KORAN ONLINE

Koran Online Baubau Post Edisi 30 Januari 2026

Koran Online Baubau Post Edisi 30 Januari 2026

Baca Koran Online Baubau Post Edisi 30 Januari 2026 Versi PDF

 

 

baca Koran Online Baubau Post Edisi 30 Januari 2026

01 02 03 04 05 07 08

baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:

  1. Koran Online Baubau Post Edisi 26 Januari 2026
  2. Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 23 Januari 2026

baca berita lainnya:

Dinkes Baubau Tegaskan Tidak Ada Program Kesehatan yang Boleh Tertinggal, dr. Frederik: Semua Program Kesehatan Setara dan Wajib Berjalan

BAUBAU, DT – Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi fokus utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, yang menegaskan bahwa seluruh program kesehatan harus berjalan beriringan tanpa ada satu pun yang diabaikan. Penegasan ini datang di tengah semakin kompleksnya tantangan kesehatan masyarakat, baik pada tingkat lokal, nasional  maupun global. “Dinkes Baubau Tegaskan Tidak Ada Program Kesehatan yang Boleh Tertinggal, dr. Frederik: Semua Program Kesehatan Setara dan Wajib Berjalan,”

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, yang menilai bahwa setiap program memiliki keterkaitan langsung dalam membentuk kualitas hidup masyarakat. Karena itu, menurutnya, semua program wajib diprioritaskan secara berimbang.

Dinkes Baubau Tegaskan Tidak Ada Program Kesehatan yang Boleh Tertinggal, dr dr. Frederik Semua Program Kesehatan Setara dan Wajib Berjalan
Dinkes Baubau Tegaskan Tidak Ada Program Kesehatan yang Boleh Tertinggal, dr dr. Frederik Semua Program Kesehatan Setara dan Wajib Berjalan

Menurut dr. Frederik, berbagai program yang dijalankan saat ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi. Mulai dari program kesehatan ibu dan anak, imunisasi, penanganan penyakit menular, hingga penguatan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

Ia menambahkan, sinergi tersebut juga dipengaruhi oleh dukungan Pemerintah Kota Baubau yang terus mendorong peningkatan layanan kesehatan hingga lapisan masyarakat terbawah. Tanpa dukungan tersebut, program lintas bidang sulit mencapai sasaran yang ditetapkan.

“Semua program punya peran. Kalau satu saja terhambat, maka rangkaian program lainnya juga terdampak,” ujar dr. Frederik dalam wawancara di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026).

Dinkes Baubau, kata dia, terus mengoptimalkan pelaksanaan program nasional seperti kesehatan gratis, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), makan bergizi gratis, serta layanan preventif untuk mencegah peningkatan kasus penyakit menular dan tidak menular.

Ia menjelaskan bahwa program gizi ibu hamil dan anak menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan dengan pencegahan stunting yang masih menjadi persoalan nasional. Baubau pun memiliki tanggung jawab untuk menurunkan angka stunting sebagai bagian dari target Indonesia.

“Kalau gizi ibu hamil tidak diperhatikan, itu berdampak pada bayi dan masa tumbuh kembang anak. Jadi program harus dijalankan bersama-sama,” jelasnya.

Dalam konteks historis, Indonesia telah melalui berbagai fase tantangan kesehatan, mulai dari tingginya angka kematian ibu pada era 1970-an, epidemi gizi buruk di beberapa daerah pada 1990-an, hingga penurunan signifikan kasus penyakit menular seperti polio yang dinyatakan tereliminasi pada 2014. Transformasi kesehatan terus berlanjut dengan fokus pada percepatan penanganan stunting dan penguatan layanan primer.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan sangat bergantung pada kesinambungan program lintas sektor. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan telah membuktikan bahwa investasi pada layanan kesehatan primer sejak masa kehamilan hingga lanjut usia memiliki dampak langsung pada kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dr. Frederik menilai pola tersebut sejalan dengan kebijakan kesehatan di Kota Baubau yang melihat kesehatan dalam satu siklus kehidupan, mulai dari remaja, calon ibu, ibu hamil, bayi, anak usia sekolah, dewasa, hingga lansia. Setiap fase, katanya, memiliki intervensi yang dirancang untuk mencegah risiko jangka panjang.

baca juga:

  1. Enam Daerah di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Baubau Raih UHC Award 2026
  2. Capaian UHC 85 Persen, Walikota Baubau H Yusran Fahim Digganjar Penghargaan Nasional UHC Award

“Ini bukan soal fisik saja, tapi kualitas hidup secara menyeluruh. Kesehatan berjalan dari satu fase ke fase berikutnya,” katanya.

Beli vitamin dan suplemen

Ia menegaskan bahwa rangkaian program yang dijalankan Dinkes Baubau menjadi fondasi penting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Tujuan besarnya ialah membentuk generasi yang terbebas dari stunting, berdaya saing, dan mampu menopang pembangunan jangka panjang.

“Targetnya jelas, tidak boleh ada lagi stunting karena kekurangan gizi. Kita ingin menciptakan generasi emas dari Kota Baubau,” tutupnya.(*)

 

Visited 35 times, 35 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *