KOTA BAUBAUSULTRA

Baubau Job Fair 2026, Sudah Dua Hari Lamaran Kerja Tembus 325 dari Pencari Kerja, Lowongan Yang Tersedia 737

BAUBAU, DURASITIMES.COM — Baubau Job Fair 2026 mencatat 325 lamaran kerja yang masuk selama dua hari pelaksanaan, 12–13 Oktober 2026, di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan tersebut diikuti 15 perusahaan pada hari pertama dan 16 perusahaan pada hari kedua, berdasarkan laporan kegiatan yang dipublikasikan panitia. “Baubau Job Fair 2026, Sudah Dua Hari Lamaran Kerja Tembus 325 dari Pencari Kerja, Lowongan Yang Tersedia 737,”

Baubau Job Fair 2026, Sudah Dua Hari Lamaran Kerja Tembus 325 dari Pencari Kerja, Lowongan Yang Tersedia 737
Baubau Job Fair 2026, Sudah Dua Hari Lamaran Kerja Tembus 325 dari Pencari Kerja, Lowongan Yang Tersedia 737

Pada hari pertama, Senin (12/10/2026), panitia mencatat 145 pengunjung melakukan registrasi, sedangkan 130 orang mengisi kuesioner melalui pemindaian kode batang. Sebanyak lima orang mengurus Kartu Pencari Kerja atau AK1. Pada hari yang sama, terdapat 156 lamaran kerja yang masuk dari pencari kerja kepada perusahaan peserta.

Laporan hari kedua, Selasa (13/10/2026), menunjukkan 144 pengunjung melakukan registrasi dan 122 orang mengisi kuesioner. Sebanyak tiga orang mengurus AK1, sementara perusahaan peserta menerima 169 lamaran kerja. Dengan demikian, jumlah lamaran selama dua hari mencapai 325, atau bertambah 13 lamaran pada hari kedua dibandingkan hari pertama.

Selain membuka akses perekrutan, kegiatan ini menyediakan layanan pendukung bagi masyarakat. Pada hari pertama, tercatat tujuh penerima layanan bantuan sosial dan 61 penerima layanan kesehatan. Sementara itu, pada hari kedua, layanan bantuan sosial dimanfaatkan 33 orang dan layanan kesehatan diberikan kepada 75 orang. Tersedia pula satu layanan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan dua layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada hari kedua.

Dari sisi partisipasi dunia usaha, jumlah perusahaan meningkat dari 15 pada hari pertama menjadi 16 perusahaan pada hari kedua. Daftar lowongan yang dipublikasikan untuk keseluruhan kegiatan, 12–15 Oktober 2026, mencantumkan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 737 orang. Dari jumlah tersebut, 295 lowongan dikategorikan sebagai penempatan lokal di Baubau, sedangkan 442 lowongan ditujukan untuk penempatan luar negeri.

Penempatan luar negeri dalam daftar tersebut mencakup 87 tenaga kerja untuk Malaysia, 180 untuk Taiwan, 50 untuk Hong Kong, dan 125 untuk Jepang. Adapun lowongan dalam negeri berasal dari berbagai sektor, antara lain perhotelan, kesehatan, perbankan, ritel, makanan dan minuman, serta jasa keuangan. Angka 737 merupakan total kebutuhan tenaga kerja yang diumumkan, bukan jumlah orang yang telah diterima bekerja.

Dinsosnaker Kota Baubau menjadi pihak yang relevan untuk menjelaskan tindak lanjut kegiatan, termasuk proses pencocokan pelamar dengan kebutuhan perusahaan, verifikasi lowongan, serta perlindungan calon pekerja yang berminat pada penempatan luar negeri.

baca juga:

  1. Pemkot Baubau Gelar Pasar Murah Hingga 17 Oktober, Beras dan Cabai Bersubsidi untuk Warga
  2. Ritual Santiago Awali Hari Jadi Baubau, Penghormatan kepada Sultan Terus Dijaga, Sekda La Ode …

 

Secara historis, bursa kerja merupakan salah satu bentuk layanan perantara tenaga kerja yang berkembang di berbagai negara untuk mempertemukan pemberi kerja dengan pencari kerja. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), yang berdiri pada 1919, turut mendorong agenda ketenagakerjaan, kesempatan kerja yang layak, dan perlindungan pekerja. Dalam konteks Baubau, keberhasilan job fair tidak hanya diukur dari banyaknya pengunjung dan lamaran, tetapi juga dari transparansi proses seleksi, kesesuaian kompetensi, serta jumlah pencari kerja yang benar-benar memperoleh pekerjaan.(*)

baca berita lainnya:

Sekda La Ode Darussalam Ingatkan Bahaya Kabut Asap yang Masih Selimuti Baubau, Orang Tua Diminta Awasi Anak-anak dan Pakai Masker

BAUBAU, DURASITIMES.COM –  Pemerintah Kota Baubau mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah menyusul kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir. Pemerintah juga meminta orang tua mengawasi aktivitas anak-anak guna mengurangi risiko gangguan pernapasan, sembari menyiapkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui sumber serta perkembangan kondisi asap. “Sekda La Ode Darussalam Ingatkan Bahaya Kabut Asap yang Masih Selimuti Baubau, Orang Tua Diminta Awasi Anak-anak dan Pakai Masker,”

Sekda La Ode Darussalam Ingatkan Bahaya Kabut Asap yang Masih Selimuti Baubau, Orang Tua Diminta Awasi Anak-anak dan Pakai Masker
Sekda La Ode Darussalam Ingatkan Bahaya Kabut Asap yang Masih Selimuti Baubau, Orang Tua Diminta Awasi Anak-anak dan Pakai Masker

Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., mengatakan imbauan telah disampaikan melalui surat kepada para lurah agar diteruskan kepada warga di wilayah masing-masing. Pemerintah meminta setiap keluarga meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Kami dari  pemerintah telah menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat. Kami juga telah menyurati para lurah agar menyampaikan kepada warganya bahwa dengan kondisi asap ini, setiap keluarga diharapkan menggunakan masker,” ujar Darussalam, Senin, 12 Oktober 2026

Selain penggunaan masker, warga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas di luar ruangan dapat meningkatkan paparan asap. Masyarakat juga diharapkan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memastikan sumber, penyebab, maupun perkiraan berakhirnya kabut asap. Karena itu, koordinasi dengan BMKG diperlukan untuk memperoleh informasi kondisi atmosfer dan pertimbangan penanganan sesuai perkembangan di lapangan.

“Kita belum mengetahui secara pasti asap ini berasal dari mana, apa sumber penyebabnya, dan sampai kapan akan berlangsung. Karena itu, kita perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil oleh pemerintah daerah,” kata Darussalam.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau telah menyebarkan materi imbauan berbentuk selebaran digital melalui media sosial dan saluran komunikasi lainnya. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai pencegahan dampak kabut asap. Adapun kemungkinan meliburkan sekolah belum diputuskan karena pemerintah masih memerlukan kajian mengenai dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, dengan melibatkan Dinas Kesehatan.

baca juga:

  1. HUT ke-485 Baubau, Wali Kota H Yusran Fahim Bakti Sosial di Kotamara, Tekankan Pelayanan bagi Kelompok Rentan
  2. Tuturangiana Batu Wampone Jadi Pengingat Sejarah dan Peradaban Leluhur Buton, Sekda Baubau …

Kabut asap merupakan persoalan lingkungan yang berulang di Indonesia, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi pada musim kering. Dampaknya juga pernah meluas lintas negara di Asia Tenggara, termasuk dalam krisis asap 1997–1998. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi yang akurat, perlindungan kelompok rentan, serta koordinasi antarlembaga. Meski demikian, sumber kabut asap di Baubau saat ini belum dipastikan sehingga kaitannya dengan kebakaran hutan atau lahan tidak dapat disimpulkan sebelum tersedia data pendukung.(*)

 

Visited 20 times, 20 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *