HUKUMKOTA BAUBAUSULTRA

Dua Pria Diamankan di Baubau, 13 Sachet Diduga Sabu Ditemukan di Kamar Mandi

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Baubau mengamankan dua pria berinisial IK (22) dan L (24) dalam pengungkapan kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu di Jalan Burasatongka, Kelurahan Wajo, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Senin (19/10/2026) malam. Polisi menyita 13 sachet berisi serbuk kristal yang diduga sabu dengan berat bruto 2,82 gram, beserta dua unit telepon genggam. “Dua Pria Diamankan di Baubau, 13 Sachet Diduga Sabu Ditemukan di Kamar Mandi,”

Dua Pria Diamankan di Baubau, 13 Sachet Diduga Sabu Ditemukan di Kamar Mandi
Dua Pria Diamankan di Baubau, 13 Sachet Diduga Sabu Ditemukan di Kamar Mandi

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat sekitar pukul 22.00 Wita mengenai dua pria yang dicurigai memiliki atau menguasai narkotika. Menindaklanjuti laporan itu, anggota operasional Satresnarkoba Polres Baubau melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi sebelum mengamankan keduanya sekitar pukul 22.45 Wita.

Kasat Resnarkoba Polres Baubau, IPTU Joni Arani, S.H., M.H., C.PS., C.MTr., CPM., C.Neg., menjelaskan bahwa kedua pria tersebut kemudian menunjukkan tempat penyimpanan barang yang diduga sabu, yakni di dalam bak WC kosong di kamar mandi.

Barang bukti ditemukan dalam bungkusan rokok Magnum Filter berwarna hitam dan potongan kantong plastik biru muda. Di dalamnya terdapat potongan pipet plastik berwarna merah muda yang digunakan sebagai kemasan sachet berisi serbuk kristal. Penggeledahan dilakukan dengan didampingi Ketua RT setempat.

“Di dalam kemasan tersebut terdapat sachet plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga sabu,” kata Joni saat memberikan keterangan, Selasa (20/10/2026).

Selain 13 sachet dengan berat bruto 2,82 gram, polisi mengamankan satu unit iPhone 13 Pro Max berwarna putih dan satu unit Oppo A16K berwarna putih. Kedua pria yang diamankan diketahui belum bekerja. Setelah penindakan, mereka dibawa ke Markas Polres Baubau untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Dalam perkara ini, keduanya disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Status dugaan tindak pidana tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.

baca juga:

  1. Atlet Baubau Borong Tiga Emas, SMI Sultra Raih Delapan Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional 2026 di Cibubur
  2. Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan …

Kasus di Baubau ini menjadi bagian dari persoalan peredaran narkotika yang telah lama menjadi perhatian nasional dan internasional. Indonesia mengatur tindak pidana narkotika melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, sedangkan di tingkat internasional, Konvensi Tunggal Narkotika 1961 menjadi salah satu landasan kerja sama pengendalian narkotika. Meski demikian, jumlah barang bukti dalam perkara ini saja belum cukup untuk menyimpulkan skala jaringan peredaran ataupun peran masing-masing terduga pelaku.(*)

baca berita lainnya:

Baubau Rayakan 485 Tahun, Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Singgung IPM 80,29 Yang Sangat Tinggi dan Investasi Rp139 Miliar Hingga Akses Tekhnologi Digital Jadi Modal Pembangunan

BAUBAU, DURASITIMES.COM —  Pemerintah Kota Baubau memperkuat transformasi digital, mendorong  investasi, dan menyiapkan pengusulan Benteng Keraton Buton sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO dalam momentum peringatan HUT Baubau ke-485 dan Hari Jadi Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom, Sabtu (17/10/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya  pemerintah daerah membangun kota yang berdaya saing tanpa meninggalkan akar sejarah Kesultanan Buton. “Baubau Rayakan 485 Tahun, Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Singgung IPM 80,29 Yang Sangat Tinggi dan Investasi Rp139 Miliar Hingga Akses Tekhnologi Digital Jadi Modal Pembangunan,”

Baubau Rayakan 485 Tahun, Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Singgung IPM 80,29 Yang Sangat Tinggi dan Investasi Rp139 Miliar Hingga Akses Tekhnologi Digital Jadi Modal Pembangunan
Baubau Rayakan 485 Tahun, Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Singgung IPM 80,29 Yang Sangat Tinggi dan Investasi Rp139 Miliar Hingga Akses Tekhnologi Digital Jadi Modal Pembangunan

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim SE, dalam amanat upacara menegaskan bahwa pembangunan harus tetap berjalan di tengah tekanan ekonomi dan dinamika kebijakan fiskal. “Peningkatan jalan, drainase, jaringan air bersih, hingga mutu pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas kerja,” ujarnya. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan, merawat fasilitas publik, dan memperkuat gotong royong.

Pada sektor ekonomi, realisasi investasi Baubau sepanjang 2026 dilaporkan mencapai Rp139 miliar. Revitalisasi Pasar Wameo, penyiapan pasar penyangga, penyelenggaraan Baubau Expo, serta masuknya sejumlah pelaku usaha modern diharapkan membuka lapangan kerja dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia Baubau tercatat sebesar 80,29 pada akhir 2025, masuk kategori sangat tinggi. Kota ini juga disebut memperoleh peringkat kedua nasional dalam kategori akses dan pelayanan kesehatan Regional Sulawesi dari Kementerian Dalam Negeri.

Untuk menghadapi perkembangan teknologi, Pemkot Baubau menjalin kerja sama dengan Balai Besar Komdigi Makassar melalui kesepakatan pelatihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan penguatan konektivitas digital. Baubau juga menyatakan dukungan terhadap program strategis nasional, termasuk pengembangan Bandara Betoambari, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Di bidang kebudayaan, pemerintah daerah menjadwalkan Simposium Budaya Buton pada 28 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan teknis pengusulan Benteng Keraton Buton ke UNESCO. Upaya tersebut sejalan dengan pelestarian tradisi Santiago, karnaval budaya, dan Pekakande-kandea untuk menjaga warisan leluhur serta falsafah Sara Pataanguna. “Identitas Baubau berakar kuat pada peradaban Kesultanan Buton dan falsafah Bolimo Karo Somanamo Lipu, yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” kata Yusran dalam amanatnya.

Secara historis, Baubau tumbuh dari lingkungan peradaban Kesultanan Buton yang memiliki tradisi pemerintahan, hukum adat, dan tata sosial tersendiri. Benteng Keraton Buton menjadi salah satu peninggalan penting dari perjalanan sejarah tersebut. Dalam konteks internasional, UNESCO melalui Konvensi Warisan Dunia 1972 menetapkan kerangka kerja perlindungan warisan budaya dan alam yang memiliki nilai universal luar biasa. Pengusulan ke daftar Warisan Dunia memerlukan kajian, dokumentasi, serta pemenuhan kriteria dan persyaratan UNESCO; karena itu, agenda simposium menjadi salah satu langkah persiapan, bukan penetapan status sebagai warisan dunia.

Peringatan yang berlangsung di Baubau tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., Bupati Buton Selatan H Muh Adios, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa ST, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, SH, MH, Wakil Bupati Buton Tengah Muh Adam Basan SSos., anggota DPR RI Jaelani, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Hadir pula Atase Kebudayaan Timor-Leste Prof Dr Tasrifin Tahara, Kepala BLSDM Komdigi Makassar Drs Baso Saleh, MIKom., dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Tenggara Andi Syahrir.

baca juga:

  1. Wali Kota Yusran Fahim Umumkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026 Pada Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, IPM Baubau Capai 80,29
  2. Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia …

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ritual adat Pekakande-kandea yang mencakup pemberian makanan kepada anak-anak maelu atau yatim piatu. Peringatan hari jadi ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyeimbangkan modernisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi, serta pelestarian identitas budaya. Dengan demikian, pembangunan Baubau tidak hanya diukur melalui capaian ekonomi dan teknologi, tetapi juga melalui kemampuan menjaga warisan sejarah untuk generasi mendatang.(*)

 

Visited 5 times, 5 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *