KOTA BAUBAUSULTRA

Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Ajak Karang Taruna Baubau Jadi Relawan Tangguh Hadapi Ancaman Bencana dan jadi gardah Terdepan Kesejahteraan Sosial

BAUBAU, DURASITIMES.COM —Pemerintah Kota Baubau mendorong Karang Taruna menjadi motor penggerak pembangunan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Peningkatan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebijakan Bidang Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan Karang Taruna Kota Baubau di Nirwana Buton Villa Tamimu Ballroom, Jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Jumat (10/7/2026). “Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Ajak Karang Taruna Baubau Jadi Relawan Tangguh Hadapi Ancaman Bencana dan jadi gardah Terdepan Kesejahteraan Sosial,”

 

BAUBAU, DURASITIMES.COM —Pemerintah Kota Baubau mendorong Karang Taruna menjadi motor penggerak pembangunan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Peningkatan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebijakan Bidang Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan Karang Taruna Kota Baubau di Nirwana Buton Villa Tamimu Ballroom, Jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Jumat (10/7/2026). "Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Ajak Karang Taruna Baubau Jadi Relawan Tangguh Hadapi Ancaman Bencana dan jadi gardah Terdepan Kesejahteraan Sosial,"
Kalaksa BPBD Baubau Dr Moh Tasdik Ajak Karang Taruna Baubau Jadi Relawan Tangguh Hadapi Ancaman Bencana dan jadi gardah Terdepan Kesejahteraan Sosial

Kegiatan bertema “Sinergi Kebangsaan dan Transformasi Sosial melalui Penguatan Karang Taruna” itu dibuka Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Tasdik menegaskan bahwa pembangunan tidak lagi dapat sepenuhnya bertumpu pada pemerintah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Karena itu, keterlibatan organisasi kepemudaan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana menjadi prioritas Pemerintah Kota Baubau dalam RPJMD 2025–2029.

“Di banyak daerah organisasi kepemudaan menunggu digerakkan oleh pemerintah. Di Baubau justru pemudanya yang bergerak lebih dahulu dan mengundang pemerintah untuk bersinergi. Inilah wajah kepeloporan yang sesungguhnya,” ujar Tasdik.

Menurut Tasdik, penguatan nilai kebangsaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan kesejahteraan sosial. Kebangsaan, katanya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebaliknya, pembangunan kesejahteraan juga harus tetap berpijak pada semangat persatuan agar tidak kehilangan arah dalam pelaksanaannya.

“Kebangsaan tanpa kesejahteraan hanya akan menjadi slogan, sedangkan kesejahteraan tanpa semangat kebangsaan akan kehilangan arah,” katanya.

Ia menjelaskan Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi pemuda, pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, hingga pendampingan kelompok rentan. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus terus memperkuat kapasitas kelembagaan hingga tingkat kelurahan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Tasdik juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa-masa sebelumnya. Jika dahulu perjuangan bangsa dilakukan melalui perlawanan fisik terhadap penjajahan, kini ancaman hadir melalui ruang digital dalam bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, polarisasi sosial, serta berkembangnya paham radikalisme. Karena itu, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi fondasi karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tasdik yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau mengajak Karang Taruna berpartisipasi aktif dalam pengurangan risiko bencana. BPBD Kota Baubau saat ini mengembangkan budaya kerja SIGAP yang merupakan akronim dari Siaga, Informasi, Gerak Cepat, Aman, dan Pulih. Melalui program tersebut, BPBD membuka kesempatan bagi pemuda untuk mengikuti pelatihan, simulasi, hingga pembentukan jejaring relawan di setiap kelurahan.

“Pemuda Karang Taruna merupakan potensi besar yang dapat menjadi garda terdepan saat terjadi bencana. BPBD membuka ruang pelatihan, simulasi, dan pembentukan jejaring relawan pemuda tangguh bencana,” ujarnya.

Secara historis, peran pemuda telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Momentum Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, hingga Reformasi 1998 menunjukkan bahwa perubahan besar selalu melibatkan generasi muda sebagai pelopor. Di tingkat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menetapkan 12 Agustus sebagai International Youth Day (Hari Pemuda Internasional) sebagai pengakuan atas kontribusi strategis pemuda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, perdamaian, dan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan global.

Selain menanamkan semangat kebangsaan, Tasdik mengajak generasi muda Baubau menghidupkan kembali falsafah masyarakat Buton “Bolimo Karo Somanamo Lipu”, yang mengandung makna mendahulukan kepentingan daerah dan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Nilai lokal tersebut dinilai tetap relevan sebagai landasan moral dalam membangun karakter pemuda yang berintegritas, peduli, dan memiliki jiwa pengabdian.

baca juga:

  1. Gotong Royong Warga Hantarkan Tampuna Juara Lomba KEDAI Kota Baubau
  2. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu, Dorong Ketahanan

 

Mengakhiri sambutannya, Tasdik menitipkan tiga pesan kepada seluruh pengurus Karang Taruna, yakni menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi karakter organisasi, memperkuat kelembagaan hingga tingkat kelurahan, serta melahirkan program kerja yang terukur dan berkelanjutan. Ia menegaskan transformasi sosial tidak lahir dari seminar atau diskusi semata, melainkan dari aksi nyata yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau beserta jajaran perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Baubau, pengurus Karang Taruna, narasumber, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.(*)

baca berita lainnya:

Kampung KB Jadi Andalan, Baubau Borong Dua Penghargaan Tingkat Sultra

BAUBAU, DURASITIMES.COM  – Pemerintah Kota Baubau kembali mencatatkan prestasi di bidang pembangunan keluarga setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menerima dua penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan memperkuat Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) melalui kolaborasi lintas sektor. “Kampung KB Jadi Andalan, Baubau Borong Dua Penghargaan Tingkat Sultra,”

Referensi Geografis
Kampung KB Jadi Andalan, Baubau Borong Dua Penghargaan Tingkat Sultra
Kampung KB Jadi Andalan, Baubau Borong Dua Penghargaan Tingkat Sultra

Dua penghargaan itu masing-masing diberikan kepada Kampung Keluarga Berkualitas Bataraguru, Kecamatan Wolio, sebagai Juara I Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, serta kepada DP3AKB Kota Baubau atas komitmen dalam memperkuat dan mengembangkan Program Kampung KB melalui sinergi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala DP3AKB Kota Baubau, Abdul Rahman, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan seluruh OPD yang menghadirkan berbagai layanan dasar di setiap Kampung KB. Menurutnya, konsep Kampung KB tidak hanya berfokus pada program keluarga berencana, tetapi menjadi pusat integrasi pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Kita mencoba bagaimana seluruh kelurahan di Kota Baubau menjadi Kampung KB. Ketika ada Kampung KB, sesungguhnya di situ ada kerja sama lintas sektoral. Jadi bukan hanya DP3AKB yang bekerja, tetapi semua OPD hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abdul Rahman kepada Baubau Post, Rabu (8/7/2026).

Pemerintah Kota Baubau menargetkan seluruh 43 kelurahan menjadi Kampung KB Berkualitas. Untuk mencapai target tersebut, DP3AKB menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam pemenuhan dokumen kependudukan anak berupa akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA). Di bidang kesehatan, kolaborasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan melalui penguatan pelayanan Posyandu bagi balita, remaja, hingga lanjut usia.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik guna menciptakan lingkungan yang sehat. Kementerian Agama dilibatkan dalam upaya pencegahan pernikahan usia dini, sementara Dinas Perumahan mendorong penyediaan sanitasi dan jamban layak. Dinas Pendidikan bersama pemerintah kelurahan, RT, dan RW juga memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan.

2 4

“Semua pelayanan itu kita hadirkan di Kampung KB. Dengan kolaborasi berbagai OPD, program yang menjadi visi Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, dapat diwujudkan. Alhamdulillah, kerja sama ini mendapat apresiasi dari Kementerian melalui penghargaan yang kami terima,” kata Abdul Rahman.

Secara historis, Program Kampung KB pertama kali diluncurkan Pemerintah Indonesia pada 14 Januari 2016 sebagai strategi nasional untuk mengintegrasikan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, serta pelayanan lintas sektor hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Dalam perkembangannya, program tersebut bertransformasi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penurunan stunting, penguatan ekonomi keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak.

3 3

Sejalan dengan itu, berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura juga mengembangkan kebijakan pembangunan keluarga berbasis komunitas sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan demografi, penurunan angka kelahiran, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

baca juga:

  1. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Saat Serahkan Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu
  2. Jabat Plt Kalak BPBD Baubau, Dr Mohammad Tasdik Pastikan Layanan Kebencanaan Tetap …

Keberhasilan Kota Baubau meraih dua penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat pembangunan keluarga secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang terintegrasi sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia di tingkat daerah maupun nasional.(*)

 

Visited 34 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *