
Tradisi Haroana Andala Bone-bone Bertahan, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Generasi Muda Jaga Budaya
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Ritual adat Haroana Andala di Kelurahan Bone-Bone, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menjadi salah satu upaya masyarakat pesisir mempertahankan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah. Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., mengapresiasi konsistensi warga menyelenggarakan tradisi tahunan tersebut yang sarat makna spiritual, rasa syukur, dan harapan atas keselamatan para nelayan. “Tradisi Haroana Andala Bone-bone Bertahan, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Generasi Muda Jaga Budaya,”

Apresiasi itu disampaikan Yusran saat menghadiri pelaksanaan Haroana Andala pada Rabu (14/10/2026). Menurut dia, tradisi tersebut mencerminkan hubungan erat masyarakat Bone-Bone dengan laut sebagai sumber penghidupan. Melalui ritual ini, warga mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas rezeki yang diperoleh dari hasil laut.
“Atas nama Pemerintah Kota Baubau, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kelurahan Bone-Bone,” kata Yusran.
Selain menjadi ungkapan syukur, Haroana Andala juga mengandung doa dan harapan agar nelayan senantiasa memperoleh perlindungan ketika melaut. Ritual pelarungan bahtera Andala menjadi bagian penting dari tradisi tersebut, sekaligus merepresentasikan nilai spiritual dan kebersamaan yang diwariskan antargenerasi di lingkungan masyarakat pesisir.
Yusran mengingatkan bahwa keberlangsungan tradisi lokal membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi, pewarisan budaya dinilai penting agar masyarakat tidak kehilangan akar sejarah dan identitasnya. “Budaya adalah identitas kita, martabat daerah kita yang harus terus kita wariskan kepada generasi-generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam konteks sejarah, tradisi seperti Haroana Andala memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia mempertahankan pengetahuan, nilai, dan praktik budaya yang tumbuh dari lingkungan sosialnya. Secara nasional, pengakuan terhadap pentingnya warisan budaya tercermin dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mengatur pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Pada tingkat internasional, UNESCO mengadopsi Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda pada 2003 guna mendorong pelestarian tradisi lisan, ritual, seni pertunjukan, dan praktik budaya yang diwariskan antargenerasi.
Pemerintah Kota Baubau berkomitmen mendukung pelestarian sekaligus pengembangan Haroana Andala. Keunikan ritual pelarungan bahtera Andala dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah maupun mancanegara.
baca juga:
- Jelang Hari Jadi ke-485 Ritual Santiago Dimajukan, Baubau Hidupkan Tradisi Penghormatan kepada Para Sultan, Sekda La Ode Darussalam Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah
- Baubau Gelar Pasar Murah Sasar Delapan Kecamatan hingga 17 Oktober , Beras dan Cabai Jadi …
Pengembangan wisata berbasis budaya tersebut diharapkan turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya warga pesisir Kelurahan Bone-Bone. Namun, upaya itu perlu tetap memperhatikan nilai, makna, dan tata cara adat agar pengembangan pariwisata tidak menghilangkan esensi ritual. Melalui Haroana Andala, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya Baubau.(*)
baca berita lainnya:
Pemkot Baubau Gelar Pasar Murah Hingga 17 Oktober, Beras dan Cabai Bersubsidi untuk Warga
BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau menggelar Pasar Murah pada 13–17 Oktober 2026 untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan yang menyasar delapan kecamatan ini menyediakan beras dan cabai bersubsidi sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah. “Pemkot Baubau Gelar Pasar Murah Hingga 17 Oktober, Beras dan Cabai Bersubsidi untuk Warga,”

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Baubau, Suarmawati, S.Si., M.Si., mengatakan beras dan cabai menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena turut memengaruhi inflasi. Penyediaan kedua komoditas tersebut diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah perubahan harga bahan pokok.
Pelayanan dilaksanakan secara bergiliran berdasarkan wilayah. Pada Selasa (13/10), Pasar Murah melayani masyarakat Kecamatan Batupoaro dan Sorawolio; Rabu (14/10) di Kecamatan Wolio; Kamis (15/10) di Kecamatan Kokalukuna dan Murhum; serta Jumat (16/10) di Kecamatan Betoambari, Bungi, dan Lea-lea.
Pemerintah juga membuka kesempatan berbelanja pada Sabtu (17/10) bagi warga yang belum sempat memanfaatkan pelayanan pada hari-hari sebelumnya. Pengaturan jadwal tersebut dimaksudkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan bersubsidi sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Suarmawati mengatakan penyelenggara turut memperhatikan kenyamanan warga agar proses berbelanja tidak terkendala antrean panjang. “Tidak ada sistem antrean yang terlalu panjang sehingga mereka merasa nyaman untuk datang berbelanja,” ujarnya.
Pasar Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Secara historis, Indonesia telah menjalankan kebijakan stabilisasi beras melalui pembentukan Badan Urusan Logistik (Bulog) pada 1967. Pada 1998, ketika krisis ekonomi menekan daya beli masyarakat dan harga beras melonjak, pemerintah juga menjalankan Operasi Pasar Khusus Beras yang kemudian berkaitan dengan program bantuan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam perkembangannya, operasi pasar dan pasar murah tetap menjadi instrumen kebijakan pangan nasional. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Februari 2022, misalnya, menjelaskan bahwa operasi pasar dan pasar murah dilakukan untuk menjaga pasokan, menstabilkan harga, serta membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Di Baubau, pemerintah berharap kegiatan serupa dapat meringankan pengeluaran rumah tangga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
baca juga:
- Jelang Hari Jadi ke-485 Ritual Santiago Dimajukan, Baubau Hidupkan Tradisi Penghormatan kepada Para Sultan, Sekda La Ode Darussalam Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah
- Semarakkan HUT Baubau ke 485, Turnamen Domino Dua Hari di Buka Wali Kota Baubau HYF, …
Masyarakat diimbau memperhatikan jadwal pelayanan sesuai kecamatan masing-masing. Melalui distribusi layanan secara bertahap, Pemerintah Kota Baubau berharap kesempatan memperoleh bahan pangan dengan harga bersubsidi dapat dimanfaatkan secara lebih merata.(*)
