
Koran Online Baubau Post Edisi 20 Juli 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 20 Juli 2026
BACA Koran Online Baubau Post Edisi 20 Juli 2026 Versi PDF
baca Koran Online Baubau Post Edisi 20 Juli 2026
baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:
Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 100 Siswa SMPN 7 Baubau, Juga Libatkan BMKG dan PMI, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Pelajar
BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau terus memperluas program pendidikan kebencanaan dengan menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesiapsiagaan Bencana bagi 100 siswa SMP Negeri 7 Baubau, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sekolah yang siaga sekaligus memperkuat budaya mitigasi bencana sejak usia dini. “Plt Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Buka Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi 100 Siswa SMPN 7 Baubau, Juga Libatkan BMKG dan PMI, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Pelajar,”

Sosialisasi yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Palang Merah Indonesia (PMI). Para peserta memperoleh materi mengenai potensi bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tindakan penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat.
Dalam sambutannya, Tasdik menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat menghadapi bencana tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus dimulai melalui pendidikan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. “Sosialisasi KIE kebencanaan bagi siswa SMP ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya membangun sekolah-sekolah yang siaga dan tangguh bencana di Kota Baubau,” ujarnya.
Menurutnya, BPBD Kota Baubau terus mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat hingga pascabencana. Sistem tersebut dibangun melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Tasdik juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, pahami materi dari para narasumber, jangan ragu bertanya, dan praktikkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah maupun di rumah,” pesannya. Ia menambahkan, “Kalian adalah bagian penting dari upaya bersama membangun Kota Baubau yang tangguh bencana.”
Program tersebut merupakan implementasi kerangka operasional SIGAP yang dikembangkan BPBD Kota Baubau. Melalui program ini, pelajar diposisikan sebagai agen penyebar informasi kebencanaan sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat terhadap pentingnya mitigasi risiko bencana.
Secara historis, pendidikan kebencanaan semakin mendapat perhatian dunia setelah Konferensi Dunia Pengurangan Risiko Bencana di Kobe, Jepang, pada 2005 melahirkan Hyogo Framework for Action 2005–2015, yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu strategi utama pengurangan risiko bencana. Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030 yang mendorong setiap negara membangun masyarakat tangguh melalui peningkatan literasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Di Indonesia, penguatan edukasi kebencanaan juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat sebagai salah satu pilar utama pengurangan risiko bencana.
baca juga:
- SMA Negeri 1 Baubau Terima 432 Siswa Baru Pertahankan 12 Rombel, SPMB Berjalan Transparan Tanpa Intervensi
- Kabhanti Dinilai Efektif Perkuat Budaya Demokrasi dan Pengawasan Pemilu di Buton …
Kegiatan di SMP Negeri 7 Baubau turut dihadiri unsur BPBD Kota Baubau, jajaran BMKG dan PMI sebagai narasumber, serta kepala sekolah bersama dewan guru. Pemerintah Kota Baubau menyatakan akan terus memperluas jangkauan program edukasi kebencanaan ke seluruh satuan pendidikan sebagai langkah mewujudkan Baubau sebagai kota tangguh bencana (resilient city) sekaligus memperkuat budaya kesiapsiagaan masyarakat sejak usia sekolah.(*)









