Resep Kue Dadar Gulung Isi Kelapa Manis
Resep Kue Dadar Gulung Isi Kelapa Manis

🥞🌿 Resep Kue Dadar Gulung Isi Kelapa Manis 🌿🥞
Kue tradisional yang lembut, harum pandan, dan isi kelapa manis yang legit 😍✨ Cocok buat camilan sore atau suguhan tamu 💚
🛒 Bahan Kulit Dadar:
🌾 200 gram tepung terigu
🥚 1 butir telur
🥥 400 ml santan cair
🌿 1 sdm air pandan (atau pasta pandan secukupnya)
🧂 Sejumput garam
🛢️ 1 sdm minyak goreng (untuk adonan)
🥥 Bahan Isian:
🥥 200 gram kelapa parut (pilih yang setengah tua)
🍯 150 gram gula merah, serut halus
🌿 1 lembar daun pandan
💧 50 ml air
🧂 Sejumput garam
👩🍳 Cara Membuat:
1️⃣ Membuat Isian
🔥 Masukkan gula merah, air, daun pandan, dan garam ke dalam wajan.
🥄 Masak sampai gula larut dan mendidih.
🥥 Tambahkan kelapa parut, aduk rata.
🍯 Masak sampai air menyusut dan isian agak kering.
❄️ Angkat dan dinginkan.
2️⃣ Membuat Kulit Dadar
🥣 Campur tepung terigu, telur, santan, garam, dan air pandan.
🥄 Aduk sampai halus dan tidak bergerindil (boleh disaring biar mulus 😉).
🔥 Panaskan teflon, oles tipis minyak.
🥞 Tuang 1 sendok sayur adonan, ratakan tipis seperti membuat c
Sumber: Resep Makanan Enak
==============================
baca berita lainnya:
Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Sitti Norma Adios Gencarkan Aksi Cegah dan Lawan Stunting di Batuatas Melalui Kesadaran Gizi
BUTON SELATAN, – Upaya percepatan penurunan stunting kembali digencarkan di wilayah kepulauan. Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Buton Selatan Ny Sitti Norma Adios memimpin langsung kegiatan Gerakan Pencegahan Stunting di Kecamatan Batuatas, Jumat (27/3/2026), sebagai bagian dari penguatan pembangunan sumber daya manusia sejak dini. “Ketua TP PKK Buton Selatan Ny Sitti Norma Adios Gencarkan Aksi Cegah dan Lawan Stunting di Batuatas Melalui Kesadaran Gizi,”

Kegiatan ini menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan peran keluarga dalam mencegah stunting. Program tersebut juga selaras dengan agenda pembangunan nasional dalam Nawa Cita yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.
Dalam pelaksanaannya, gerakan ini melibatkan kader PKK, tenaga kesehatan, serta masyarakat Batuatas. Sasaran utama kegiatan adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki anak usia di bawah dua tahun atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Edukasi tentang gizi seimbang dan pola asuh menjadi kunci agar anak tumbuh sehat dan optimal,” ujar Sitti Norma Adios dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, melainkan berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan belajar. Kondisi ini, menurutnya, dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Secara historis, isu stunting telah menjadi perhatian global. Organisasi World Health Organization mencatat bahwa stunting merupakan salah satu indikator utama kekurangan gizi kronis pada anak. Secara global, jutaan anak di berbagai negara berkembang masih mengalami kondisi ini akibat keterbatasan akses pangan bergizi dan layanan kesehatan.
Di Indonesia, perhatian terhadap stunting mulai diperkuat sejak satu dekade terakhir. Pemerintah melalui berbagai kebijakan nasional, termasuk strategi percepatan penurunan stunting sejak 2018, terus menargetkan penurunan prevalensi secara signifikan di berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan seperti di Kecamatan Batuatas, Kabupaten Buton Selatan. Berdasarkan Data E PPGM Buton Selatan, angka prevalensi stanting di Kecamatan Batuatas pada tahun 2025 sebesar 24,5 %.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Batuatas mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan kuat, meskipun berada di wilayah kepulauan,” tambahnya.
Program yang dilaksanakan di Batuatas mencakup pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian suplemen gizi, imunisasi anak, serta pemantauan tumbuh kembang melalui Posyandu. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Gerakan ini juga mendorong perubahan perilaku hidup sehat, seperti kebiasaan mencuci tangan, penggunaan air bersih, serta konsumsi makanan bergizi seimbang. Hal tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kekurangan gizi kronis pada anak.
“Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan anak. Ini yang terus kami dorong kepada masyarakat,” ujarnya.
baca juga:
- BPOM Baubau Awasi Ketat Peredaran Pangan Selama Ramadan hingga Lebaran 1447 H, Temukan 10 Persen Produk Tak Layak
- Tanpa Posko Mudik, Layanan BPJS Kesehatan Baubau Tetap Buka Saat Lebaran
Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Buton Selatan secara bertahap. Pemerintah daerah bersama PKK berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program hingga ke wilayah terpencil.
“Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dalam pertumbuhan hanya karena kurangnya pengetahuan atau akses layanan kesehatan,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, kader PKK, dan masyarakat, gerakan ini diyakini dapat memberikan dampak nyata dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Hal ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia khususnya di Buton Selatan pada masa mendatang.(*)


