Kabupaten Buton SelatanPENDIDIKANSULTRA

La Amiru: Sekolah di Buton Selatan Perkuat Teknologi dan Revitalisasi di Momentum Hardiknas 2026

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk mempercepat transformasi pendidikan melalui penguatan literasi, digitalisasi pembelajaran, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. “La Amiru: Sekolah di Buton Selatan Perkuat Teknologi dan Revitalisasi di Momentum Hardiknas 2026,”

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Busel, La Amiru SPd. bersama Kadis Kesbangpol Busel La Makiki ketika menghadiri peringatan Hardiknas 2026
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Busel, La Amiru SPd. bersama Kadis Kesbangpol Busel La Makiki ketika menghadiri peringatan Hardiknas 2026

Langkah tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis yang difokuskan pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), termasuk peningkatan kualitas pembelajaran dan revitalisasi sarana pendidikan.

Di tengah dorongan modernisasi pendidikan, Dinas Pendidikan Buton Selatan juga menegaskan pentingnya penguatan kompetensi dasar siswa, terutama dalam aspek literasi dan numerasi sebagai fondasi pembelajaran abad ke-21.

“Literasi tidak hanya membaca, tetapi memahami dan menganalisis informasi. Sementara numerasi adalah kemampuan berpikir logis berbasis angka,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Busel, La Amiru SPd.

Upaya tersebut diperkuat dengan dukungan teknologi pendidikan berupa papan interaktif digital yang telah mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah. Tahun sebelumnya, setiap sekolah telah menerima satu unit perangkat.

Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan penambahan tiga unit papan digital di setiap sekolah, sehingga total menjadi empat unit. Program ini bahkan akan dilanjutkan oleh pemerintah pusat dengan penambahan dua unit lagi pada 2027.

“Jika program ini berjalan sesuai rencana, setiap ruang kelas nantinya akan memiliki satu papan digital untuk mendukung proses belajar mengajar,” kata Amiru.

Selain penguatan pembelajaran, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang didukung pemerintah pusat.

Revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi bangunan lama hingga pembangunan ruang kelas baru agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan representatif.

Di sisi lain, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi sorotan penting dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa proses PPDB harus dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Penerimaan siswa baru harus transparan dan akuntabel agar masyarakat percaya terhadap sistem pendidikan,” tegas Amiru dalam sei wawancara dengan Baubau Post.

Penguatan tata kelola pendidikan juga menjadi bagian dari agenda reformasi pendidikan di daerah tersebut, guna memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sekolah.

Secara historis, peringatan Hari Pendidikan Nasional sendiri merujuk pada hari kelahiran Ki Hajar Dewantara pada 2 Mei 1889, yang dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional melalui semboyan “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”.

Di tingkat global, transformasi pendidikan juga menjadi perhatian dunia, terutama sejak UNESCO mendorong agenda Education 2030 yang menekankan akses pendidikan berkualitas, inklusif, dan berbasis teknologi.

Indonesia sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong reformasi pendidikan melalui peningkatan literasi, digitalisasi sekolah, serta perbaikan sistem manajemen pendidikan.

baca juga:

  1. Bangun Harmoni Umat, Kemenag Busel Fokus Implementasi Program Nasional, Dorong Ekoteologi, dan Kemandirian Pangan Keluarga
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Festival Kuliner Momentum Promosi Daerah, Pulau Bokori Jadi

Di Buton Selatan, momentum Hardiknas 2026 dijadikan sebagai titik penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan. “Prioritas kami adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan tata kelola pendidikan berjalan efektif dan efisien,” ujar Amiru menegaskan.

Melalui tema nasional tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat dapat terlibat aktif dalam mendorong kemajuan pendidikan.

Dengan berbagai program tersebut, Buton Selatan menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam kualitas sumber daya manusia.(*)

baca berita lain:

25 Jamaah Haji Buton Selatan Siap Berangkat Melalui Kloter 38 Makassar, Kepala Kemenhaj Busel Nurhayati Ingatkan Risiko Penipuan Digital Hingga Permintaan Uang

BUTON SELATAN, DURASITIMES.COM – Menjelang keberangkatan ibadah haji 2026, Kementrian Haji dan Umroh Buton Selatan mengingatkan jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital berkedok pembaruan data. Imbauan ini disampaikan di tengah kesiapan jamaah haji Kabupaten Buton Selatan yang telah mencapai sekitar 90 persen. “25 Jamaah Haji Buton Selatan Siap Berangkat Melalui Kloter 38 Makassar, Kepala Kemenhaj Busel Nurhayati Ingatkan Risiko Penipuan Digital Hingga Permintaan Uang,”

25 Jamaah Haji Buton Selatan Siap Berangkat Melalui Kloter 38 Makassar, Kepala Kemenhaj Busel Nurhayati Ingatkan Risiko Penipuan Digital Hingga Permintaan Uang
25 Jamaah Haji Buton Selatan Siap Berangkat Melalui Kloter 38 Makassar, Kepala Kemenhaj Busel Nurhayati Ingatkan Risiko Penipuan Digital Hingga Permintaan Uang

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buton Selatan Hj Nurhayati mengatakan bahwa hampir seluruh tahapan utama telah diselesaikan, baik administrasi maupun kesehatan. “Persiapan jamaah sudah mencapai 90 persen, termasuk pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi wajib,” ujar Nurhayati, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan seluruh jamaah telah menerima vaksinasi penting seperti meningitis, polio, influenza, hingga COVID-19 sebagai bagian dari standar kesehatan perjalanan ibadah haji. Dari sisi jumlah, jamaah asal Kabupaten Buton Selatan yang akan berangkat tahun ini tercatat sebanyak 25 orang, terdiri dari 11 perempuan dan 14 laki-laki.

Rentang usia jamaah berkisar antara 40 hingga 75 tahun dengan rata-rata usia sekitar 60 tahun. Meski terdapat jamaah lanjut usia, kondisi kesehatan mereka dinilai masih memenuhi syarat untuk menjalankan ibadah.

Dalam hal teknis keberangkatan, jamaah haji Buton Selatan akan tergabung dalam Kloter 38 Embarkasi Makassar bersama lima daerah lainnya seperti Baubau, Bombana, Konawe Utara, Muna, dan Muna Barat, dengan total 393 jamaah.

Nurhayati mengungkapkan prosesi pelepasan resmi dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2026 pukul 14.00 WITA di Gedung Lamaindo dan akan dihadiri Bupati Buton Selatan, H Muh Adios, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

“Pelepasan jamaah akan dilakukan secara resmi oleh pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan dan doa bersama,” kata Nurhayati. Di tengah kesiapan tersebut, pihaknya menyoroti maraknya modus penipuan melalui pesan WhatsApp yang mengatasnamakan instansi resmi dan meminta jamaah melakukan pembaruan data melalui tautan tertentu.

“Pesan tersebut tidak benar dan merupakan upaya penipuan. Kami minta jamaah tidak merespons apalagi mengklik link dari nomor tidak dikenal,” tegasnya. Katanya, sejumlah jamaah haji Buton Selatan dilaporkan telah menerima pesan mencurigakan tersebut. Namun, mereka terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak kementerian haji dan umroh sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Langkah verifikasi sangat penting agar jamaah tidak menjadi korban penyalahgunaan data maupun penipuan finansial,” ujarnya.

Secara historis, penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia terus mengalami peningkatan sistem pelayanan. Sejak era digitalisasi yang dimulai pada dekade 2010-an, pengelolaan data jamaah menjadi lebih terintegrasi, meski di sisi lain membuka celah bagi kejahatan siber.

Dalam konteks global, otoritas Arab Saudi juga terus memperketat regulasi haji, termasuk sistem visa elektronik dan pengawasan kesehatan, terutama sejak pandemi COVID-19 yang sempat membatasi jumlah jamaah secara drastis pada 2020–2021.

baca juga:

  1. Bangun Harmoni Umat, Kemenag Busel Fokus Implementasi Program Nasional, Dorong Ekoteologi, dan Kemandirian Pangan Keluarga
  2. Kemenag Buton Selatan Tegaskan Komitmen pada Program Prioritas Nasional, Kembangkan Pesantren,….

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun, kuota nasional mencapai ratusan ribu orang, sehingga pengelolaan administrasi dan keamanan data menjadi perhatian utama pemerintah.

Oleh karena itu, Nurhayati mengimbau masyarakat agar selalu memastikan informasi berasal dari sumber resmi dan melakukan konfirmasi langsung ke kantor Kementerian Haji dan Umrah terdekat. “Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Keselamatan data pribadi jamaah harus menjadi prioritas,” katanya.

Menjelang hari keberangkatan, jamaah haji Buton Selatan juga diminta menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat dan menghindari aktivitas berat yang berisiko mengganggu kesehatan. Dengan persiapan yang hampir rampung, pihak Kementrian Haji dan Umroh Buton Selatan berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, lancar, dan khusyuk sesuai harapan.(*)

Visited 10 times, 10 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *