BOLAPIALA DUNIA

Klose Yakin Rekor Gol Piala Dunia Akan Tumbang, Messi Jadi Pilihan Favorit

DURASITIMES.COM – Legenda sepak bola Jerman, Miroslav Klose, meyakini rekor 16 gol yang masih dipegangnya di ajang Piala Dunia berpotensi terpecahkan pada edisi 2026. Dari sejumlah nama yang berpeluang mencetak sejarah baru, Klose secara terbuka mengaku berharap Lionel Messi menjadi pemain yang mengambil alih catatan tersebut. “Klose Yakin Rekor Gol Piala Dunia Akan Tumbang, Messi Jadi Pilihan Favorit,”

Klose Yakin Rekor Gol Piala Dunia Akan Tumbang, Messi Jadi Pilihan Favorit
Klose Yakin Rekor Gol Piala Dunia Akan Tumbang, Messi Jadi Pilihan Favorit

Pernyataan itu disampaikan Klose dalam wawancara dengan media Jerman, Suddeutsche Zeitung, ketika membahas peluang lahirnya rekor baru seiring perubahan format Piala Dunia 2026 yang akan melibatkan lebih banyak peserta dan jumlah pertandingan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Menurut mantan penyerang tim nasional Jerman tersebut, bertambahnya pertandingan otomatis meningkatkan kesempatan bagi pemain-pemain elite untuk mencetak gol. Kondisi itu membuat rekor yang telah bertahan lebih dari satu dekade semakin sulit dipertahankan.

“Saya memperkirakan rekor saya akan dipecahkan di Piala Dunia ini. Ini adalah edisi yang diperluas, ada lebih banyak pertandingan dan karena itu lebih banyak peluang untuk mencetak gol,” kata Klose.

Ia menambahkan bahwa dua pemain yang dinilai memiliki peluang paling realistis adalah Lionel Messi dari Argentina dan Kylian Mbappe dari Prancis. Keduanya diprediksi mampu membawa negaranya melangkah jauh di turnamen sehingga memperoleh lebih banyak kesempatan mencetak gol.

“Messi dan Mbappe akan melangkah jauh, dan itu tidak masalah sama sekali. Rekor itu memang pada akhirnya akan dipecahkan,” ujar Klose.

Meski demikian, ketika diminta memilih sosok yang diinginkannya memecahkan rekor tersebut, Klose tanpa ragu menunjuk Lionel Messi. Ia mengaku selama ini menjadi pengagum kapten tim nasional Argentina yang dinilainya memiliki kualitas luar biasa.

“Jika itu terjadi, saya akan senang jika Messi yang melakukannya. Saya selalu menjadi penggemar beratnya, dia seorang jenius,” tutur mantan pemain Lazio tersebut.

Selain mengapresiasi Messi, Klose juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Keduanya pernah bermain bersama di Lazio dan menjalin hubungan persahabatan sejak sama-sama berkarier di kompetisi Serie A Italia.

“Saya juga sangat menghormati pelatih Argentina. Saat kami di Lazio, saya mengajaknya berkeliling kota. Kami adalah teman baik,” ungkap Klose mengenang masa kebersamaan mereka di Roma.

Secara historis, Klose mencetak total 16 gol dalam empat edisi Piala Dunia, yakni 2002, 2006, 2010, dan 2014. Rekor tersebut menggeser pencapaian Ronaldo Nazario dari Brasil yang sebelumnya memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan 15 gol sejak Piala Dunia 2006.

Di sisi lain, Lionel Messi telah menorehkan sejarah sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah turnamen dengan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Ia juga menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di putaran final Piala Dunia dan terus menambah warisan prestasinya di level internasional.

F03b

Sementara itu, Kylian Mbappe juga telah menunjukkan produktivitas tinggi sejak usia muda. Penyerang Prancis tersebut tampil impresif pada Piala Dunia 2018 dan 2022, termasuk mencetak hattrick di final edisi 2022, sehingga namanya kerap disebut sebagai kandidat kuat pemecah rekor gol sepanjang masa.

Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta dan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penambahan jumlah tim dan pertandingan diperkirakan menciptakan peluang lebih besar bagi para penyerang untuk mengoleksi gol dibanding format sebelumnya yang hanya diikuti 32 peserta.

baca juga:

  1. Brasil Gagal Raih Kemenangan Setelah Bermain Imbang 1-1 Lawan Maroko, Dublin: Hasil yang Adil
  2. Lulusan Terbaik MIN 1 Baubau LM Uzair Arrezky Lapasha Miliki Segudang Prestasi Matematika

Apabila Lionel Messi kembali tampil bersama Argentina pada turnamen tersebut dan mampu mempertahankan performa terbaiknya, peluang mengejar rekor Klose tetap terbuka. Dukungan moral dari sang pemegang rekor pun menjadi salah satu cerita menarik menjelang perhelatan sepak bola terbesar di dunia itu.

Dalam perspektif sejarah sepak bola internasional, pergantian pemegang rekor merupakan hal yang lazim terjadi. Sebelum Klose, rekor gol Piala Dunia sempat dipegang Gerd Müller dari Jerman Barat dengan 14 gol, kemudian dilampaui Ronaldo Nazario, sebelum akhirnya dipecahkan Klose pada Piala Dunia 2014 di Brasil.(*)

baca berita lainnya:

Man of the Match Jadi Milik Vinicius Setelah Selamatkan Brasil Saat Kontra Maroko

DURASITIMES.COM – Brasil harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York, New Jersey. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya, sementara Vinicius Junior tampil sebagai figur paling menonjol dengan menyumbangkan gol penyeimbang sekaligus menyabet penghargaan Man of the Match. “Man of the Match Jadi Milik Vinicius Setelah Selamatkan Brasil Saat Kontra Maroko,”

Man of the Match Jadi Milik Vinicius Setelah Selamatkan Brasil Saat Kontra Maroko
Man of the Match Jadi Milik Vinicius Setelah Selamatkan Brasil Saat Kontra Maroko

Penampilan Vinicius menjadi pembeda di tengah pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuannya menembus pertahanan lawan membuat Brasil mampu keluar dari tekanan setelah sempat tertinggal lebih dahulu.

“Kami tidak pernah menyerah dan terus mencari cara untuk kembali ke pertandingan,” demikian gambaran semangat yang tercermin dari permainan Brasil sepanjang laga ketika berupaya mengejar ketertinggalan.

Maroko sebenarnya lebih dahulu memimpin melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21. Proses gol diawali umpan terobosan Brahim Diaz yang sukses membelah lini pertahanan Brasil sebelum diselesaikan dengan tenang oleh Saibari di hadapan penjaga gawang Alisson.

Keunggulan tersebut membuat tim asal Afrika Utara semakin percaya diri mengendalikan ritme permainan. Brasil dipaksa meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyama kedudukan.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-32 ketika Bruno Guimaraes mengirim bola kepada Vinicius Junior di sisi kiri kotak penalti. Penyerang berusia 25 tahun tersebut menggiring bola ke area yang lebih terbuka sebelum melepaskan tendangan kaki kanan yang gagal dijangkau Yassine Bounou.

“Gol itu memberi kami momentum untuk bangkit dan mengembalikan keseimbangan pertandingan,” menjadi cerminan pentingnya aksi Vinicius dalam mengubah jalannya laga.

Menjelang turun minum, Brasil hampir membalikkan keadaan melalui tendangan akrobatik Lucas Paqueta. Namun, refleks cepat Bounou membuat peluang emas tersebut gagal berbuah gol sehingga babak pertama ditutup dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan terus saling menekan. Maroko memperoleh beberapa kesempatan berbahaya, tetapi Alisson tampil disiplin dan melakukan dua penyelamatan penting, terutama pada masa tambahan waktu yang menjaga Brasil terhindar dari kekalahan.

Di kubu sebaliknya, Bounou juga menunjukkan kualitas sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dengan menggagalkan peluang Raphinha. Penampilannya memastikan tidak ada gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang.

“Setiap peluang harus dimanfaatkan karena pertandingan ditentukan oleh detail-detail kecil,” menjadi gambaran yang tepat untuk duel sengit kedua tim yang sama-sama menampilkan organisasi permainan solid.

Penghargaan Man of the Match akhirnya diberikan kepada Vinicius Junior berkat kontribusi besarnya sepanjang pertandingan. Selain mencetak gol penyama kedudukan, ia menjadi motor serangan Brasil dan terus merepotkan lini belakang Maroko melalui akselerasi maupun kemampuan menggiring bola.

Laga tersebut juga menghadirkan catatan statistik yang menarik. Untuk pertama kalinya dalam kariernya bersama tim nasional senior Brasil, gol yang dicetak Vinicius tidak berujung kemenangan. Sebelumnya, delapan pertandingan ketika ia mencatatkan nama di papan skor selalu diakhiri dengan kemenangan Selecao.

Secara historis, Brasil merupakan negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara dunia dan telah lama dikenal sebagai kekuatan utama sepak bola internasional. Tradisi melahirkan pemain-pemain kreatif membuat setiap penampilan Selecao selalu menjadi perhatian publik global.

baca juga:

  1. Hasil Lengkap Piala Dunia 2026, Sabtu 13 Juni 2026: Amerika Serikat Menang Besar, Kanada Ditahan Bosnia di Piala Dunia 2026
  2. Bunda PAUD Buton Selatan Ny Siti Norma Adios Ajak Semua Pihak Dukung Tumbuh Kembang Anak, …

 

Di sisi lain, Maroko terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kiprah impresif mereka hingga menembus semifinal Piala Dunia 2022 menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Afrika dan memperkuat reputasi tim berjuluk Atlas Lions sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di level internasional.

Hasil imbang ini membuat Brasil dan Maroko sama-sama mengoleksi satu poin di Grup C. Meski belum berhasil mengamankan kemenangan, performa kedua tim memperlihatkan kualitas tinggi dan mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat untuk melaju lebih jauh pada turnamen Piala Dunia 2026.(*)

Visited 5 times, 5 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *