KOTA BAUBAUSULTRA

Gotong Royong Warga Hantarkan Tampuna Juara Lomba KEDAI Kota Baubau

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Kelurahan Tampuna, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, berhasil meraih Juara I pada Lomba Kebun Dapur Ibu (KEDAI) tingkat Kota Baubau. Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan kolaborasi pemerintah kelurahan, Kelompok KEDAI Mekar Jaya, dan masyarakat dalam mengembangkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam mendukung program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi berbasis masyarakat. “Gotong Royong Warga Hantarkan Tampuna Juara Lomba KEDAI Kota Baubau,”

 

F08.2 Tampuna
Gotong Royong Warga Hantarkan Tampuna Juara Lomba KEDAI Kota Baubau

Pencapaian itu diraih setelah Kelurahan Tampuna melakukan berbagai persiapan selama kurang lebih dua bulan. Penataan kebun, pengecekan kesiapan lahan, hingga penetapan lokasi kebun di samping Kantor Kelurahan Tampuna dilakukan secara bergotong royong oleh pemerintah kelurahan bersama 25 anggota Kelompok KEDAI Mekar Jaya dan masyarakat setempat.

Lurah Tampuna, Adrian Nilla, S.Sos., mengatakan, kekompakan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama hingga Kelurahan Tampuna dipercaya sebagai percontohan dan berhasil menjadi juara pada kompetisi tersebut. “Alhamdulillah, kami bersama Ketua KEDAI dan masyarakat berkolaborasi untuk memberdayakan ketahanan pangan di Kelurahan Tampuna. Berkat kekompakan tim, kami dipercaya menjadi percontohan dan berhasil meraih Juara I,” ujarnya kepada Baubau Post, Selasa (7/7/2026).

Menurut Adrian, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kelurahan Tampuna, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan ketahanan pangan keluarga. “Kami mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan di lingkungan masing-masing untuk ditanami berbagai tanaman pangan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh keluarga dan lingkungan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kelurahan Tampuna akan menggelar Lomba KEDAI tingkat RT dan RW pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. Program tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat sekaligus melahirkan inovasi baru dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan rumah tangga.

Ketua KEDAI Mekar Jaya Kelurahan Tampuna, Lisnawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja keras sejak tahap persiapan hingga penilaian lomba. “Tanpa kerja sama seluruh anggota, kami tidak mungkin meraih Juara I. Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama yang harus terus dipertahankan,” ungkapnya.

Lisnawati berharap keberhasilan tersebut menjadi pemacu semangat seluruh anggota untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi pertanian pekarangan. “Semoga ke depan kami terus berinovasi dan menjadikan Kelurahan Tampuna semakin maju melalui program KEDAI,” tambahnya.

Secara historis, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan telah lama menjadi bagian dari kebijakan nasional. Pemerintah Indonesia sejak dekade 2010-an mengembangkan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang kemudian berkembang menjadi berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Di tingkat global, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) juga mendorong pengembangan home garden atau kebun rumah sebagai strategi meningkatkan ketahanan pangan, memperbaiki gizi keluarga, serta memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi krisis pangan dan perubahan iklim.

baca juga:

  1. Dr Mohammad Tasdik Jabat Plt Kalak BPBD Baubau, Pastikan Kesiapsiagaan Kebencanaan Tetap Berjalan
  2. JKN Tembus 98,62 Persen Penduduk, BPJS Fokus Jaga Keberlanjutan Program

 

Keberhasilan Kelurahan Tampuna menunjukkan bahwa sinergi pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan program yang berkelanjutan. Selain meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, pemanfaatan pekarangan produktif juga berpotensi membantu menjaga stabilitas harga pangan di daerah serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Baubau maupun daerah lainnya di Indonesia.(*)

baca berita lainnya:

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Saat Serahkan Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Pemanfaatan Pekarangan sebagai Kebun Dapur Ibu (KEDAI) Tahun 2026 di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Palagimata, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kemandirian pangan masyarakat dari tingkat rumah tangga. “Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Saat Serahkan Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu,”

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Saat Serahkan Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Saat Serahkan Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu

Ketua Panitia Lomba KEDAI yang juga Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Munsira, melaporkan lomba berlangsung pada 22–25 Juni 2026 dan diikuti 34 kelompok KEDAI yang berasal dari delapan kecamatan di Kota Baubau. Seluruh peserta merupakan kelompok yang belum pernah menjadi juara pada penyelenggaraan lomba tahun 2025. Hingga tahun 2026, jumlah kelompok KEDAI di Kota Baubau telah mencapai 44 kelompok yang tersebar di berbagai kelurahan. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kelembagaan kelompok, produktivitas kebun, estetika lingkungan, kreativitas pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam, serta keberlanjutan usaha kelompok.

Dalam sambutannya, Yusran Fahim mengatakan pemanfaatan pekarangan merupakan langkah konkret menghadapi tantangan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kebun keluarga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, mengurangi pengeluaran, memperbaiki kualitas gizi, hingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga. “Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga. Pekarangan yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pangan yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Yusran.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mengembangkan Program Kebun Dapur Ibu (KEDAI) sebagai gerakan pemanfaatan pekarangan rumah. Program tersebut mendorong masyarakat menanam berbagai komoditas pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sehingga mampu mendukung upaya pencegahan stunting serta memperkuat ketahanan pangan daerah. “Melalui Program KEDAI, kami ingin membangun kemandirian pangan masyarakat dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” katanya.

Yusran juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan kebun pekarangan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong secara produktif. “Saya mengapresiasi seluruh peserta yang telah bekerja keras. Semangat inilah yang menjadi modal besar membangun Kota Baubau yang sehat, mandiri, dan tangguh,” ungkapnya.

6 1

Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan hadiah berupa tandon air, selang air, benih tanaman, serta uang pembinaan kepada para pemenang. Juara pertama menerima uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, sedangkan juara harapan I hingga harapan VII masing-masing memperoleh Rp500 ribu beserta perlengkapan pendukung berkebun. Munsira menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta, tim penilai, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta Fasilitator KEDAI Ny. Hj. Sitti Aryati Yusran atas dukungan dan pendampingannya. “Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan seluruh pihak yang terus mendorong berkembangnya kelompok KEDAI di Kota Baubau,” ujar Munsira.

Panduan & Petunjuk Perjalanan

Program KEDAI sendiri sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang menegaskan bahwa pemenuhan pangan merupakan hak dasar setiap warga negara. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat juga terus memperkuat program diversifikasi pangan dan pemanfaatan lahan pekarangan melalui berbagai kebijakan ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim, gangguan rantai pasok, serta meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

baca juga:

  1. JKN Layani 725,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan Tegaskan Program Tetap Berkelanjutan
  2. Tiga Kepala OPD Resmi Dilantik Walikota Baubau HYF, Efisiensi Tak Boleh Turunkan Layanan …

Secara historis, gerakan pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan telah berkembang di berbagai negara. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) sejak lama mendorong konsep home garden sebagai salah satu strategi meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperbaiki gizi masyarakat, dan menjaga keanekaragaman hayati. Di Indonesia, konsep tersebut terus dikembangkan melalui berbagai program pemerintah, termasuk Pekarangan Pangan Lestari (P2L), yang kini diperkuat melalui inovasi daerah seperti Program KEDAI di Kota Baubau. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, pemanfaatan pekarangan diharapkan menjadi budaya baru yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.(*)

 

 

Visited 19 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *