SULTRAKabupaten Buton Tengah

Ribuan Pasang Mata Saksikan Semarak Puncak Acara Festifal Kande-kandea Tolandona 2023

BUTENG, DT-Puncak acara Festifal Kande-kandea Tolandona berlangsung meriah dihadiri dan disaksikan secara langsung ribuan pasang mata masyarakat yang hadir dilapangan Lamedadi Tolandona Kecamatan Sangiawambulu, Sabtu (29/4/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh staf ahli bidang birokrasi dan regulasi kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf), Raden Kurleni Ukar bersama rombongan, mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Gubernur Sultra, diwakili oleh Kadis Pariwisata, Belli Harli Tombili, Pj. Bupati Buton Tengah diwakili oleh Sekretaris Daerah Buteng, Kostantinus Bukide, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buton Tengah, Forkopimda Buton Tengah, Kapolres Buteng dan Kapolres Baubau, Kajari Buton, yang mewakili Dandim 1413 Buton, Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,Tokoh pemuda, para pimpinan Instansi vertikal, insan pers dan ribuan masyarakat Buton Tengah.

F04.1


Staf ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Raden Kurleni Ukar dalam sambutannya mengatakan, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Buton Tengah, Pemprov Sultra dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi mendukung terselenggaranya Festifal Kande-kandea 2023 dengan tema lestarikan tradisi Kande-kandea kesultanan Buton.
Festifal Kande-kandea Tolandona terasa spesial tahun ini, karena Festifal Kande-kandea terpilih sebagai salah satu dari 110 Event dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2023, sebuah prestasi yang luar biasa. Prestasi ini kata Ibu Raden Kurleni Ukar, tidak terlepas dari keunikan konsep dan rangkaian kegiatan yang mengangkat tradisi Budaya Buton Tengah. Festifal Kande-kandea dilaksanakan masih dalam momentum mudik lebaran Idul Fitri, dalam hal ini dapat dimanfaatkan untuk menggaet para perantau yang pulang untuk mempromosikan potensi dan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sultra, khususnya di Buton Tengah.
“Saya berharap, acara ini dapat menjadi kegiatan silaturahmi dan terus melestarikan tradisi leluhur yang telah terlaksana ratusan tahun serta menghimbau kepada seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat terus menciptakan inovasi dan berkolaborasi dan beradaptasi untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Buton Tengah”,ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, Belli Harli Tombili dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Festifal Kande-kandea Tolandona merupakan tradisi yang terus dilestarikan masyarakat dan terpelihara dengan baik sampai sekarang. Dalam sejarahnya, tradisi Kande-kandea merupakan pesta rakyat tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Tolandona untuk menyambut dan merayakan kemenangan para ksatria yang bertugas menjaga keutuhan wilayah kesultanan Buton. Seiring waktu, Festifal Kande-kandea kemudian menjadi Event Tahunan perayaan para perantau masyarakat Buton Tengah yang pulang kampung ke daerahnya sebagai ajang silaturahmi dan pencarian jodoh. Festifal ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT melalui penyajian aneka macam makanan tradisional khas Buton Tengah.
Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah memberi kepercayaan kepada Sulawesi Tenggara, khususnya Buton Tengah, untuk penyelenggaraan salah satu event nasional, yaitu Kande-kandea.
Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Tengah, Kostantinus Bukide mewakili Pj. Bupati Buton Tengah mengungkapkan, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, yang telah memasukan acara Kande-kandea sebagai salah satu Event Karisma Nusantara (KEN) tahun 2023 dari 110 Event nasional di Indonesia.
Acara Kande-kandea tahun ini dengan tema, “Kande-kandea ditanah leluhur Kesatria, mari lestarikan tradisi kejayaan Kesultanan Buton” adalah merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari Buton Tengah, dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda milik bangsa Indonesia oleh UNESCO tahun 2021. Tradisi ini adalah warisan leluhur yang lahir dan bermula sebagai nazar/syukuran. Awalnya Kande-kandea adalah merupakan tradisi menyambut para Laskar kesultanan Buton dari medan perang, jika laskar tersebut kembali dengan membawa kemenangan, Kande-kandea akan diselenggarakan jauh lebih meriah. Selain itu tradisi ini merupakan pertemuan muda-mudi, karena hanya pada acara seperti ini remaja putra dan putri memperoleh kesempatan bebas untuk saling pandang sekaligus ajang pencarian jodoh.
Sebagai wujud keseriusan maka Pemkab Buton Tengah bersama DPRD Buton Tengah, telah membentuk peraturan daerah (Perda) nomor 14 tahun 2022 tentang perlindungan dan pelestarian warisan budaya Kande-kandea Tolandona.

baca juga: Walikota Baubau Monianse Akui Kepemimpinan Dirut PDAM Jimmy Hersandy Lemah, Pihaknya Segera Evaluasi
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan terus memelihara tradisi budaya ini dengan menjaga keamanan dan ketertiban”, pungkasnya.
Acara puncak perayaan Festifal Kande-kande 2023 dimeriahkan dengan persembahan tari kolosal Wandhiu-dhiu, Manca, Aumane dan Tari La Naga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *