim yang menyatakan bahwa “Israel akan bertindak habis-habisan,” dan fase awal serangan ini direncanakan berlangsung empat hari. Negara tersebut juga disebut bersiap menghadapi kemungkinan balasan dari Iran dalam beberapa hari ke depan.

Menanggapi serangan tersebut, Mehr News melaporkan bahwa otoritas Iran langsung menutup seluruh ruang udara nasional. Seluruh aktivitas penerbangan domestik dan internasional dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Serangan ini menjadi eskalasi terbaru dari ketegangan panjang antara Iran, AS, dan Israel. Konflik tersebut telah berlangsung sejak lama, berakar dari perselisihan terkait program nuklir Iran, sanksi internasional, serta rivalitas geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sejak Revolusi Iran 1979, hubungan antara Iran dan AS tak pernah pulih, bahkan semakin memanas setelah program nuklir Iran memasuki fase pengayaan lanjutan pada dekade 2000-an.

Secara historis, konflik Iran–Israel juga telah terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk dukungan Israel terhadap serangan siber Stuxnet pada 2010 serta sejumlah operasi intelijen yang menyasar ilmuwan nuklir Iran. Serangan terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan geopolitik yang berdampak pada stabilitas kawasan.

baca juga:

  1. Presiden Jokowi Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Anwar Ibrahim Sebagai PM Malaysia
  2. Viral, Warga Siompu Gotong Royong Beli Delapan Ton Aspal Untuk Menambal Jalan Poros Yang Rusak, Perhatian Pemda Busel Dimana?

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran mengenai jumlah korban atau respons militer yang akan diambil. Namun para analis meyakini bahwa kemungkinan balasan Iran sangat besar, mengingat sejarah respons Teheran yang kerap mengandalkan kekuatan milisi regional di Lebanon, Yaman, dan Irak.

Dengan situasi yang terus berkembang, komunitas internasional menyerukan upaya deeskalasi demi mencegah pecahnya perang terbuka di kawasan yang selama beberapa dekade sudah menjadi titik panas konflik global.(*)

Visited 33 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *