Kuota Mudik Gratis IdulFitri Kapal Cepat Baubau–Kendari 1.600 Orang Digelar 17–25 Maret 2026, Pendaftaran Masih Dibuka
BAUBAU, BAUBAUPOST – Program mudik gratis kapal cepat rute Baubau–Kendari kembali digelar menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 dengan menyediakan kuota sebanyak 1.600 penumpang. Hingga saat ini, ratusan tiket masih tersedia dan masyarakat diimbau segera mendaftar sebelum kuota habis. “Kuota Mudik Gratis IdulFitri Kapal Cepat Baubau–Kendari 1.600 Orang Digelar 17–25 Maret 2026, Pendaftaran Masih Dibuka,”

Program yang difasilitasi oleh PT Pelayaran Dharma Indah Cabang Baubau tersebut dijadwalkan berlangsung pada tiga waktu keberangkatan, yakni 17 Maret, 18 Maret, dan 25 Maret 2026 dengan waktu keberangkatan pukul 13.00 WITA dari Baubau menuju Kendari.
Kepala Cabang PT Pelayaran Dharma Indah Baubau, Ishak Musaib, menjelaskan bahwa dari total kuota yang disediakan, sebanyak 600 kursi dialokasikan untuk keberangkatan 17 Maret dan 600 kursi untuk 18 Maret.
Sementara itu, jadwal pada 25 Maret 2026 disiapkan sebanyak 370 kursi yang sekaligus diperuntukkan bagi penumpang arus balik program mudik gratis tersebut.
“Kalau untuk arus balik hanya satu kali saja, yaitu pada 25 Maret. Jadi masyarakat yang ikut program ini nanti pulangnya juga di tanggal tersebut,” kata Ishak saat memberikan keterangan di Baubau, Selasa.
Berdasarkan data terbaru dari pihak penyelenggara, tiket untuk ketiga jadwal tersebut masih tersedia. Untuk keberangkatan 17 Maret tercatat masih tersisa 342 tiket, sementara pada jadwal 18 Maret masih tersedia 427 tiket.
Adapun untuk jadwal arus balik pada 25 Maret, jumlah tiket yang masih tersedia sebanyak 252 kursi. Namun pihak penyelenggara memperkirakan jumlah peminat akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.
“Sekarang masih ada sisa tiket, tetapi kemungkinan dalam beberapa hari ke depan peminatnya akan semakin banyak,” ujar Ishak.
Ia menjelaskan, program mudik gratis tahun ini hanya melayani rute Baubau menuju Kendari. Rute Baubau–Raha yang sebelumnya pernah dilayani tidak tersedia pada pelaksanaan tahun ini.
“Untuk tahun ini kuotanya 1.600 orang khusus rute Baubau–Kendari. Rute Baubau–Raha tidak ada, jadi yang dilayani hanya Baubau–Kendari saja,” katanya.
Masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut hanya perlu memenuhi persyaratan administrasi sederhana, yakni membawa fotokopi KTP berwarna saat mendaftar di loket. Bagi bayi atau anak-anak yang belum memiliki KTP, cukup melampirkan fotokopi Kartu Keluarga.
Selain program mudik gratis, pihak operator kapal juga memastikan pelayanan pelayaran tetap berjalan pada masa libur Idulfitri. Namun, jadwal keberangkatan hanya dilakukan pada siang hari.
“Pelayaran tetap ada saat hari raya, tetapi hanya jadwal siang karena kapal pagi kami gunakan untuk memberi kesempatan kru dan penumpang melaksanakan salat Idulfitri,” kata Ishak.
Program mudik gratis melalui transportasi laut seperti ini telah lama menjadi salah satu kebijakan pemerintah dan pelaku usaha transportasi untuk membantu masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Sulawesi Tenggara yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Secara historis, program mudik gratis di Indonesia mulai berkembang luas sejak awal dekade 2000-an, ketika pemerintah pusat dan berbagai perusahaan transportasi meluncurkan berbagai skema subsidi perjalanan untuk mengurangi kepadatan arus mudik serta membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Di tingkat global, konsep transportasi bersubsidi untuk mobilitas masyarakat saat hari raya juga dilakukan di sejumlah negara. Di India misalnya, pemerintah sering menambah kereta khusus selama perayaan Diwali, sementara di Tiongkok pemerintah meningkatkan kapasitas transportasi massal selama musim perjalanan besar yang dikenal sebagai Chunyun.
Di Indonesia sendiri, tradisi mudik telah menjadi fenomena sosial tahunan yang melibatkan jutaan orang setiap menjelang Idulfitri. Data Kementerian Perhubungan beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa mobilitas pemudik secara nasional dapat mencapai lebih dari 100 juta perjalanan setiap musim mudik.
baca juga:
- Tim Garda SE2026 BPS Buton Selatan Sosialisasi di Pasar Bandar Batauga, Ajak Pelaku Usaha Beri Data Akurat
- Prajurit Yonif TP 823 Raja Wakaaka Baubau Manfaatkan Lahan 5 Hektare untuk Panen Jagung,…
Dengan latar belakang tersebut, program mudik gratis di berbagai daerah, termasuk rute Baubau–Kendari, diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus transportasi.
Karena itu, pihak penyelenggara kembali mengingatkan masyarakat agar segera mendaftar sebelum kuota yang tersedia habis.
“Kami mengimbau masyarakat yang ingin ikut mudik gratis agar segera datang ke loket untuk mendaftar, karena kuotanya terbatas dan kemungkinan akan cepat habis,” tutup Ishak.(*)
baca berita lainnya:
Subsidi Sembako Rp10 Ribu, Pemkot Baubau Kembali Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 KK Jelang Idul Fitri 1447 H
BAUBAU, DT – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menggelar program pasar murah bersubsidi untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan. “Subsidi Sembako Rp10 Ribu, Pemkot Baubau Kembali Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 KK Jelang Idul Fitri 1447 H,”

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Baubau, Kamis (5/3/2026), dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog Cabang Baubau serta sejumlah distributor bahan pokok di daerah tersebut.
Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE., mengatakan bahwa program pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghadapi potensi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Program ini dilakukan agar masyarakat yang kurang berkemampuan tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yusran Fahim dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memberikan subsidi sebesar Rp10.000 untuk setiap jenis komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya subsidi itu, harga yang ditawarkan kepada masyarakat menjadi lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.
Dalam program tersebut, satu paket bahan pokok dijual dengan harga sekitar Rp48.000. Sementara di pasaran, paket serupa biasanya dijual dengan kisaran harga Rp58.000 hingga Rp60.000. Selisih harga tersebut ditanggung oleh pemerintah melalui skema subsidi yang telah disiapkan.
Pasar murah ini disiapkan untuk sekitar 1.000 kepala keluarga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Setiap keluarga diberikan kesempatan membeli paket bahan pokok guna membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Seluruh kegiatan ini dibiayai oleh Pemerintah Kota Baubau dan dikoordinasikan oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Baubau sebagai pelaksana teknis di lapangan.
“Karena ini merupakan barang yang disubsidi pemerintah, maka pelaksanaannya harus tertib agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” tegas Yusran Fahim.
Menurutnya, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisional maupun modern guna memastikan pasokan pangan tetap stabil selama Ramadan.
“Jika nanti terjadi kenaikan harga yang signifikan di pasar, tidak menutup kemungkinan program pasar murah ini akan kembali digelar,” tambahnya.
Secara historis, program pasar murah telah lama menjadi salah satu instrumen pemerintah di Indonesia untuk menekan laju inflasi pangan. Pemerintah pusat maupun daerah rutin menggelar kegiatan serupa terutama menjelang Ramadan, Idulfitri, serta Natal dan Tahun Baru.
Data nasional menunjukkan bahwa komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, bawang merah, dan gula pasir merupakan penyumbang utama inflasi musiman saat hari besar keagamaan.
baca juga:
- Meski Baru Berdiri, Yonif TP 823 Raja Wakaaka Baubau Sukses Panen Jagung 5 Hektare, Bukti Kontribusi TNI untuk Ketahanan Pangan
- Walikota Baubau H Yusran Fahim Matangkan Rencana Pasar Sulaa dan Tata Wilayah Pesisir Sebagai…
Secara internasional, kebijakan intervensi harga pangan juga banyak dilakukan di berbagai negara untuk menjaga stabilitas pasar. Organisasi Pangan Dunia (FAO) mencatat bahwa banyak negara menerapkan program subsidi pangan atau operasi pasar ketika terjadi lonjakan permintaan menjelang hari raya keagamaan maupun musim tertentu.
Dengan adanya pasar murah ini, Pemerintah Kota Baubau berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Idulfitri.
Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat serta menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan bahan pangan di Kota Baubau selama bulan Ramadan.(*)

