BOLALIGA INGGRIS

Ferguson Puji PSG Setelah Arsenal Gagal Raih Gelar Ganda di Eropa

DURASITIMES.COM – Arsenal gagal menutup musim 2025/2026 dengan gelar ganda setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti pada final Liga Champions di Stadion Puskas Arena, Budapest, Sabtu (31/5). Kekalahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari kalangan sepak bola, termasuk mantan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang dilaporkan mengirim pesan khusus kepada Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi. “Ferguson Puji PSG Setelah Arsenal Gagal Raih Gelar Ganda di Eropa,”

Ferguson Puji PSG Setelah Arsenal Gagal Raih Gelar Ganda di Eropa
Ferguson Puji PSG Setelah Arsenal Gagal Raih Gelar Ganda di Eropa

Menurut laporan media Prancis L’Equipe, Ferguson menghubungi Al-Khelaifi sesaat setelah pertandingan berakhir. Sementara itu, harian Inggris The Telegraph menyebut isi pesan tersebut berbunyi, “Kalian adalah tim yang bermain sepak bola.” Kalimat itu ditafsirkan sebagai pujian terhadap kualitas permainan PSG sekaligus dianggap sebagian pihak sebagai sindiran halus terhadap pendekatan Arsenal pada laga final.

PSG berhasil mempertahankan mahkota Liga Champions yang mereka raih musim sebelumnya meski sempat tertinggal lebih dahulu. Arsenal membuka keunggulan pada menit keenam melalui Kai Havertz, namun juara Prancis itu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele sebelum akhirnya memastikan kemenangan dalam adu penalti.

Kegagalan Arsenal semakin terasa menyakitkan karena tim asuhan Mikel Arteta datang ke Budapest dengan status juara Liga Inggris. The Gunners baru saja mengakhiri penantian selama 22 tahun untuk merebut kembali gelar liga domestik setelah finis tujuh poin di atas Manchester City. Sejak musim “Invincibles” 2003/2004, Arsenal belum pernah lagi menjadi juara Inggris hingga musim ini.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Arteta mengakui keunggulan lawan dan tidak ragu memberikan pujian kepada PSG. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis Enrique, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia,” ujar Arteta. Ia menambahkan, “Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola dan aksi individu para pemainnya belum pernah saya lihat sebelumnya.”

Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa Arsenal akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas tim. “Kami akan mengambil beberapa keputusan yang sangat penting jika ingin mencapai level yang lebih tinggi,” katanya. Menurut Arteta, ambisi besar harus dibarengi kecepatan dan kecerdasan dalam membangun skuad yang mampu bersaing di semua kompetisi.

Sorotan terhadap Arsenal juga datang dari mantan bek Liverpool, Jamie Carragher. Ia menilai Arsenal masih membutuhkan tambahan pemain di lini depan, terutama penyerang tengah dan sayap kiri. Kritik tersebut muncul setelah Arsenal hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dan menguasai sekitar 25 persen penguasaan bola sepanjang laga final.

baca juga:

  1. PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Setelah Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Tegaskan Pancasila Jawaban atas Tantangan Global

 

Secara historis, kegagalan Arsenal menambah panjang penantian klub London Utara itu untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah mereka. Sebelumnya, Arsenal juga gagal pada final 2006 saat kalah dari Barcelona di Paris. Sebaliknya, keberhasilan PSG mempertahankan gelar mempertegas posisi klub tersebut sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola Eropa dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Al-Khelaifi dan proyek investasi besar yang dijalankan sejak 2011.

Meski gagal di pentas Eropa, Arsenal tetap mendapat sambutan meriah dari para pendukungnya. Ratusan ribu suporter memadati London Utara pada parade juara Liga Inggris yang digelar sehari setelah final. Perayaan yang melintasi kawasan Islington, Highbury, dan Canonbury itu menjadi penutup musim yang tetap bersejarah bagi Arsenal, meski impian menaklukkan Eropa harus kembali tertunda.(*)

baca berita lainnya:

Finis Ketiga dan Lolos Liga Champions, MU Diminta Tetap Membumi, Rooney Nilai MU Belum Siap Rebut Gelar Premier League Musim 2026/2027

DURASITIMES.COM – Legenda Manchester United, Wayne Rooney, meminta para pendukung Setan Merah untuk tetap realistis dalam menatap musim kompetisi 2026/2027. Di tengah meningkatnya optimisme setelah kebangkitan tim di bawah pelatih Michael Carrick, Rooney menilai Manchester United masih membutuhkan waktu untuk kembali menjadi kekuatan dominan di Inggris maupun Eropa. “Finis Ketiga dan Lolos Liga Champions, MU Diminta Tetap Membumi, Rooney Nilai MU Belum Siap Rebut Gelar Premier League Musim 2026/2027,”

Finis Ketiga dan Lolos Liga Champions, MU Diminta Tetap Membumi, Rooney Nilai MU Belum Siap Rebut Gelar Premier League Musim 2026/2027
Finis Ketiga dan Lolos Liga Champions, MU Diminta Tetap Membumi, Rooney Nilai MU Belum Siap Rebut Gelar Premier League Musim 2026/2027

Pernyataan tersebut disampaikan Rooney dalam wawancara dengan talkSPORT setelah Manchester United menutup musim 2025/2026 di posisi ketiga klasemen akhir Premier League. Hasil itu sekaligus memastikan klub kembali tampil di Liga Champions setelah sempat absen dari kompetisi elite Eropa tersebut.

Menurut Rooney, pencapaian Manchester United pada musim lalu sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Namun, ia menilai target paling realistis bagi klub saat ini adalah menjaga konsistensi performa dan melanjutkan proses pembangunan tim yang sedang berjalan.

“Saya pikir beberapa tahun terakhir sangat sulit bagi para penggemar Manchester United untuk menemukan kebahagiaan. Namun sejak Michael datang, harapan dan keyakinan itu kembali muncul,” kata Rooney.

Kebangkitan Manchester United tidak lepas dari peran Michael Carrick yang ditunjuk sebagai pelatih pada Januari 2026. Mantan gelandang The Red Devils tersebut berhasil mengubah performa tim secara drastis dalam waktu singkat.

Selama masa kepemimpinannya, Carrick mencatatkan 39 poin di Premier League. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh klub peserta liga dalam periode yang sama. Catatan impresif itu membuat manajemen klub memberikan kontrak permanen berdurasi dua tahun kepada Carrick.

Selain membawa tim finis di posisi ketiga, Carrick juga berhasil mengembalikan kepercayaan diri para pemain dan memperbaiki atmosfer di lingkungan klub. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting bagi proyek jangka panjang Manchester United.

Rooney turut memberikan apresiasi terhadap aktivitas transfer yang dilakukan manajemen. Ia menilai sebagian besar pemain yang direkrut mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan performa tim sepanjang musim.

“Finis di posisi ketiga merupakan pencapaian yang sangat baik. Saya pikir sebagian besar pemain yang didatangkan juga tampil cukup bagus. Sekarang mereka kembali ke Liga Champions dan semoga bisa merekrut beberapa pemain lagi untuk membantu tim naik ke level berikutnya,” ujarnya.

Meski demikian, Rooney mengingatkan bahwa ekspektasi untuk langsung menjuarai Premier League atau Liga Champions masih terlalu tinggi. Menurutnya, persaingan di level tertinggi  sepak bola saat ini semakin ketat sehingga membutuhkan proses yang berkelanjutan.

“Saya berbicara dengannya pekan lalu. Tentu ekspektasi di Manchester United selalu berusaha memenangkan semua kompetisi yang diikuti. Namun, kita juga harus realistis,” ujar mantan kapten tim nasional Inggris tersebut.

Rooney menegaskan bahwa capaian seperti kembali finis di empat besar Premier League, bersaing memperebutkan trofi domestik seperti Piala FA, serta tampil kompetitif di Liga Champions sudah dapat dianggap sebagai kemajuan nyata bagi klub.

Sepak Bola

“Jika United bisa finis di empat besar lagi musim depan, mungkin memenangkan Piala FA dan tampil baik di Liga Champions, saya rasa itu sudah merupakan bentuk perkembangan yang nyata,” katanya.

Secara historis, Manchester United merupakan klub tersukses dalam sejarah Premier League dengan koleksi 20 gelar Liga Inggris. Namun, gelar liga terakhir mereka diraih pada musim 2012/2013, yang juga menjadi musim terakhir Sir Alex Ferguson sebelum pensiun. Sejak saat itu, United mengalami beberapa kali pergantian pelatih dan belum mampu kembali merebut trofi liga domestik.

Dalam rentang lebih dari satu dekade tersebut, Manchester United sempat ditangani sejumlah pelatih seperti David Moyes, Louis van Gaal, José Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, hingga akhirnya Michael Carrick. Meski sempat meraih trofi domestik dan kompetisi Eropa, klub belum berhasil mengembalikan dominasi yang pernah mereka bangun selama era Ferguson.

baca juga:

  1. Barcelona Intensif Kejar Julian Alvarez dari Atletico Madrid Tawarkan Rp1,8 Triliun
  2. Dinkes dan Laboratorium Kesehatan Baubau Lakukan Pemeriksaan Hepatitis A dan TB …

 

Di tingkat internasional, tantangan yang dihadapi Manchester United juga semakin berat. Klub-klub seperti Manchester City, Liverpool, Arsenal, dan sejumlah raksasa Eropa lainnya terus memperkuat skuad mereka dengan investasi besar serta sistem pembinaan yang semakin modern.

Saat ini Manchester United juga dikabarkan semakin dekat untuk merekrut gelandang Ederson dari Atalanta. Kehadiran pemain baru diharapkan mampu menambah kedalaman skuad dan meningkatkan daya saing tim pada musim mendatang.

Bagi Rooney, keberhasilan terbesar Manchester United saat ini bukan sekadar posisi klasemen, melainkan keberadaan sosok pelatih yang mampu memberikan arah jelas bagi masa depan klub. Musim 2026/2027 pun dipandang sebagai momentum penting untuk mengukur sejauh mana proyek pembangunan yang dipimpin Carrick dapat berkembang.(*)

Visited 8 times, 8 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *