Kangana Ranaut Kenang Perjuangan Awal Karier, Berani Menantang Nasib, Siap Bangkit dari Nol
DURASITIMES.COM – Aktris Bollywood Kangana Ranaut mengungkapkan kembali perjalanan sulit yang pernah ia lalui saat memulai karier di industri film Hindi, dengan menekankan pentingnya ketahanan mental dan keberanian untuk bangkit dari keterpurukan. “Kangana Ranaut Kenang Perjuangan Awal Karier, Berani Menantang Nasib, Siap Bangkit dari Nol,”

Pernyataan tersebut disampaikan Kangana dalam interaksinya bersama paparazzi seusai menghadiri pesta penutupan film Emergency di Mumbai, India, baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu, Kangana menegaskan bahwa dirinya tidak pernah takut menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk jika film terbarunya tidak berhasil secara komersial.
“Saya tidak takut kehilangan segalanya, karena saya tahu bagaimana rasanya memulai dari nol,” ujar Kangana dalam pernyataan langsungnya.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman hidupnya di masa lalu telah membentuk karakter yang tangguh. Saat pertama kali datang ke Mumbai, ia hanya membawa uang sebesar 500 rupee tanpa kepastian masa depan.
Kondisi tersebut, menurutnya, bukanlah hambatan, melainkan fondasi penting yang membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan dan karier di industri hiburan.
“Waktu itu saya datang tanpa jaminan apa pun, tapi justru itu yang membuat saya kuat dan mandiri,” katanya.
Secara historis, industri film Bollywood dikenal sebagai salah satu industri perfilman terbesar di dunia, dengan kontribusi signifikan terhadap ekonomi kreatif India sejak era 1950-an. Banyak aktor besar, seperti Shah Rukh Khan dan Amitabh Bachchan, juga memulai karier dari kondisi sederhana sebelum mencapai ketenaran global.
Fenomena perjuangan dari nol ini tidak hanya terjadi di India, tetapi juga di industri film internasional. Di Hollywood, sejumlah aktor seperti Sylvester Stallone dan Jennifer Lopez juga dikenal memiliki kisah serupa dalam membangun karier dari keterbatasan.
Kangana menambahkan bahwa ia tidak pernah terlalu terikat pada hal-hal material. Baginya, kehilangan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk memulai kembali dengan perspektif baru.
“Kalau semua hilang, saya tetap bisa memulai lagi. Itu yang selalu saya yakini,” ujarnya.
Film Emergency sendiri merupakan salah satu proyek terbaru Kangana yang menarik perhatian publik karena mengangkat tema politik sejarah India, khususnya periode darurat nasional pada 1975–1977.
Dalam konteks nasional India, periode tersebut menjadi salah satu fase penting dalam sejarah demokrasi, yang turut memengaruhi perkembangan industri film sebagai medium kritik sosial dan politik.
Kangana pun menyadari bahwa dunia perfilman penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kepercayaan diri sebagai modal utama untuk bertahan.
baca juga:
- Bagi THR ke 8.400 Warga, Dewi Perssik Tuai Kritik Netizen, Begini Responsnya
- Pemkab Buton Selatan Klarifikasi Rekaman Viral Bupati Soal Mobil Dinas Diduga Telah Dimanipulasi
“Keberanian adalah segalanya. Tanpa itu, kita tidak bisa bertahan di industri ini,” kata dia.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perjalanan hidupnya menjadi pelajaran berharga untuk tidak menyerah, sekalipun menghadapi kegagalan di masa depan.(*)
Baca Berita Lainnya:
Aamir Khan Akui Terlalu Percaya Diri, Filmnya Laal Singh Chaddha Gagal di Box Office
DURASITIMES.COM -Aktor Bollywood Aamir Khan akhirnya angkat bicara terkait kegagalan film terbarunya, Laal Singh Chaddha, yang tidak mampu memenuhi ekspektasi di box office, meski diproduksi dengan anggaran besar dan melibatkan proses panjang. “Aamir Khan Akui Terlalu Percaya Diri, Filmnya Laal Singh Chaddha Gagal di Box Office,”

Dalam sebuah interaksi terbaru yang berlangsung pada awal 2026, Aamir mengakui bahwa dirinya sempat memiliki keyakinan tinggi terhadap performa film tersebut. Ia bahkan memperkirakan film itu mampu meraih pendapatan hingga 300 crore rupee secara global.
“Saya terlalu percaya diri sejak awal. Saya pikir film ini pasti akan berhasil besar,” ujar Aamir dalam pernyataannya.
Film yang merupakan adaptasi resmi dari Forrest Gump itu diketahui diproduksi dengan biaya sekitar 200 crore rupee. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hasil berbeda, dengan capaian box office yang jauh dari target.
Menurut Aamir, salah satu faktor yang memperparah rasa kecewa adalah ekspektasi tinggi yang ia bangun sendiri sebelum film tersebut dirilis ke publik.
“Ketika ekspektasi kita terlalu tinggi, maka rasa kecewanya juga akan jauh lebih besar,” katanya.
Secara umum, film tersebut mendapatkan respons beragam dari penonton dan kritikus. Sejumlah pihak menilai adaptasi tersebut kurang mampu menghadirkan kedalaman emosi seperti versi aslinya, sementara sebagian lainnya tetap mengapresiasi usaha produksi berskala besar tersebut.
Dalam konteks industri film India, kegagalan film dengan bintang besar bukanlah hal baru. Sebelumnya, sejumlah film beranggaran tinggi juga mengalami nasib serupa meskipun dibintangi aktor papan atas. Hal ini menunjukkan bahwa popularitas aktor tidak selalu menjamin keberhasilan komersial.
Secara historis, Aamir Khan dikenal sebagai aktor dengan rekam jejak sukses di box office melalui film-film seperti Dangal yang mencetak rekor global, serta PK yang menjadi salah satu film terlaris dalam sejarah perfilman India. Oleh karena itu, kegagalan film terbarunya menjadi sorotan publik dan industri.
Di tingkat internasional, fenomena kegagalan film adaptasi juga kerap terjadi. Banyak film yang diadaptasi dari karya populer menghadapi tantangan besar, terutama dalam memenuhi ekspektasi penggemar versi original.
Aamir mengaku bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran penting dalam perjalanan kariernya sebagai aktor dan produser.
“Setiap kegagalan selalu membawa pelajaran. Saya akan lebih berhati-hati ke depan dalam menilai potensi sebuah proyek,” ujarnya.
baca juga:
- Bus Wisata Gratis, Dishub Baubau Dongkrak Kunjungan Libur Idulfitri 2026 ke Pantai Nirwana dan Batu Sori Yang Jadi Favorit Warga dan Wisatawan
- Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H, BPOM Baubau Intensifkan Sidak Pangan di Kepulauan Buton,…
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti berkarya dan tetap berkomitmen untuk menghadirkan film berkualitas di masa mendatang.
“Ini bukan akhir, justru bagian dari proses saya untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.
Kegagalan Laal Singh Chaddha sekaligus menjadi pengingat bagi industri perfilman bahwa strategi pemasaran, momentum rilis, serta penerimaan publik memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan sebuah film, selain faktor produksi dan kualitas cerita.(*)
