
Koran Online Baubau Post Edisi 18 Juni 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 18 Juni 2026
baca Koran Online Baubau Post Edisi 18 Juni 2026 Versi PDF
baca Koran Online Baubau Post Edisi 18 Juni 2026
baca juga Koran Online Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya
Pelatih Iran Kritik FIFA dan AS Setelah Laga Dramatis di Los Angeles Imbang 2-2 Lawan Selandia Baru
DURASITIMES.COM – Tim nasional Iran melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga Grup G di Los Angeles. Pelatih Amir Ghalenoei menilai timnya mengalami berbagai kendala di luar lapangan yang membuat Iran menjadi salah satu peserta yang paling dirugikan dalam turnamen tersebut. “Pelatih Iran Kritik FIFA dan AS Setelah Laga Dramatis di Los Angeles Imbang 2-2 Lawan Selandia Baru,”

Pernyataan itu disampaikan seusai pertandingan yang berlangsung sengit dan menghibur pada pertengahan pekan. Selain menyuguhkan empat gol, laga tersebut juga dibayangi kontroversi politik, aksi protes suporter, hingga polemik mengenai pengaturan perjalanan tim Iran selama mengikuti kompetisi.
Dalam konferensi pers, Ghalenoei menyoroti padatnya jadwal perjalanan yang harus dijalani anak asuhnya. “Kami menghabiskan begitu banyak waktu di udara dan mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk pulih,” ujarnya saat menyampaikan keluhan terhadap kondisi yang dihadapi timnya.
Menurut Ghalenoei, Iran semula dijadwalkan tiba dua hari sebelum pertandingan dan tetap berada di lokasi hingga siang hari setelah laga berakhir. Namun, izin tersebut tidak diberikan sehingga rombongan harus segera kembali ke kamp mereka di Tijuana setelah pertandingan usai.
Pelatih berpengalaman itu bahkan menyebut negaranya sebagai tim yang paling dirugikan sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia juga menyinggung tidak hadirnya presiden Iran, keterbatasan akses media dari negaranya, serta absennya sejumlah anggota manajemen tim dalam turnamen tersebut.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, para pemain Iran tetap menunjukkan daya juang tinggi di lapangan. Mereka mampu bangkit dua kali dari posisi tertinggal sebelum akhirnya mengamankan hasil imbang 2-2 yang menjaga peluang bersaing di Grup G.
Gol penyama kedudukan yang paling mendapat perhatian dicetak oleh Mohammad Mohebi melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Ramin Rezaeian. Seusai mencetak gol, Mohebi meniru selebrasi pebasket NBA LaMelo Ball dengan mengetuk tiga jari ke lengannya sebagai simbol ketenangan dan kepercayaan diri saat menghadapi tekanan.
Sementara itu, Rezaeian juga menjadi sorotan setelah menarik jersey hingga menutupi wajah ketika merayakan gol. Saat ditanya apakah selebrasi tersebut memiliki makna politik, ia menjawab singkat, “Itu bukan politik,” namun enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai makna gestur tersebut.
Sebelum pertandingan dimulai, perhatian publik lebih dahulu tertuju pada sengketa hukum di Pengadilan Tinggi Los Angeles mengenai larangan membawa bendera Iran era pra-Revolusi 1979 ke dalam stadion. Pengacara Shahrokh Mokhtarzadeh meminta pembatasan tersebut dicabut atas dasar kebebasan berekspresi, tetapi hakim Curtis A. Kin memutuskan mendukung kebijakan FIFA.
Putusan itu tidak sepenuhnya menghentikan aksi protes. Sejumlah pendukung tetap membawa simbol era pra-revolusi ke tribun dan mengangkatnya ketika bendera resmi Republik Islam Iran dibentangkan menjelang kick-off. Selain itu, terlihat pula spanduk bertuliskan “42,000 #IranMassacre” yang merujuk pada klaim jumlah korban sipil menurut International Centre for Human Rights yang berbasis di Kanada.
Sejarah menunjukkan bahwa sepak bola Iran kerap bersinggungan dengan dinamika politik internasional. Pada Piala Dunia 1998, kemenangan atas Amerika Serikat dipandang sebagai pertandingan sarat makna diplomatik di tengah hubungan kedua negara yang memburuk. Sementara pada Piala Dunia 2022, perhatian dunia juga tertuju pada sikap para pemain Iran terkait situasi politik yang berkembang di dalam negeri, menjadikan tim tersebut berulang kali berada di persimpangan antara olahraga dan isu sosial-politik.
baca juga:
- Mbappe Ukir 14 Gol di Piala Dunia, Bidik Takhta Pencetak Gol Terbanyak Miroslav Klose
- Lulusan Terbaik MIN 1 Baubau LM Uzair Arrezky Lapasha Miliki Segudang Prestasi Matematika …
Meski diterpa berbagai kontroversi di luar lapangan, Iran tetap mampu mempertahankan fokus selama pertandingan melawan Selandia Baru. “Bukan urusan Anda,” kata Rezaeian ketika mendapat pertanyaan mengenai cemoohan terhadap lagu kebangsaan Iran dari sebagian penonton. Di sisi lain, Ghalenoei kembali menegaskan pandangannya dengan menyebut, “Kami tidak mendapat waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi tim,” seraya tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang berhasil mengamankan satu poin penting di tengah tekanan besar yang mereka hadapi.(*)








