Musda V DWP Baubau, Peneguhan Arah Gerak Organisasi Yang Strategis Lima Tahun Kedepan
BAUBAU, DT-Peringat HUT ke-26, DWP Sultra dan Baubau Kolaborasi RS Siloam Skrining Kanker Payudara
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 yang dirangkaikan dengan Bulan Peduli Kanker Payudara., DWP Provinsi Sultra dan DWP Kota Baubau melakukan kolaborasi dengan RS Siloam menyelenggarakan Skrining Kanker Payudara gratis dan Bulan Peduli Kanker Payudara di Lipo Plaza Kamis (23/10/2025). “Musda V DWP Baubau, Peneguhan Arah Gerak Organisasi Yang Strategis Lima Tahun Kedepan,”

Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc saat membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DWP Provinsi Sultra dan Kota Baubau serta RS. Siloam Buton dan seluruh mitra yang telah bekerja menyelenggarakan kegiatan skrining kanker payudara gratis ini sebagai bagian dari peringatan HUT DWP ke-26. Kegiatan ini memperlihatkan kepedulian nyata terhadap kesehatan perempuan dan kemandirian keluarga di Kota Baubau dan dapat memperkuat sistem pencegahan dan deteksi dini.
Wa Ode Hamsinah Bolu berpesan agar semua dapat memanfaatkan kesempatan skrining gratis dengan melakukan pemeriksaan payudara mandiri srfiar ritean dan segera berkonsultasi bila menemukan perubahan kepada kelurga dan komunitas. Dan dukungan moral praktis sangat menentukan.
”Dorong peempuan untuk tak ragu memeriksa diri dan mengikuti rujukan media bila diperlukan. Kepada tenaga medis tenaga kesehatan, relawan dan panitia terima kasih atas dedikasinya yang nyata hari ini kerja profesional anda membentuk jembatan antara deteksi awal dan pengobatan yang tepat waktu,”ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kota Baubau Vera Sukmawati Meizat Amril Tamim mengungkapkan rasa bersyukur atas kegiatan deteksi dini kanker payudara yang saat ini hanya ada di Baubau. Apalagi, peserta yang mencapai 100 orang lebih sangat antusias mengikuti skrining yang dihadiri Ketua DWP Provinsi Sultra Dra Wa Ode Munasah Asrun Lio. (*)
Musda V DWP Baubau, Peneguhan Arah Gerak Organisasi Yang Strategis Lima Tahun Kedepan
BAUBAU, DT-Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Baubau tahun 2025 dengan tema penguatan fondasi transformasi organisasi DWP menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah sekadar forum pergantian pengurus semata. Namun ini adalah ajang jawaban atas capaian periode lalu, refleksi mendalam terhadap kekurangan dan tantangan, serta yang terpenting, peneguhan arah gerak organisasi yang strategis untuk lima tahun ke depan.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc saat membuka Musda V DWP Kota Baubau yang dilaksanakan di aula kantor Wali Kota Baubau Palagimata Jumat (24/10/2025).
Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu mengapresiasi terpilihnya tema Musda kali ini, yaitu penguatan fondasi transformasi organisasi DWP menuju Indonesia Emas 2045 yang sangat relevan dan menunjukkan kesadaran kolektif DWP Kota Baubau untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin, tetapi juga pada transformasi kelembagaan yang visioner. Apalagi, berada di tengah momentum penting menuju visi besar bangsa yakni Indonesia Emas 2045. DWP sebagai organisasi pendamping suami ASN harus mengambil peran signifikan dalam mewujudkan visi tersebut, dimulai dari penguatan fondasi organisasi itu sendiri.
”Sesuai dengan tema yang diusung, peran DWP kini tidak lagi sebatas pendukung, namun harus menjadi agen perubahan. DWP harus bertransformasi menjadi organisasi modern yang mampu memanfaatkan teknologi, Mendorong kewirausahaan perempuan, dan aktif dalam program-program pembangunan,”ungkapnya.
Ditambahkan, DWP adalah bagiam integrad dari upaya kolektif. program kerja yang akan dirumuskan dalam Musda ini harus mampu mendukung dan menyelaraskan diri dengan pencapaian visi dan misi Kota Baubau. Karena itu, pihaknya mengajak untuk bekerja dalam kerangka kolaborasi di mana setiap program DWP, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial budaya, secara nyata berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Baubau yang sejahtera, maju, dan berbudaya.
Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Sultra Ny Hj. Wa Ode Munanah Asrun Lio mengakui dengan tema musda V DWP penguatan fondasi transformasi organisasi dwp menuju indonesia emas 2045 tentu menjadi komitmen untuk terus memperkokoh pondasi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman. transformasi organisasi merupakan upaya serius untuk menghadapi perubahan yang cepat, baik dari aspek teknologi, sosial, maupun budaya. dwp harus menjadi organisasi yang dinamis, yang dapat merangkul perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
baca juga:
- Workshop Perfilman, Langkah Awal Bangun Film Lokal di Baubau
- Sekda Definitif Kota Baubau Berpeluang di Lelang Kembali di Era Walikota-Wawali Baubau H Yusran Fahim-Wa Ode Hamsina
Hj Munanah Asrun Lio berharap Musda V DWP Kota Baubau berjalan lancar dan dapat menghasilkan program kerja lima tahun kedepan yang dapat dilaksanakan dengan maksimal. Karena itu, pihaknya mengajak semua untuk melangkah bersama, dengan semangat transformasi, agar DWP menjadi organisasi yang semakin kokoh, responsif, dan inovatif guna mencapai cita-cita indonesia emas 2045.(*)
GALERI FOTO:
Baca Berita Lainnya:
Dinkes Validasi Data Sasaran Penemuan Kasus P2PTM Termasuk Cegah Infeksi Dengan Melaksanakan Program POM Kecacingan
BAUBAU,DT-Cegah Infeksi, Dinkes Baubau Laksanakan Program POPM Kecacingan di SDDalam upaya meningkatkan derajat kesehatan anak-anak usia sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau melalui Puskesmas Katobengke menggelar melaksanakan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) kecacingan di lingkungan Sekolah Dasar (SD) 1 Katobengke pada Selasa (21/10/2025). “Dinkes Validasi Data Sasaran Penemuan Kasus P2PTM Termasuk Cegah Infeksi Dengan Melaksanakan Program POM Kecacingan.”

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Yuslina dalam keterangan persnya Selasa (21/10/2025) mengatakan, cacingan merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, produktivitas.
Karena itu, dengan melaksanakan program POPM kecacingan kepada anak-anak usia sekolah yang rentan terhadap infeksi parasit usus di SD 1 Katobengke merupakan upaya Dinkes Kota Baubau untuk menekan dan mencegah penyebaran infeksi cacingan di sekolah-sekolah utamanya anak-anak yang berada di SD 1 Katobengke.
Yuslina mengakui, cegah infeksi cacingan dengan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan yang dilaksanakan dua kali dalam 1 (satu) tahun pada anak usia 1–12 Tahun akan dapat diperoleh secara GRATIS dengan berhubungan langsung dengan Posyandu atau Puskesmas terdekat.se-Kota Baubau. Dengan program tersebut, pihaknya berkeinginan Kota Baubau dapat dijadikan sebagai kota yang bebas cacingan.
Diungkapkan, selain pemberian obat, tim kesehatan dari puskesmas juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kuku dan kebiasaan tidak jajan sembarangan.
“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terkena kecacingan karena kebiasaan hidup bersih belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu, program ini sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang mereka,”ungkapnya.
Sementara itu, kegiatan ini pemberian POPM kecacingan di SD1 Katobengke berjalan dengan sukses dan melibatkan Dinas Kesehatan P2P Provinsi Sultra,Dinas Kesehatan Kota Baubau dan UPTD Puskesmas Katobengke. (*)
Dinkes Validasi Data Sasaran Penemuan Kasus P2PTM
BAUBAU, DT-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pengelola Program PTM dan validasi data sasaran atau cakupan penemuan kasus dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) di Zenith Premiere Jumat pagi (24/102025). Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B
Menurut Frederik Tangke Allo, pembangunan bidang kesehatan di Indonesia dihadapkan pada Triple Burden, yaitu suatu keadaan dimana penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, dilain pihak angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular cenderung meningkat, dan sekaligus menghadapi tantangan penyakit-penyakit yang muncul kembali atau munculnya penyakit-penyakit baru.
Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi antara lain oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi,sosial ekonomi dan sosial budaya. Jenis utama PTM adalah penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung dan stroke), kanker, penyakit pernapasan kronik (seperti penyakit paru obstruktif kronik dan asma) dan diabetes.
Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak akibat PTM, atau 17,9 juta orang setiap tahunnya, diikuti oleh kanker (9,3 juta), penyakit pernapasan kronis (4,1 juta), dan diabetes(2,0 juta) termasuk kematian akibat penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes). Keempat kelompok penyakit ini menyumbang lebih dari 80% seluruh kematian dini akibat PTM.
Dikatakan, derdasarkan deteksi dini yang telah dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular dengan menilai faktor resiko individu untuk mengurangi dampak PTM pada masyarakat, diperlukan pendekatan komprehensif yang mengharuskan semua sektor, untuk berkolaborasi guna mengurangi risiko yang terkait dengan PTM, dan untuk mempromosikan intervensi guna mencegah dan mengendalikannya.
”Saat ini Capaian SPM PTM dicatat bahwa capaian untuk 2 indikator pada s/d Bulan September Tahun 2025 masih dibawah target 75% diantaranya skrining usia produktif dan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi.
Sedangkan untuk capaian pelayanan kesehatan pada penderita diabetes melitus sudah menunjukan hasil yang lebih baik dengan capaian sebesar 81,91%.Salah satu cara penting untuk mengendalikan PTM adalah dengan berfokus pada pengurangan faktor risiko yang terkait dengan penyakit ini. Dengan adanya Program Cek Kesehatan Gratis diharapkan dapat meningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan identifikasi faktor risiko, deteksi kondisi pra penyakit dan deteksi penyakit lebih awal,”katanya.
baca juga:
- Workshop Perfilman, Langkah Awal Bangun Film Lokal di Baubau
- Apa itu Program Quick Win Yang Jadi Agenda 100 Hari Kerja H Yusran-Wa Ode Hamsina Untuk Bangun Baubau
Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Yuslina menjelaskan, kegiatan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pengelola Program PTM Dan Validasi Data Sasaran/Cakupan Penemuan Kasus P2PTM Tingkat Kota Baubau Tahun 2025 ini menghadirkan pemateri dari Kementerian Kesehatan RI Direktorat PIM bu Wiwi Pratiwi, SKM dan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara ibu Asriyanti,SKM.,M.Kes serta di hadiri 17 UPTD Puskesmas Se-Kota Baubau dan 34 peserta dan pendamping.(*)











