KOTA BAUBAUSULTRA

Kodim 1413 Buton Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Ribuan Sembako Murah bagi Warga, Tersedia 4 Ton Beras

BAUBAU, BP – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 1413/Buton menggelar bazar Ramadan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran. Kegiatan yang berlangsung di depan Markas Kodim 1413/Buton, Baubau, Jumat (13/3/2026) tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. “Kodim 1413 Buton Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Ribuan Sembako Murah bagi Warga, Tersedia 4 Ton Beras,”

Kodim 1413 Buton Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Ribuan Sembako Murah bagi Warga, Tersedia 4 Ton Beras
Kodim 1413 Buton Gelar Bazar Ramadan, Sediakan Ribuan Sembako Murah bagi Warga, Tersedia 4 Ton Beras

Bazar murah ini menghadirkan berbagai komoditas utama seperti beras, telur, minyak goreng, hingga gula pasir yang dijual dengan harga bersubsidi. Program tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang biasanya menghadapi kenaikan harga bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf Arif Nofiyanto, S.E., mengatakan kegiatan pasar murah tersebut merupakan inisiatif TNI untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan pasar murah Kodim 1413/Buton. Tujuannya membantu masyarakat agar bisa mendapatkan sembako dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujar Arif kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Dalam bazar tersebut, Kodim 1413/Buton menyediakan berbagai komoditas dalam jumlah cukup besar. Di antaranya beras sebanyak 4 ton, telur sekitar 600 rak, minyak goreng sekitar 700 liter, serta gula pasir sebanyak 500 kilogram.

Harga sejumlah bahan pokok tersebut dijual lebih rendah dari harga pasaran karena adanya subsidi dari berbagai pihak yang bekerja sama dengan Kodim. Misalnya, harga beras yang di pasaran berkisar Rp62.000 hingga Rp62.500 dijual hanya Rp55.000.

Begitu pula dengan telur ayam yang biasanya dijual sekitar Rp65.000 per rak, dalam bazar tersebut masyarakat dapat membelinya dengan harga Rp55.000 per rak.

Selain beras dan telur, sejumlah produk minyak goreng dari berbagai merek juga disediakan, antara lain Bimoli, Rose Brand, Selfie, Mitra, dan Belfood, serta gula pasir untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Menurut Arif, pelaksanaan bazar murah ini didukung oleh sejumlah mitra, antara lain Perum Bulog, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Dana dari rekanan maupun dari Kodim sendiri kami kumpulkan untuk mensubsidi harga barang sehingga masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Arif.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pasar murah menjelang Ramadan atau Idulfitri bukan hal baru di Indonesia. Pemerintah dan berbagai lembaga kerap menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Secara historis, kebijakan pasar murah atau operasi pasar di Indonesia telah dilakukan sejak era Orde Baru melalui Bulog sebagai upaya mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan pangan nasional, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Fenomena kenaikan harga pangan menjelang hari besar keagamaan juga terjadi di berbagai negara. Di sejumlah negara Timur Tengah dan Asia Selatan, pemerintah biasanya mengadakan Ramadan Market atau Ramadan Bazaar sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan selama bulan puasa.

Arif menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap bazar Ramadan yang digelar Kodim 1413/Buton cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga telah memadati lokasi bazar untuk membeli berbagai kebutuhan pokok.

6 5

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan merasa terbantu dengan kegiatan ini,” kata Arif.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan untuk mencari keuntungan, melainkan membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Idulfitri.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahun agar masyarakat kecil tetap bisa merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran,” ujarnya.

baca juga:

  1. Gubernur Sultra ASR Tinjau RSUD Baubau, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Untuk Wilayah Kepton
  2. Kapal Cepat Baubau–Kendari Layani Mudik Gratis Jelang Idulfitri, Tiket Untuk Kuota 1.600 Penumpang

Kodim 1413/Buton juga membuka kemungkinan untuk kembali menggelar bazar serupa di masa mendatang apabila harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang signifikan.

“Tujuan kami bukan mencari keuntungan, tetapi membantu masyarakat kecil agar bisa menikmati lebaran dengan harga sembako yang lebih terjangkau,” ujar Arif.

Kegiatan bazar Ramadan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan sektor swasta dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat daerah.(*)

baca berita lainnya:

Bapas Baubau Go International, Butonik jadi Souvenir pada ASEAN Regional Correctional Conference di Thailand Menarik Perhatian Delegasi ARCC 2026

BAUBAU, DT — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Baubau memperkenalkan produk lokal hasil karya klien pemasyarakatan dalam ajang 3rd ASEAN Regional Correctional Conference (ARCC) 2026 yang berlangsung di Bangsaen, Thailand. Produk tersebut dibawa sebagai souvenir bagi para delegasi dari negara-negara anggota ASEAN serta mitra internasional yang menghadiri forum pemasyarakatan tingkat regional tersebut. “Bapas Baubau Go International, Butonik jadi Souvenir pada ASEAN Regional Correctional Conference di Thailand Menarik Perhatian Delegasi ARCC 2026,”

Bapas Baubau Go International, Butonik jadi Souvenir pada ASEAN Regional Correctional Conference di Thailand Menarik Perhatian Delegasi ARCC 2026
Bapas Baubau Go International, Butonik jadi Souvenir pada ASEAN Regional Correctional Conference di Thailand Menarik Perhatian Delegasi ARCC 2026

Kepala Bapas Baubau Nasirudin mengatakan bahwa produk yang diperkenalkan berasal dari program pembimbingan kemandirian klien pemasyarakatan yang selama ini dijalankan oleh Bapas Baubau. Produk tersebut dipasarkan melalui brand Butonik yang menjadi identitas karya kreatif dari para klien pemasyarakatan.

“Produk yang kami bawa bukan sekadar souvenir, tetapi merupakan hasil pembimbingan yang menunjukkan bahwa klien pemasyarakatan mampu berkarya dan mandiri,” kata Nasirudin dalam keterangan yang disampaikan di sela kegiatan konferensi tersebut.

Dalam forum internasional tersebut, Bapas Baubau memperkenalkan sejumlah produk unggulan daerah. Di antaranya kampuruy dan selendang yang merupakan tenunan khas Buton, kopi lokal Sulawesi Tenggara, kacang mete, serta gantungan kunci hasil kerajinan tangan klien pemasyarakatan.

Produk-produk tersebut dipilih karena dinilai mewakili potensi budaya dan sumber daya alam daerah sekaligus mencerminkan keterampilan yang dikembangkan dalam program pembinaan kemandirian di Bapas Baubau.

Menurut Nasirudin, partisipasi dalam konferensi tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan mengenai sistem pemasyarakatan di kawasan ASEAN, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan karya klien kepada komunitas internasional.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan karya klien pemasyarakatan kepada dunia serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk yang diperkenalkan mendapat perhatian dari para delegasi yang berasal dari berbagai negara, seperti Thailand, Hong Kong, hingga Inggris. Para peserta konferensi menunjukkan ketertarikan terhadap nilai budaya serta cerita pembinaan yang melatarbelakangi produk-produk tersebut.

“Banyak delegasi yang mengapresiasi karena produk ini bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menggambarkan proses pembinaan sosial yang positif,” kata Nasirudin.

1 8

Secara historis, program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dan klien pemasyarakatan telah menjadi bagian penting dari sistem pemasyarakatan di Indonesia sejak diberlakukannya konsep Sistem Pemasyarakatan pada 1964 yang digagas oleh Menteri Kehakiman Sahardjo. Konsep tersebut menekankan pendekatan pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial bagi warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat secara produktif.

Di tingkat internasional, upaya pembinaan serupa juga menjadi perhatian global, salah satunya melalui standar United Nations Standard Minimum Rules for the Treatment of Prisoners (Nelson Mandela Rules) yang mendorong negara-negara untuk menyediakan program pelatihan kerja dan pendidikan bagi narapidana serta klien pemasyarakatan.

Sementara itu, ASEAN juga secara berkala menggelar forum kerja sama pemasyarakatan melalui ASEAN Regional Correctional Conference untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik, serta meningkatkan standar pembinaan di negara-negara kawasan.

Dalam konteks tersebut, keikutsertaan Bapas Baubau dalam ARCC 2026 dinilai menjadi langkah strategis untuk menunjukkan bahwa program pembimbingan klien pemasyarakatan di daerah mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus sosial.

Melalui kegiatan ini, Bapas Baubau berharap karya klien pemasyarakatan dapat semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

baca juga:

  1. Kepala Bapas Baubau Nasirudin Bergabung Delegasi RI di Konferensi ASEAN Thailand, Indonesia Soroti Keamanan dan Reformasi Lapas
  2. Indonesia Dorong Reformasi Pemasyarakatan ASEAN dalam ARCC 2026 Thailand

“Dengan pembimbingan yang tepat, mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan memberikan kontribusi positif,” ujar Nasirudin.

Momentum konferensi ini juga diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperluas jaringan promosi produk lokal sekaligus memperkuat citra positif program pemasyarakatan Indonesia di mata dunia.(*)

Visited 50 times, 13 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *