Resep Sayur Asem Segar Rasa Rumahan dan Nagih!
Resep Sayur Asem Segar Rasa Rumahan dan Nagih!

🥬 Sayur Asem Segar (Rasa Rumahan & Nagih!)
Bahan:
– 1 buah jagung manis (potong-potong)
– 1 buah labu siam (potong dadu)
– 5 helai kacang panjang (potong 3 cm)
– 1 genggam daun melinjo (opsional)
– 1 liter air
Bumbu halus:
– 3 siung bawang merah
– 2 siung bawang putih
– 2 butir kemiri
– 1 sdt terasi
– 1 sdt gula merah
– Garam secukupnya
– 1 sdm asam jawa (larutkan dengan sedikit air)
Cara membuat:
1. Rebus air hingga mendidih, masukkan jagung & labu siam.
2. Tambahkan bumbu halus, masak sampai sayur mulai empuk.
3. Masukkan kacang panjang & daun melinjo.
4. Tuang air asam jawa, koreksi rasa (asin, manis, asam segar).
5. Masak sebentar, angkat & sajikan hangat.
💡 Tips:
Tambahkan sedikit lengkuas geprek supaya aromanya makin sedap!
Sumber: Resep Makanan Enak
==================================
Baca Berita Lainnya:
Idulfitri 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Gubernur Sultra ASR Ajak Bersinergi Bangun Daerah
SULTRA, BP – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengajak seluruh masyarakat memperkuat silaturahmi dan sinergi dalam pembangunan daerah pada momentum Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. “Idulfitri 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Gubernur Sultra ASR Ajak Bersinergi Bangun Daerah,”

Ajakan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Shalat Idulfitri di Masjid Agung Al Kautsar, yang berlangsung khidmat di tengah suasana penuh kebersamaan dan gema takbir yang mengalun sejak pagi hari.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Andi Sumangerukka dalam penutup sambutannya.
Ia menambahkan, tradisi saling memaafkan yang melekat pada Idulfitri harus dimaknai secara mendalam sebagai upaya membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial yang mungkin sempat renggang.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang inklusif.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, swasta, dan komunitas, untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan Sulawesi Tenggara.
“Dengan niat tulus dan kebersamaan, kita wujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan kolektif dari masyarakat yang solid dan saling percaya.
“Mari kita pererat ikatan silaturahmi dan persaudaraan, baik sesama umat Islam maupun sesama warga Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Dalam konteks historis, Idulfitri di Indonesia telah lama menjadi simbol rekonsiliasi sosial. Sejak masa awal kemerdekaan, para tokoh bangsa seperti Soekarno kerap menjadikan momen Lebaran sebagai sarana memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika politik dan sosial.
Secara global, Idulfitri juga memiliki makna universal sebagai hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Di berbagai negara Muslim, seperti di kawasan Timur Tengah hingga Asia Selatan, tradisi silaturahmi dan saling memaafkan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.
Di Indonesia sendiri, tradisi mudik dan halal bihalal telah berkembang sejak abad ke-20 dan menjadi praktik sosial yang memperkuat hubungan keluarga serta komunitas lintas daerah.
Gubernur Sultra menilai, nilai-nilai tersebut relevan untuk terus dijaga, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Ia berharap masyarakat dapat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun daerah.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian dan menghindari konflik yang dapat menghambat kemajuan bersama.
Momentum Idulfitri, kata dia, harus menjadi energi positif untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
baca juga:
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Di akhir kegiatan, suasana kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat saling bersalaman dan bertukar ucapan selamat, mencerminkan nilai persaudaraan yang menjadi inti perayaan Idulfitri.(*)

