BOLAPIALA DUNIA

Haaland Antar Norwegia Bungkam Irak 4-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

DURASITIMES.COM – Tim Nasional Norwegia memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan setelah menundukkan Irak 4-1 pada laga fase grup yang berlangsung di Boston Stadium, Rabu (17/6/2026) pagi WIB. Penyerang andalan Erling Haaland menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol dan membawa negaranya meraih tiga poin penting di pertandingan pembuka. “Haaland Antar Norwegia Bungkam Irak 4-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026,”

Haaland Antar Norwegia Bungkam Irak 4-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
Haaland Antar Norwegia Bungkam Irak 4-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

Kemenangan tersebut memiliki arti historis bagi Norwegia. Selain menjadi modal penting dalam persaingan di Grup J, hasil ini juga mengakhiri penantian panjang selama hampir tiga dekade untuk kembali meraih kemenangan di putaran final Piala Dunia sejak terakhir kali tampil pada edisi 1998 di Prancis.

Pelatih Stale Solbakken menurunkan komposisi terbaik dengan mengandalkan duet Erling Haaland dan Alexander Sørloth di lini depan serta Martin Ødegaard sebagai motor permainan. Di kubu Irak, pelatih Graham Arnold mempercayakan lini serang kepada Aymen Hussein dan Ali Al Hamadi untuk membongkar pertahanan lawan.

Sejak menit awal, Norwegia tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi cuaca panas di Foxborough membuat tempo permainan berjalan tidak ideal. Irak memanfaatkan kondisi tersebut dengan bertahan rapat dan sesekali melancarkan serangan balik yang cukup merepotkan.

Kebuntuan akhirnya pecah setelah Antonio Nusa membangun serangan dari sisi sayap dan mengalirkan bola kepada David Møller Wolfe. Bek kiri Norwegia itu kemudian mengirimkan umpan silang yang diselesaikan Haaland menjadi gol pembuka pertandingan.

“Kami harus tetap sabar karena peluang pasti akan datang, dan akhirnya kami mampu memanfaatkannya,” demikian gambaran pendekatan permainan Norwegia yang tercermin dari jalannya laga.

Keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. Irak mampu menyamakan skor menjadi 1-1 ketika Amir Al-Ammari mengirimkan umpan dari sektor kiri yang berhasil disundul Aymen Hussein tanpa mampu diantisipasi penjaga gawang Norwegia.

“Kami menunjukkan bahwa Irak mampu memberikan perlawanan dan tidak menyerah begitu saja,” menjadi cerminan semangat tim Asia tersebut setelah berhasil menyamakan kedudukan pada babak pertama.

Momentum pertandingan berubah menjelang turun minum. Kiper Jalal Hassan melakukan kesalahan saat hendak menyapu bola dari area pertahanannya. Tendangannya justru membentur lutut Haaland yang sedang melakukan tekanan sehingga bola memantul masuk ke gawang dan membawa Norwegia kembali memimpin 2-1.

Pada babak kedua, Norwegia terus mengendalikan jalannya pertandingan meski tidak banyak menciptakan peluang bersih. Irak beberapa kali mencoba memanfaatkan ruang melalui serangan balik, namun organisasi pertahanan tim Skandinavia tampil semakin solid.

Gol ketiga lahir menjelang akhir pertandingan melalui sundulan Leo Østigård setelah menerima umpan akurat dari Martin Ødegaard. Keunggulan tersebut praktis memupus harapan Irak untuk mengejar ketertinggalan.

“Kami terus menekan hingga menit terakhir dan tidak berhenti setelah unggul,” menjadi gambaran mentalitas permainan Norwegia yang akhirnya berbuah gol tambahan pada penghujung laga.

Penderitaan Irak semakin lengkap ketika sebuah gol bunuh diri menutup pertandingan dengan skor 4-1 untuk kemenangan Norwegia. Hasil ini menempatkan Norwegia sebagai salah satu tim yang mencuri perhatian pada laga pembuka fase grup.

Secara historis, Norwegia bukanlah langganan peserta putaran final Piala Dunia. Sebelum tampil pada edisi 2026, penampilan terakhir mereka terjadi pada 1998 ketika berhasil lolos hingga babak 16 besar. Setelah itu, generasi demi generasi gagal membawa negara tersebut kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia hingga munculnya era yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard.

Bagi Irak, kekalahan ini menjadi tantangan berat dalam upaya bersaing di Grup J. Meski demikian, wakil Asia tersebut memiliki sejarah membanggakan dengan tampil di Piala Dunia 1986 dan beberapa kali menunjukkan perkembangan signifikan di level Asia, termasuk keberhasilan menjuarai Piala Asia 2007 yang menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola nasional mereka.

baca juga:

  1. Ditolak Masuk AS, Wasit Somalia Omar Artan Tetap Terima Hak Finansial dari FIFA
  2. Kerugian Miliaran Rupiah, Polres Baubau Tahan Pelaku dan Penadah Emas Curian

Di level internasional, kemenangan empat gol atau lebih pada laga pembuka Piala Dunia kerap menjadi indikator awal performa menjanjikan sebuah tim. Namun, sejarah turnamen juga menunjukkan bahwa konsistensi sepanjang fase grup menjadi faktor utama untuk melangkah jauh, sehingga Norwegia masih harus menjaga performanya pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Dengan kemenangan telak ini, Norwegia mengirimkan pesan kuat kepada para pesaing bahwa mereka siap menjadi kekuatan baru di Piala Dunia 2026. Ketajaman Haaland, kreativitas Ødegaard, serta organisasi permainan yang semakin matang menjadi modal penting untuk melanjutkan perjalanan di turnamen paling bergengsi tersebut.

Pelatih: Graham Arnold.

Norwegia: Orjan Nyland; David Moller Wolfe, Torbjorn Heggem, Kristoffer Ajer, Julian Ryerson; Fredrik Aursnes, Sander Berge, Martin Odegaard; Antonio Nusa, Erling Haaland, Alexander Sorloth.

Pelatih: Stale Solbakken.

baca berita lainnya:

FIFA Buka Peluang Donald Trump Jadi Penyerah Trofi Piala Dunia 2026

DURASITIMES.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan menghadiri partai final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026. Kehadirannya berpotensi menghadirkan momen bersejarah setelah FIFA disebut membuka peluang bagi Trump untuk menyerahkan langsung trofi kepada kapten tim juara, bahkan tetap berada di podium saat perayaan berlangsung. “FIFA Buka Peluang Donald Trump Jadi Penyerah Trofi Piala Dunia 2026,”

"FIFA Buka Peluang Donald Trump Jadi Penyerah Trofi Piala Dunia 2026,"
“FIFA Buka Peluang Donald Trump Jadi Penyerah Trofi Piala Dunia 2026,”

Sejumlah sumber yang beredar menyebutkan FIFA tidak mempermasalahkan apabila Trump mengambil peran tersebut. Jika skenario itu terealisasi, kepala negara Amerika Serikat itu dapat menjadi bagian dari prosesi penobatan juara dunia, sebuah pemandangan yang jarang terjadi dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

“Trump bisa menyerahkan langsung trofi kepada kapten tim juara,” demikian isi laporan yang beredar mengenai rencana prosesi final tersebut. Selain itu, laporan yang sama menyebutkan bahwa keputusan untuk tetap berada di podium setelah penyerahan trofi berada di tangan Trump sendiri.

Kemungkinan tersebut mengingatkan publik pada final Piala Dunia Antarklub ketika Trump tetap berada di tengah para pemain saat Chelsea merayakan gelar juara. “Ia tetap berdiri di atas podium ketika trofi diangkat,” menjadi salah satu momen yang banyak diperbincangkan setelah pertandingan tersebut berakhir.

Dalam kesempatan itu, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat terlihat mengarahkan Trump untuk meninggalkan area podium. Namun, beberapa saat kemudian, ia membiarkan sang presiden tetap berada di lokasi selebrasi. Gelandang Chelsea, Cole Palmer, juga sempat menjadi sorotan karena ekspresinya yang terlihat kebingungan melihat situasi tersebut.

Secara historis, prosesi penyerahan trofi Piala Dunia umumnya dilakukan oleh Presiden FIFA atau tokoh kehormatan yang telah ditunjuk sebelum kapten tim juara mengangkat piala di hadapan publik. Pada final Piala Dunia 2022 di Qatar, misalnya, seremoni berlangsung dengan protokol resmi FIFA tanpa kehadiran kepala negara tuan rumah di tengah selebrasi para pemain.

Tradisi serupa juga terlihat dalam berbagai edisi sebelumnya, termasuk ketika trofi diserahkan kepada para juara di Jerman 2006, Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, dan Rusia 2018. Kehadiran seorang presiden yang ikut bertahan di podium bersama para pemain akan menjadi salah satu momen yang relatif tidak lazim dalam sejarah turnamen tersebut.

baca juga:

  1. Tunisia Ganti Pelatih di Tengah Piala Dunia 2026, Lamouchi Lengser Usai Kekalahan Telak dari Swedia
  2. Dishub Baubau Perketat Pengawasan Parkir, Tata Ulang Parkir Tepi Jalan dan kawasan …

 

Sementara itu, Trump sebelumnya tidak menghadiri pertandingan pembuka tim nasional Amerika Serikat yang berakhir dengan kemenangan 4-1 atas Paraguay karena benturan agenda. Pada akhir pekan sebelumnya, ia diketahui mengikuti rangkaian acara peringatan ulang tahunnya sekaligus perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat melalui sebuah agenda UFC di lingkungan Gedung Putih. “Kemungkinan kehadirannya di sejumlah pertandingan Piala Dunia masih terbuka,” demikian laporan dari sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Apabila seluruh skenario itu terwujud, final Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung perebutan gelar juara dunia, tetapi juga berpotensi mencatat babak baru dalam sejarah seremoni penyerahan trofi dengan keterlibatan langsung Presiden Amerika Serikat di tengah pesta kemenangan tim terbaik dunia.(*)

 

 

Visited 9 times, 9 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *