Instruksi Presiden Prabowo Ditindaklanjuti, Sultra Wajibkan Kurvei Massal demi Indonesia ASRI 2026 Dua Kali Sepekan
SULTRA, DT— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat langkah kolektif dengan mendorong pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI di seluruh kabupaten/kota sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia pada 2 Februari 2026. Gerakan ini menjadi momentum memperkuat budaya bersih, tertib, dan disiplin yang selama ini menjadi persoalan mendasar di berbagai daerah. “Instruksi Presiden Prabowo Ditindaklanjuti, Sultra Wajibkan Kurvei Massal demi Indonesia ASRI 2026 Dua Kali Sepekan,”

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Andi Sumangerukka yang meminta seluruh kepala daerah, instansi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjadikan Indonesia ASRI sebagai agenda bersama, bukan kegiatan seremonial semata. “Gerakan ini harus nyata, terukur, dan dilakukan bersama-sama. Tidak boleh berhenti di seremoni,” ujarnya.
Penerapan Indonesia ASRI mengharuskan pelaksanaan kerja bakti atau kurvei dua kali sepekan—setiap Selasa dan Jumat—di seluruh wilayah. Aturan ini dibangun untuk memastikan konsistensi gerakan, sekaligus menata ruang publik agar lebih bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Aksi bersih lingkungan bukan hal baru di Indonesia. Gerakan seperti “Kerja Bakti Nasional” pada era 1980-an hingga kampanye “Indonesia Bersih” 2015 pernah menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Secara global, praktik serupa juga dilakukan di Jepang melalui budaya gotong-royong sekolah dan komunitas, serta di Singapura melalui kebijakan penegakan kebersihan berbasis sanksi dan edukasi.
Dalam konteks Sultra, Indonesia ASRI kini diarahkan menjadi gerakan yang lebih terstruktur. Penataan kabel semrawut, pembersihan sampah, serta penertiban baliho, reklame, dan papan reklame (billboard) menjadi sasaran utama. “Kita ingin wajah kota tertata. Tidak boleh lagi ada kabel bergelantungan atau baliho yang tidak teratur,” kata Gubernur.
Gerakan ini juga menyasar penataan aset strategis milik Pemerintah Provinsi, seperti kawasan eks MTQ, tempat pelelangan ikan (TPI), kolam retensi, ruang terbuka hijau di sekitar Kantor Gubernur, eks Kantor Koperasi Kemaraya, terminal, kawasan water sport eks Kafe Segitiga Teluk, hingga eks Kantor KPU di Jalan Wayong.
Selain wilayah tersebut, sejumlah titik prioritas lainnya meliputi Pasar Sentral, Kali Kadia, dan Lapangan Benua-Benua. Penataan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari untuk menghindari tumpang tindih kewenangan. “Koordinasi harus kuat agar tidak ada tumpang tindih atau pengerjaan yang terulang,” ujar salah satu pejabat pemerintah provinsi.
Gerakan Indonesia ASRI juga diperluas ke sektor pendidikan melalui pembinaan siswa bersama TNI-Polri untuk mencegah tawuran, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkoba. Pembinaan karakter ini terinspirasi dari praktik nasional dan internasional yang menekankan pendidikan disiplin sejak usia sekolah.
Setiap perangkat daerah diwajibkan melakukan pengarahan internal sebelum terjun ke lapangan. Gubernur meminta agar seluruh sarana dan prasarana dipastikan siap sehingga pelaksanaan kurvei berjalan lancar. Langkah ini sekaligus mengukur efektivitas OPD dalam mengelola wilayah kerja masing-masing.
Dalam perspektif nasional, upaya menciptakan kota bersih dan tertib merupakan bagian dari target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor 11 tentang “Kota dan Permukiman Berkelanjutan”. Banyak negara mendorong program serupa, termasuk Korea Selatan yang sukses menekan volume sampah rumah tangga melalui gerakan volume-based waste fee system.
Di Bumi Anoa, Indonesia ASRI diharapkan menjadi simbol komitmen jangka panjang, bukan respons sesaat terhadap instruksi pusat. Gubernur menegaskan gerakan ini harus menjadi budaya sosial. “Kebersihan dan ketertiban itu bukan program pemerintah saja. Itu harus menjadi karakter masyarakat Sultra,” tegasnya.
baca juga:
- Sultra Percepat E-Government, Gubernur ASR Tegaskan Reformasi Tak Bisa Ditunda
- Pemprov Sultra Gelar Apel dan Aksi Bersih Kota Dukung Indonesia Asri, Aksi Bersih Kota Serentak di Tiga…
Melalui koordinasi menyeluruh, Pemerintah Provinsi Sultra menargetkan terbentuknya kawasan yang aman, sehat, resik, dan indah sebagai pondasi pembangunan berkelanjutan. Program ini sekaligus mempertegas arah kebijakan daerah yang berpihak pada penataan lingkungan secara terpadu dan melibatkan semua lapisan masyarakat.(*)
baca berita lainnya:
Gubernur Sultra ASR Luncurkan Program Baru Cegah Anak Kembali ke Jalan Usai Tragedi Tabrak Lari di Perempatan PLN
SULTRA, DT— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperketat langkah perlindungan anak jalanan setelah insiden tabrak lari yang menewaskan seorang anak pencari nafkah di perempatan lampu merah PLN Kota Kendari. Peristiwa itu kembali menyoroti kerentanan anak-anak yang bekerja di jalanan dan menjadi momentum evaluasi sistem perlindungan sosial daerah. “Gubernur Sultra ASR Luncurkan Program Baru Cegah Anak Kembali ke Jalan Usai Tragedi Tabrak Lari di Perempatan PLN,”
Gerakan Indonesia Asri Dimulai Usai Instruksi Presiden Prabowo, Sultra Prioritaskan Penataan Reklame dan Kabel
Langkah yang ditempuh Pemprov Sultra kini menjadi bagian dari tren global yang menekankan pendekatan perlindungan anak berbasis keluarga. Program pemberdayaan ekonomi dinilai sebagai cara paling efektif untuk mengurangi angka pekerja anak dalam jangka panjang.
Dengan serangkaian upaya ini, pemerintah daerah berharap tragedi serupa tidak terulang. Penanganan komprehensif diyakini dapat membuka peluang bagi anak-anak untuk kembali pada hakikatnya sebagai pelajar dan generasi penerus bangsa.(*)

