Bupati Buton Selatan H Muh Adios Pimpin Safari Ramadhan 1447 H di Sampolawa, Ajak Warga Perkuat Ukhuwah Islamiyah
BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menjadikan momentum Safari Ramadhan 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan spiritual masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah hadir di tengah warga dalam suasana keagamaan yang khusyuk. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Pimpin Safari Ramadhan 1447 H di Sampolawa, Ajak Warga Perkuat Ukhuwah Islamiyah.”

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, tersebut berlangsung di Masjid Nurul Iman, Kecamatan Sampolawa, pada Jumat (27/2/2026), dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah dan tokoh agama setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa Safari Ramadhan tidak sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta menyerap aspirasi warga.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi wujud kehadiran pemerintah untuk membersamai masyarakat dalam suasana ibadah dan kebersamaan,” ujar Muhammad Adios.
Ia menambahkan, bulan Ramadhan memiliki makna strategis sebagai waktu untuk memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki hubungan sosial antarwarga.
Menurutnya, nilai tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik secara pribadi maupun kolektif sebagai masyarakat.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak tawakal, serta mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Buton Selatan, La Ode Harwanto, bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta perwakilan Kementerian Agama setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Dalam konteks historis, tradisi Safari Ramadhan di Indonesia telah berlangsung sejak masa awal kemerdekaan sebagai bagian dari pendekatan pemerintah kepada masyarakat berbasis nilai keagamaan. Tradisi ini berkembang luas di berbagai daerah sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan stabilitas sosial.
Secara global, praktik serupa juga ditemukan di berbagai negara Muslim seperti Turki, Mesir, dan Arab Saudi, di mana pemimpin pemerintahan melakukan kunjungan ke masjid-masjid selama Ramadhan untuk mempererat hubungan dengan rakyat serta menumbuhkan solidaritas sosial.
baca juga:
- Kepala Bidang Kesmas Buton Selatan Wa Ode Mahazura Tinjau Layanan Faskes di Batuatas, Soroti Akses Ekstrem Menuju Puskesmas
- Bappeda-BPS Kolaborasi Sajikan Data Akurat untuk RKPD 2027, Pemkab Busel Bahas Isu Strategis
Bupati Buton Selatan menilai, nilai-nilai universal Ramadhan seperti empati, solidaritas, dan gotong royong memiliki relevansi kuat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Dengan semangat Ramadhan, kita berharap persatuan dan kebersamaan masyarakat semakin kokoh sehingga pembangunan daerah dapat berjalan selaras dengan peningkatan spiritual,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi diri, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Buton Selatan yang maju, religius, dan berdaya saing.(*)
baca berita lainnya:
BPS Buton Selatan Mencatat Ekonomi Busel Tumbuh 4,94 Persen, Kemiskinan dan Pengangguran Menurun
BUTON SELATAN, DT- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Selatan (Busel) mencatat pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 mencapai 4,94 persen. Angka tersebut meningkat 0,1 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,84 persen. “BPS Buton Selatan Mencatat Ekonomi Busel Tumbuh 4,94 Persen, Kemiskinan dan Pengangguran Menurun,”

Kepala BPS Kabupaten Buton Selatan, La Ode Ikhsanudin Hamid, SST., M.Si., menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan tren pemulihan ekonomi yang semakin stabil pascapandemi.
“Untuk tahun 2025 ini, laju pertumbuhan ekonomi Buton Selatan berada di angka 4,94 persen. Ini naik dibandingkan tahun 2024 dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik,” ujar Ikhsanudin usai menghadiri Forum Lintas Perangkat Daerah (FLPD) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang di gelar digedung Lamaindo, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, pada 2020 ekonomi daerah sempat terkontraksi hingga minus 1,34 persen akibat pandemi. Namun secara bertahap mengalami pemulihan, yakni 2,29 persen pada 2021 dan meningkat menjadi 3,9 persen pada 2022.
“Memang sempat menurun di 2023 menjadi 2,41 persen, tetapi kembali naik di 2024 sebesar 4,84 persen dan 2025 mencapai 4,94 persen,” jelasnya.
Menurutnya, struktur perekonomian Buton Selatan masih didominasi sektor pertanian yang menyumbang sekitar sepertiga dari total aktivitas ekonomi daerah. Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran turut menjadi penopang utama.
Selain pertumbuhan ekonomi, BPS juga mencatat penurunan angka kemiskinan. Pada 2024, persentase penduduk miskin berada di angka 14,28 persen dan menurun menjadi 13,64 persen pada 2025.
“Persentase penduduk miskin di tahun 2025 ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ini tentu menjadi indikator positif bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka ini turun dari 3,48 persen pada 2024 dan 4,3 persen pada 2023.
“Artinya, dari setiap 100 angkatan kerja terdapat sekitar dua sampai tiga orang yang masih berstatus pengangguran,” terangnya.
Ia menambahkan, tingkat pengangguran laki-laki cenderung lebih tinggi dibanding perempuan. Meski angka pengangguran terus menurun, tantangan tetap ada karena sebagian besar tenaga kerja masih berada di sektor informal.
“Kita harus menjaga kualitas tenaga kerja, karena masih banyak pekerja yang berada di sektor informal dengan pendapatan relatif lebih rendah dibanding sektor formal,” tegasnya.
La Ode Ikhsanudin berharap bahwa, pertumbuhan ekonomi harus benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya peran data dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Perekonomian nasional merupakan akumulasi dari perekonomian daerah. Karena itu, setiap daerah perlu mengoptimalkan potensi ekonominya dengan dukungan data yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara Statistisi Ahli Muda BPS Buton Selatan, Wiwi Siu Kaimudin, SE., M.Si., selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Sensus Ekonomi BPS Kabupaten Buton Selatan menuturkan kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai kegiatan strategis nasional.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan terlengkap yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun berakhiran angka enam,” jelasnya.
Pelaksanaan SE2026 berlandaskan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Sensus ini sebelumnya telah dilaksanakan pada 1986, 1996, 2006, dan 2016.
Menurut Wiwi, tujuan utama SE2026 adalah menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi nonpertanian sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sebagai landasan perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional maupun daerah.
“SE2026 bukan hanya kegiatan teknis pendataan, tetapi instrumen utama dalam menghasilkan informasi ekonomi yang kredibel dan berkelanjutan,” tegasnya.
baca juga:
- Jadwal Imsyakiyah – Jadwal Puasa dan Sholat Ramadhan 1447 Η di 17 Kabupaten/Kota se Sultra
- Sensus Ekonomi 2026 Dimatangkan, BPS Buton Selatan Intensifkan Ground Check Lapangan
Lanjut Wiwi, Sensus akan dilaksanakan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026 melalui dua tahapan, yakni pengisian kuesioner online bagi perusahaan besar pada 1–31 Mei 2026, serta pendataan lapangan secara door to door pada 16 Mei hingga 31 Juli 2026.
Ia menegaskan, keberhasilan SE2026 sangat bergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, efektif, dan berkelanjutan. SE2026 merupakan investasi data strategis bagi pembangunan ekonomi, khususnya di Kabupaten Buton Selatan,” tutupnya. (*)

