BOLAPIALA DUNIA

Lisa BLACKPINK Tuai Pujian dan Kritik di Pembukaan Piala Dunia 2026

DURASITIMES.COM – Penampilan Lisa BLACKPINK dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan di media sosial internasional. Aksi penyanyi asal Thailand tersebut memicu beragam reaksi dari publik, khususnya kalangan netizen Korea Selatan atau K-netizens, yang terbelah antara memberikan apresiasi dan kritik terhadap penampilannya. “Lisa BLACKPINK Tuai Pujian dan Kritik di Pembukaan Piala Dunia 2026,”

Lisa BLACKPINK Tuai Pujian dan Kritik di Pembukaan Piala Dunia 2026
Lisa BLACKPINK Tuai Pujian dan Kritik di Pembukaan Piala Dunia 2026

Seremoni yang berlangsung pada 12 Juni itu menghadirkan Lisa bersama penyanyi Brasil, Anitta, dan musisi Nigeria, Rema. Ketiganya membawakan lagu kolaborasi berjudul Goals dalam salah satu sesi pembukaan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.

Video penampilan mereka dengan cepat menyebar di berbagai platform digital dan memperoleh jutaan penonton hanya dalam waktu singkat. Tayangan resmi di YouTube bahkan melampaui lima juta penayangan dalam kurun kurang dari satu hari, menandakan tingginya perhatian publik terhadap pertunjukan tersebut.

Di tengah ramainya perbincangan, sebagian K-netizens justru memberikan penilaian positif kepada Lisa. Mereka menilai personel BLACKPINK itu mampu menunjukkan kualitas sebagai artis internasional dengan kemampuan panggung yang matang dan penuh energi.

Salah seorang pengguna media sosial menuliskan, “Dia terlihat cantik, penari yang luar biasa seperti biasa, dan kemampuan menyanyinya juga meningkat pesat.” Komentar tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap perkembangan kemampuan vokal Lisa.

Dukungan serupa juga datang dari warganet lain yang menilai kritik terhadap Lisa terlalu berlebihan. “Dia benar-benar tampil hebat. Mengapa harus dihina seperti ini? Dia bahkan mengenakan jersey Lee Kang In dan menunjukkan dukungannya untuk sepak bola Korea,” tulis seorang K-netizen.

Selain memuji kemampuan menari, sejumlah penggemar menilai kualitas vokal live Lisa mengalami peningkatan dibandingkan beberapa penampilan terdahulu. “Vokal live-nya luar biasa,” tulis seorang pengguna media sosial, sementara komentar lain menyebut, “Dia selalu menjadi performer yang hebat.”

Namun demikian, respons positif tersebut diimbangi oleh kritik dari sebagian K-netizens yang menilai penampilan Lisa belum memenuhi ekspektasi. Beberapa di antaranya menganggap koreografi yang disuguhkan terkesan biasa dan kurang memberikan kesan mendalam untuk panggung sebesar Piala Dunia.

F5b

Isu dugaan penggunaan lip sync juga ikut mencuat setelah video penampilan beredar luas. Seorang pengguna media sosial bahkan menulis singkat, “Dia jelas melakukan lip sync,” meskipun tidak disertai bukti yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

Selain persoalan vokal, kritik juga diarahkan pada pemilihan kostum dan konsep pertunjukan secara keseluruhan. Meski demikian, para penggemar Lisa memberikan pembelaan dengan menyebut penilaian tersebut bersifat subjektif dan tidak mengurangi kualitas penampilan sang artis di atas panggung.

Secara historis, kehadiran musisi internasional dalam pembukaan turnamen sepak bola dunia bukanlah hal baru. FIFA dalam beberapa edisi sebelumnya kerap menggandeng artis papan atas untuk menarik perhatian audiens global, seperti penampilan Shakira dengan lagu Waka Waka pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan berbagai kolaborasi artis internasional pada edisi-edisi berikutnya yang menjadi bagian dari strategi memperluas daya tarik budaya populer dan olahraga.

baca juga:

  1. Klose Yakin Rekor Gol Piala Dunia Akan Tumbang, Messi Jadi Pilihan Favorit
  2. Empat Pelabuhan Rakyat di Baubau Resmi Naik Status Jadi Pelabuhan Laut untuk Optimalkan Arus

Fenomena pro dan kontra terhadap penampilan artis di panggung internasional juga kerap terjadi. Di Korea Selatan sendiri, figur-figur K-pop yang tampil dalam ajang global sering menjadi bahan diskusi intens di kalangan K-netizens, terutama terkait kemampuan vokal, koreografi, dan kualitas pertunjukan secara langsung. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya ekspektasi publik terhadap para idol yang telah memiliki reputasi mendunia.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, penampilan Lisa bersama Anitta dan Rema berhasil menciptakan dampak besar di ruang digital dan menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas selama rangkaian pembukaan Piala Dunia 2026. Perdebatan yang muncul sekaligus menegaskan besarnya pengaruh budaya pop global dalam mengiringi perhelatan olahraga internasional.(*)

baca berita lainnya:

Zlatan Ibrahimovic Sebut Lamine Yamal Magnet Utama Piala Dunia 2026, Layak Dibayar dengan Tiket Termahal

DURASITIMES.COM – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, legenda sepak bola Swedia Zlatan Ibrahimovic menempatkan penyerang muda Spanyol, Lamine Yamal, sebagai pemain yang paling layak disaksikan. Menurut mantan striker yang pernah membela Barcelona itu, kualitas Yamal mampu menjadi magnet utama yang membuat publik rela membeli tiket pertandingan dengan harga tinggi. “Zlatan Ibrahimovic Sebut Lamine Yamal Magnet Utama Piala Dunia 2026, Layak Dibayar dengan Tiket Termahal,”

Zlatan Ibrahimovic Sebut Lamine Yamal Magnet Utama Piala Dunia 2026, Layak Dibayar dengan Tiket Termahal
Zlatan Ibrahimovic Sebut Lamine Yamal Magnet Utama Piala Dunia 2026, Layak Dibayar dengan Tiket Termahal

Pernyataan tersebut disampaikan Ibrahimovic saat berbincang dengan Fox Sports. Ia menilai Yamal memiliki kemampuan yang tidak hanya efektif di lapangan, tetapi juga menghadirkan hiburan yang membuat pengalaman menonton sepak bola menjadi lebih berkesan.

“Lamine Yamal adalah pemain yang spesial,” ujar Ibrahimovic.

Mantan penyerang tim nasional Swedia itu bahkan menyebut kehadiran Yamal di lapangan sudah cukup menjadi alasan bagi suporter untuk datang langsung ke stadion. “Dia adalah pemain yang membuat Anda rela membayar tiket yang sangat mahal, pemain yang membuat Anda datang ke stadion, dan berkat dirinya Anda bisa benar-benar menikmati pengalaman tersebut,” katanya.

Pujian tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap Yamal yang diperkirakan menjadi salah satu andalan Spanyol pada Piala Dunia 2026. Setelah sempat mengalami cedera sejak April, pemain berusia 18 tahun itu dilaporkan telah pulih dan siap kembali memperkuat timnya.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Yamal berpeluang tampil pada laga pembuka Grup H melawan Tanjung Verde. Kehadiran winger muda itu dinilai menjadi tambahan kekuatan penting bagi La Roja dalam upaya merebut gelar juara dunia.

Di level klub, musim 2025–2026 menjadi salah satu periode terbaik dalam karier Yamal. Bersama Barcelona, ia membukukan 24 gol dan 18 assist dari 45 pertandingan di seluruh kompetisi serta berkontribusi mengantarkan klub meraih gelar La Liga.

Menurut Ibrahimovic, kualitas Yamal justru lebih terasa ketika disaksikan secara langsung dibandingkan melalui layar televisi. Ia menilai teknik individu sang pemain menunjukkan kematangan yang tidak lazim untuk pesepak bola seusianya.

“Di televisi dia terlihat spesial dan terlihat bagus. Namun saat dilihat dari dekat, dia jauh lebih spesial,” tutur Ibrahimovic.

Ia menambahkan, “Di usia 18 tahun, itu luar biasa. Setiap kali dia menyentuh bola, Anda bisa melihat bahwa dia berbeda. Kontrol bolanya, kemampuan menggiring bola, kemampuan mencetak gol. Karena itu semua harapan saya untuk pertandingan yang hebat ada padanya.”

F04b

Secara historis, Spanyol memiliki tradisi melahirkan pemain muda berbakat yang kemudian menjadi ikon dunia sepak bola. Generasi emas yang dipimpin Xavi Hernández, Andrés Iniesta, Sergio Busquets, dan Iker Casillas berhasil membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2010 setelah sebelumnya meraih gelar Piala Eropa 2008, sekaligus membuka era dominasi sepak bola Spanyol di panggung internasional.

Di tingkat klub, Barcelona juga dikenal sebagai akademi penghasil talenta elite melalui La Masia. Sejumlah nama besar seperti Lionel Messi, Xavi, Andrés Iniesta, Gerard Piqué, hingga Sergio Busquets berkembang dari sistem pembinaan tersebut. Kemunculan Yamal memperkuat reputasi akademi itu sebagai salah satu pusat pengembangan pemain muda terbaik di dunia.

Fenomena munculnya pemain remaja di panggung elite sepak bola internasional bukan hal baru. Sebelumnya dunia menyaksikan Pele menjuarai Piala Dunia bersama Brasil pada usia 17 tahun pada 1958, sementara Kylian Mbappé menjadi bintang muda ketika membawa Prancis menjadi juara dunia pada 2018. Banyak pengamat menilai Yamal berpotensi mengikuti jejak para pemain muda yang sukses memberikan pengaruh besar di turnamen terbesar sepak bola tersebut.

baca juga:

  1. Man of the Match Jadi Milik Vinicius Setelah Selamatkan Brasil Saat Kontra Maroko
  2. Harga Bimoli dan Bawang Merah Melonjak Tajam, Pasar Wameo Baubau Hadapi Gejolak Sembako

Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus meningkat, ekspektasi terhadap Lamine Yamal semakin besar menjelang Piala Dunia 2026. Sanjungan dari sosok sekaliber Zlatan Ibrahimovic menjadi indikasi bahwa pemain muda Barcelona tersebut kini dipandang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dalam sepak bola modern sekaligus figur yang berpotensi menjadi pusat perhatian dunia.(*)

 

Visited 4 times, 4 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *