KORAN ONLINE

Koran Online Baubau Post Edisi 13 Mei 2026

Koran Online Baubau Post Edisi 13 Mei 2026

baca Koran Online Baubau Post Edisi 13 Mei 2026 Versi PDF

 

 

baca Koran Online Baubau Post Edisi 13 Mei 2026

01 8 02 7 03 8 04 8 05 8 06 8 rotated 07 8 08 8

baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:

  1. Koran Online Baubau Post Edisi 12 Mei 2026
  2. Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 11 Mei 2026
  3.  

baca berita lainnya:

Ketua TP PKK Baubau Hj Sitti Aryati Yusran Serukan Perangi Zero-Dose Melalui Imunisasi Demi Generasi Emas 2045

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Pemerintah Kota Baubau terus memperkuat upaya perlindungan  kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Seminar Pekan Imunisasi Dunia (PID) Tahun 2026 yang digelar di Baruga Kecamatan Sorawolio, Kamis (07/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye global peningkatan cakupan imunisasi guna mencegah berbagai penyakit menular yang masih mengancam anak-anak dan kelompok rentan. “Ketua TP PKK Baubau Hj Sitti Aryati Yusran Serukan Perangi Zero-Dose Melalui Imunisasi Demi Generasi Emas 2045,”

Kesehatan
Ketua TP PKK Baubau Hj Sitti Aryati Yusran Serukan Perangi Zero-Dose Melalui Imunisasi Demi Generasi Emas 2045
Ketua TP PKK Baubau Hj Sitti Aryati Yusran Serukan Perangi Zero-Dose Melalui Imunisasi Demi Generasi Emas 2045

Seminar bertema “Wujudkan Imunisasi Lengkap untuk Perlindungan Sepanjang Usia” itu secara resmi dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Hj Sitti Aryati Yusran. Acara dihadiri kader PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, unsur pemerintah kecamatan, serta masyarakat.

 

 

Dalam sambutannya, Hj Sitti Aryati Yusran menegaskan bahwa imunisasi bukan sekadar program rutin pelayanan kesehatan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurut dia, keberhasilan imunisasi akan menentukan kualitas generasi mendatang.

 

 

“Imunisasi adalah hak setiap anak dan investasi kesehatan jangka panjang agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan produktif,” ujar Hj Sitti Aryati Yusran di hadapan peserta seminar.

 

 

Ia menjelaskan, Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati setiap April hingga Mei merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat vaksinasi bagi seluruh kelompok usia, mulai bayi, anak-anak, remaja, hingga lansia.

 
 

 

Dalam forum tersebut, Ketua TP PKK Kota Baubau juga mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung program imunisasi nasional. Menurutnya, edukasi yang tepat dapat menghilangkan keraguan masyarakat terhadap vaksin.

 

 

“Saya mengajak seluruh orang tua, jangan takut. Imunisasi itu aman dan sangat penting untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity,” katanya.

 

 

Ia menambahkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi pemerintah adalah keberadaan anak berstatus Zero-Dose, yakni anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali. Karena itu, kader PKK dan Posyandu diminta menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

 

 

“Target utama kita adalah memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan imunisasi dasar lengkap maupun lanjutan,” ujarnya.

 

 

Secara historis, program imunisasi telah menjadi salah satu intervensi kesehatan paling efektif di dunia. Organisasi  Kesehatan Dunia atau WHO mencatat imunisasi mampu menyelamatkan sekitar 4 hingga 5 juta jiwa setiap tahun dari penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak.

 
 

 

3 3

Di Indonesia sendiri, program imunisasi nasional mulai diperkuat sejak pelaksanaan Program Pengembangan Imunisasi (PPI) pada tahun 1977. Program tersebut kemudian berhasil menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, termasuk keberhasilan Indonesia memperoleh sertifikat bebas polio dari WHO kawasan Asia Tenggara pada tahun 2014.

 

 

Namun demikian, pandemi Covid-19 sempat mempengaruhi cakupan imunisasi dasar di berbagai daerah. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya penurunan layanan imunisasi selama masa pandemi yang berdampak pada meningkatnya risiko munculnya kembali kasus campak, rubella, dan polio di sejumlah wilayah.

 

 

Karena itu, pemerintah pusat maupun daerah kini terus menggencarkan edukasi dan pelayanan imunisasi untuk mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi. Langkah tersebut juga sejalan dengan target pembangunan kesehatan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

 
 

 

baca juga:

  1. Baubau Catat Prestasi dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting, Wali Kota HYF Terima Penghargaan Peringkat Tiga Tingkat Sultra
  2. Lapas Kelas IIA Baubau Perkuat Komitmen Berantas Handphone Ilegal dan Narkoba

Sementara itu, penyakit yang menjadi fokus pencegahan melalui imunisasi meliputi campak dan rubella, polio, difteri, hepatitis B, pertusis, tuberkulosis, pneumonia, tetanus, hingga diare. Seluruh penyakit tersebut dapat dicegah melalui pemberian vaksin secara lengkap dan tepat waktu.

 

 

Melalui Seminar Pekan Imunisasi Dunia 2026, Pemerintah Kota Baubau berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi semakin meningkat sehingga cakupan imunisasi di seluruh wilayah dapat lebih merata.

 

 

“Diharapkan kegiatan ini menjadi katalisator bagi Kota Baubau dalam mencapai cakupan imunisasi yang merata demi menyongsong Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutur Hj Sitti Aryati Yusran.(*)

Visited 5 times, 16 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *