KOTA BAUBAUPENDIDIKANSULTRA

SMK Negeri 3 Baubau Siap Buka Enam Jurusan untuk SPMB 2026/2027, Seni Tari Jadi Program Baru Unggulan dan Pertama di Sultra

BAUBAU, DURASITIMES.COM – Sekolah SMK Negeri 3 Baubau siap membuka Enam program keahlian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Selain mempertahankan jurusan yang sudah ada, sekolah tersebut juga menghadirkan jurusan baru seni tari yang diklaim menjadi satu-satunya program unggulan di tingkat SMK di Sulawesi Tenggara (Sultra). “SMK Negeri 3 Baubau Siap Buka Enam Jurusan untuk SPMB 2026/2027, Seni Tari Jadi Program Baru Unggulan dan Pertama di Sultra,”

SMK Negeri 3 Baubau Siap Buka Enam Jurusan untuk SPMB 2026/2027, Seni Tari Jadi Program Baru Unggulan dan Pertama di Sultra
SMK Negeri 3 Baubau Siap Buka Enam Jurusan untuk SPMB 2026/2027, Seni Tari Jadi Program Baru Unggulan dan Pertama di Sultra

Kepala SMK Negeri 3 Baubau, Dra. Rosmawati, M.Pd., mengatakan saat ini terus mematangkan persiapan SPMB sambil menunggu petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Sultra. Meski juknis resmi belum diterbitkan, pihak sekolah mulai melakukan sosialisasi ke sejumlah SMP sejak April 2026. Pihak sekolah telah menyiapkan brosur dan tim sosialisasi untuk memperkenalkan program keahlian yang tersedia di sekolah tersebut.

“Kami masih menunggu juknis dari Dinas Pendidikan Provinsi, tetapi anak-anak bersama guru sudah melakukan sosialisasi ke SMP-SMP sejak bulan April,” ujar Rosmawati saat diwawancara pada awak media (9/5/2026).

Menurutnya, penerimaan siswa baru diperkirakan dimulai pada akhir Juni 2026, setelah pembagian rapor kelas X dan XI pada 20 Juni mendatang.

“Untuk tahun ajaran baru, sekolah menyiapkan kuota rombongan belajar (rombel) yang relatif sama seperti tahun sebelumnya,” tuturnya.

“Jurusan Tata Busana disiapkan lima rombel, Kuliner dua rombel, Tata Kecantikan tiga rombel, Akomodasi Perhotelan satu rombel, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dua rombel,” tambahnya

1 5

Ia mengungkapkan, minat masyarakat terhadap jurusan TKJ cukup tinggi sejak pertama kali dibuka tahun lalu. Dari target awal sekitar 15 siswa, jumlah pendaftar mencapai 31 orang.

“Kalau peminatnya meningkat, kami akan bernegosiasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi supaya dibukakan tambahan kuota rombel,” katanya.

Selain fokus pada penerimaan siswa baru, sekolah juga mencatat peningkatan prestasi akademik lulusan. Tahun ini, enam siswa berhasil lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur bebas tes. Mereka diterima di Universitas Halu Oleo dan Universitas Negeri Makassar sesuai bidang keahlian masing-masing.

Salah satu program baru yang menjadi perhatian sekolah adalah pembukaan jurusan Seni Tari. Rosmawati menjelaskan, jurusan tersebut dibuka karena kebutuhan tenaga guru seni tari dinilai masih sangat kurang, khususnya di Kota Baubau dan Sulawesi Tenggara.

“Jurusan Seni Tari ini punya prospek yang bagus karena ada kelanjutannya di perguruan tinggi, seperti di Universitas Negeri Makassar dan juga di Jogja,” jelasnya.

baca juga:

  1. Lapas Baubau Perketat Pengawasan, Tes Urin hingga Antisipasi Penyelundupan Narkoba via Drone
  2. SMKN 1 Baubau Tegaskan SPMB Online 2026/2027 Diawasi Sistem Provinsi, Sekolah Pastikan

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada SMK di Sulawesi Tenggara yang membuka jurusan Seni Tari, sehingga pihak sekolah berharap program tersebut dapat menarik minat siswa baru.

Dengan tambahan jurusan baru tersebut, kini SMK Negeri 3 Baubau memiliki enam program keahlian, yakni Tata Busana, Kuliner, Tata Kecantikan, Akomodasi Perhotelan, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Seni Tari.

Rosmawati berharap keberadaan berbagai jurusan tersebut dapat memberi peluang lebih luas bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha.
“Prospeknya sangat menjanjikan. Anak-anak bisa melanjutkan kuliah, bisa bekerja, dan juga bisa berwirausaha,” tutup Rosmawati.(*)

baca berita lainnya:

Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Gubernur Sultra ASR Pastikan Proyek Strategis Sesuai Aturan

JAKARTA, DURASITIMES.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mematangkan rencana pembangunan Markas Komando Grup 5 Kopassus di Kabupaten Konawe Selatan sebagai bagian dari penguatan pertahanan nasional di kawasan timur Indonesia. Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan antara Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, di Jakarta, Senin (11/5/2026). “Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Gubernur Sultra ASR Pastikan Proyek Strategis Sesuai Aturan,”

Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Gubernur Sultra ASR Pastikan Proyek Strategis Sesuai Aturan
Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Gubernur Sultra ASR Pastikan Proyek Strategis Sesuai Aturan

Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas status dan pemanfaatan lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Kapas Indah Indonesia yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan markas pasukan elite TNI AD tersebut.

Dalam pertemuan itu, rombongan Pemerintah Provinsi Sultra turut didampingi Wakil Panglima Kopassus, Ferdial Lubis. Kehadiran unsur TNI dalam pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan markas baru itu menjadi bagian dari agenda strategis nasional di bidang pertahanan dan keamanan.

Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh tahapan pemanfaatan lahan dilakukan sesuai koridor hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Salah satu agenda pembahasan terkait dengan rencana pembangunan Markas Komando Grup 5 Kopassus yang akan dibangun di lahan bekas HGU PT Kapas Indah Indonesia,” ujar Andi Sumangerukka dalam keterangannya.

Menurut ASR, langkah konsultasi ke Kementerian ATR/BPN dilakukan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga proyek strategis tersebut dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan administrasi maupun sengketa hukum di kemudian hari.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak, terutama menyangkut pemanfaatan aset negara yang memiliki implikasi sosial dan hukum bagi masyarakat sekitar.

“Pak Menteri memberikan beberapa masukan terkait pemanfaatan lahan tersebut agar semuanya sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan pada prinsipnya beliau siap mendukung,” kata ASR.

Lahan yang dibahas dalam pertemuan itu diketahui merupakan eks HGU milik PT Kapas Indah Indonesia, anak perusahaan PT Berdikari, salah satu badan usaha milik negara (BUMN). Masa berlaku HGU perusahaan tersebut telah berakhir sejak 31 Desember 2019.

Total luas lahan eks HGU itu mencapai sekitar 2.393 hektare. Kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk pengembangan kawasan pertahanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Konawe Selatan.

Secara historis, pembangunan markas militer di kawasan timur Indonesia bukanlah hal baru. Pemerintah pusat sejak era reformasi terus memperkuat distribusi kekuatan pertahanan di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari strategi pemerataan keamanan nasional.

Dalam sejarah pertahanan Indonesia, Kopassus memiliki peran penting dalam berbagai operasi militer dan kemanusiaan. Satuan elite TNI AD itu resmi dibentuk pada 16 April 1952 dan berkembang menjadi salah satu pasukan khusus yang disegani di kawasan Asia Tenggara.

Di tingkat internasional, penguatan basis pertahanan di kawasan timur juga sejalan dengan dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang dalam satu dekade terakhir menjadi perhatian banyak negara. Kawasan Asia Tenggara dipandang strategis karena berada di jalur perdagangan dan pelayaran internasional.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menegaskan pentingnya modernisasi pertahanan nasional, termasuk pembangunan infrastruktur militer dan penguatan postur keamanan di daerah-daerah strategis Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menilai keberadaan Markas Grup 5 Kopassus nantinya tidak hanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur penunjang, peningkatan investasi, dan pembukaan lapangan kerja baru.

Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menyebut pemerintah kabupaten siap mendukung langkah-langkah yang dibutuhkan agar rencana pembangunan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

“Kami tentu mendukung penuh langkah pemerintah pusat dan provinsi selama seluruh prosesnya tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan aturan yang berlaku,” ujar Irham.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam kesempatan itu turut mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam proses pengalihan dan pemanfaatan lahan eks HGU agar tidak bertentangan dengan ketentuan agraria nasional.

baca juga:

  1. Lapas Baubau Perketat Pengawasan, Tes Urin hingga Antisipasi Penyelundupan Narkoba via Drone
  2. Walikota Baubau HYF dan Wawali Wa Ode Hamsinah Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN Dorong …

Menurut ASR, Menteri ATR/BPN juga meminta agar seluruh tahapan administrasi dilakukan secara terbuka dan mengedepankan prinsip kepastian hukum.

Berita Lokal

ASR menambahkan, pemerintah daerah saat ini terus menjalin komunikasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.

“Kami ingin memastikan seluruh langkah yang ditempuh tetap mengedepankan keadilan sosial, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap hak masyarakat,” tegas ASR.

Rencana pembangunan Markas Grup 5 Kopassus di Sulawesi Tenggara diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis nasional di kawasan timur Indonesia yang diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.(*)

Visited 13 times, 13 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *