Kabupaten Buton SelatanKESEHATANSULTRA

Cegah ISPA akibat Kabut Asap, Dinkes Buton Selatan Kerahkan 14 Puskesmas Bagikan 400 Masker

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, membagikan 400 masker kepada masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir. Selain mendistribusikan masker di dua lokasi, Dinkes mengerahkan 14 puskesmas untuk memperluas upaya perlindungan kesehatan warga. “Cegah ISPA akibat Kabut Asap, Dinkes Buton Selatan Kerahkan 14 Puskesmas Bagikan 400 Masker,”

Cegah ISPA akibat Kabut Asap, Dinkes Buton Selatan Kerahkan 14 Puskesmas Bagikan 400 Masker
Cegah ISPA akibat Kabut Asap, Dinkes Buton Selatan Kerahkan 14 Puskesmas Bagikan 400 Masker

Pembagian masker dilaksanakan di kawasan jalan poros Masiri–Pantai Boti dan Pelabuhan Bandar Batauga pada Rabu (14/10/2026). Masing-masing lokasi memperoleh 200 masker, dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut dan berpotensi terpapar asap maupun debu.

Perwakilan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Buton Selatan, Sri Novianti, mengatakan pembagian masker merupakan langkah pencegahan untuk menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Dinkes juga telah menyurati 14 puskesmas agar melaksanakan pembagian masker di wilayah kerja masing-masing.

“Jadi, 400 masker ini kami bagi di dua tempat, yakni Pantai Boti dan Pelabuhan Bandar Batauga, masing-masing 200 di tiap titik,” kata Sri saat diwawancarai Baubau Post, Rabu (14/10/2026).

Risiko kesehatan akibat kabut asap menjadi perhatian karena paparan partikel di udara dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan sesak napas. Sri meminta warga yang mengalami kesulitan bernapas segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Secara historis, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat telah menjadi persoalan berulang di Indonesia, terutama saat kebakaran hutan dan lahan meningkat pada musim kemarau. Pada tingkat internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menempatkan polusi udara sebagai salah satu risiko kesehatan lingkungan yang serius. Namun, penyebab dan tingkat pencemaran udara di Buton Selatan perlu dipastikan melalui pemantauan kualitas udara dan informasi dari instansi berwenang.

Dinkes mengimbau warga menggunakan masker saat berada di kawasan berasap, berdebu, atau ramai, serta menghindari asap rokok dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.

“Apabila mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis atau segera ke puskesmas terdekat,” ujar Sri.

baca juga:

  1. Tekan Fluktuasi Harga, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Perluas Budidaya Cabai Bersama Yon TP 871
  2. Pembangunan Tiga Gedung Baru di RSUD Buton Selatan Dikebut Selesai Desember 2026, Layanan …

 

Melalui pembagian masker dan pelibatan puskesmas, Dinkes berharap masyarakat lebih terlindungi selama kabut asap berlangsung. Warga juga diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi udara dan mengutamakan pemeriksaan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.(*)

baca berita lainnya:

Sinkronisasi Penyusuanan RTRW Buton Selatan Ditargetkan Rampung 2027, Kepala Pertanahan Busel Asnani Terus Bergerak untuk Kepastian dan Kualitas Layanan Pertanahan

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Buton Selatan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditargetkan rampung pada 2027. Penyelesaian revisi ini diharapkan menjadi landasan bagi penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Sinkronisasi Penyusuanan RTRW Buton Selatan Ditargetkan Rampung 2027, Kepala Pertanahan Busel Asnani Terus Bergerak untuk Kepastian dan Kualitas Layanan Pertanahan,”

Sinkronisasi Penyusuanan RTRW Buton Selatan Ditargetkan Rampung 2027, Kepala Pertanahan Busel Asnani Terus Bergerak untuk Kepastian dan Kualitas Layanan Pertanahan
Sinkronisasi Penyusuanan RTRW Buton Selatan Ditargetkan Rampung 2027, Kepala Pertanahan Busel Asnani Terus Bergerak untuk Kepastian dan Kualitas Layanan Pertanahan

Hubungi CS Bisnis

Kepala Kantah Buton Selatan, Asnani, menegaskan bahwa sinkronisasi data pertanahan dan tata ruang penting untuk mencegah tumpang tindih pemanfaatan lahan, meningkatkan kepastian hukum, serta mendukung kualitas layanan pertanahan.

“Kantah Buton Selatan siap memberikan bantuan teknis melalui pendampingan dan pembenahan data spasial agar penyusunan tata ruang selaras dengan data pertanahan,” ujar Asnani.

baca juga:

  1. Tiga Gedung Medis Baru Dibangun Tahun 2026, RSUD Buton Selatan Siapkan Layanan Jantung dan Kanker, Alat Medisnya Tiba Tahun 2027
  2. Data Aset Tanah Pemda Buton Selatan Ditertibkan, Kepala BPN Busel Asnani dan Kepala BPKAD …

 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kantah Buton Selatan dalam mendorong pelayanan pertanahan yang lebih akurat dan terintegrasi, khususnya pada layanan Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) dan informasi kesesuaian pemanfaatan ruang. Dengan data yang semakin selaras, diharapkan potensi permasalahan pemanfaatan lahan dapat diminimalkan serta kepastian layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha semakin meningkat.(*)

 

Visited 8 times, 8 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *