
Tekan Kecelakaan, Satlantas Polres Baubau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas Dioperasi Patuh Anoa 2026 Selama 14 Hari, Polisi Prioritaskan Keselamatan Pengendara
BAUBAU, DURASITIMES.COM — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Baubau menyiapkan 24 personel untuk melaksanakan Operasi Patuh Anoa 2026 selama 14 hari dengan menyasar 10 jenis pelanggaran lalu lintas. Operasi ini mengutamakan pendekatan persuasif dan edukatif, tetapi penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Tekan Kecelakaan, Satlantas Polres Baubau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas Dioperasi Patuh Anoa 2026 Selama 14 Hari, Polisi Prioritaskan Keselamatan Pengendara,”

Kasat Lantas Polres Baubau IPTU Chaidir Akbar, S.IP., mengatakan, keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga oleh peningkatan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. “Tujuan sebenarnya adalah peningkatan kepatuhan masyarakat. Intinya, yang paling utama adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ujarnya, Senin 26 Oktober 2026
Sepuluh pelanggaran yang menjadi sasaran meliputi melawan arus, tidak menggunakan helm berstandar SNI, memakai knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong, serta melakukan balapan liar. Petugas juga menyasar pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan telepon seluler saat berkendara, pengemudi di bawah umur, sepeda motor yang mengangkut lebih dari satu penumpang, pengendara tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM), serta kendaraan dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.
Chaidir menjelaskan, pelat nomor kendaraan yang menjadi sasaran penindakan ialah TNKB yang tidak sesuai spesifikasi resmi yang diterbitkan Polri melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). “Untuk Operasi Patuh Anoa ini, kita tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Adapun penindakan terhadap pelanggaran diupayakan seminimal mungkin, tetapi ada sejumlah sasaran yang memang menjadi prioritas,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, petugas berpeluang menggunakan metode hunting atau patroli bergerak untuk menemukan pelanggaran secara langsung. Pemeriksaan stasioner di lokasi tertentu juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan hasil koordinasi dengan pihak terkait. Sebanyak 24 personel telah tercantum dalam surat perintah tugas, dengan kemungkinan dukungan personel tambahan.
Selain penertiban lalu lintas, Satlantas Polres Baubau turut memperhatikan kondisi kabut asap yang melanda wilayah kota. Kepolisian sebelumnya telah mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, termasuk ketika berkendara, serta membagikan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan asap.
Chaidir mengatakan, kepolisian akan memantau perkembangan kondisi kabut asap. Jika asap semakin pekat hingga mengurangi jarak pandang, petugas akan mempertimbangkan imbauan agar pengendara menyalakan lampu kendaraan pada siang hari. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan keterlihatan kendaraan di jalan.
baca juga:
- Berawal dari Teriakan Nama, Dada Kiri Ditikam Senjata Tajam, Rizki Tewas Lima Menit Setelah Tiba di RSUD Baubau
- Revitalisasi 17 Sekolah di Baubau Capai 50 Persen untuk Sembilan SD dan Delapan SMP, Pemkot Perkuat
Operasi Patuh merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun budaya tertib berlalu lintas dan menekan risiko kecelakaan. Secara historis, Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi Majelis Umum Nomor 74/299 pada 2020 menetapkan periode 2021–2030 sebagai Dekade Aksi untuk Keselamatan Jalan, dengan target mengurangi kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas sekurang-kurangnya 50 persen. Dalam konteks Baubau, upaya tersebut relevan melalui edukasi, kepatuhan terhadap aturan, dan penindakan terhadap pelanggaran yang berisiko terhadap keselamatan.(*)
baca berita lainnya:
OSN hingga FLS3N 2027, Samsuriati AH Pacu Persiapan Siswa SMA Negeri 1 Baubau Menuju Kompetisi 2027
BAUBAU, DURASITIMES.COM – SMA Negeri 1 Baubau mulai mematangkan persiapan menghadapi tiga ajang kompetisi siswa tingkat kabupaten/kota yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027. Sekolah menyiapkan pembina, program latihan, serta kebutuhan pendukung untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). “OSN hingga FLS3N 2027, Samsuriati AH Pacu Persiapan Siswa SMA Negeri 1 Baubau Menuju Kompetisi 2027,”

Kepala SMA Negeri 1 Baubau, Samsuriati AH, S.Pd., M.M., mengatakan pembinaan telah dimulai sejak Oktober 2026 dengan frekuensi satu kali dalam sepekan hingga November. Tahap awal ini difokuskan pada pendampingan siswa oleh pembina yang telah ditetapkan sesuai bidang kompetisi.
“Langkah awal adalah memilih pembina. Setelah pembina terpilih, mereka akan melaksanakan pembinaan kepada peserta didik yang mengikuti lomba,” kata Samsuriati saat diwawancarai Baubau Post, Jumat (23/10).
Untuk menunjang persiapan, sekolah berkomitmen menyediakan kebutuhan belajar dan latihan sesuai cabang yang diikuti. Peserta OSN akan didukung dengan buku-buku olimpiade dan bahan pembelajaran, sedangkan peserta FLS3N memperoleh dukungan perlengkapan untuk bidang seni, termasuk seni kriya dan desain poster. Pembinaan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa di bidang olahraga melalui O2SN.
“Apa yang menjadi kebutuhan peserta didik dalam mengikuti lomba akan dipenuhi oleh sekolah, termasuk buku olimpiade dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk lomba seni,” ujar Samsuriati.
Persiapan lebih awal tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan daya saing peserta didik di bidang akademik, olahraga, seni, dan sastra. Dengan pembinaan terarah serta dukungan fasilitas, sekolah berharap siswa memiliki waktu yang memadai untuk mengembangkan kemampuan sebelum kompetisi tingkat kabupaten/kota pada Mei 2027.
Optimisme itu turut ditopang prestasi sebelumnya. Dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Baubau dan 25 tahun Baubau sebagai daerah otonom, SMA Negeri 1 Baubau meraih juara pertama lomba nyanyi solo lagu daerah dan juara kedua cabang bulu tangkis. Capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong prestasi siswa pada ajang berikutnya.
baca juga:
- Layar Makin Canggih, Karakter Jangan Tertinggal: Paradoks Digitalisasi dan Peran Guru di Sekolah Dasar
- Lindungi Kesehatan Siswa, Baubau Terapkan Pembelajaran Daring akibat Kabut Asap, Kualitas Udara …
Secara nasional, OSN menjadi salah satu wahana pengembangan talenta sains peserta didik, sedangkan O2SN mendorong pembinaan prestasi olahraga dan FLS3N memberi ruang bagi kreativitas seni serta sastra. Dalam konteks internasional, pengembangan kemampuan sains, olahraga, dan seni sejak usia sekolah juga sejalan dengan pendekatan pendidikan holistik yang menekankan penguasaan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan karakter. Karena itu, persiapan SMA Negeri 1 Baubau menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi siswa secara lebih terencana. (*)
