Barcelona Intensif Kejar Julian Alvarez dari Atletico Madrid Tawarkan Rp1,8 Triliun
DURASITIMES.COM- FC Barcelona mulai mempercepat langkah untuk mendatangkan striker tim nasional Argentina, Julián Álvarez, dari Atlético Madrid pada bursa transfer musim panas 2026. Klub asal Catalan itu dikabarkan telah menyiapkan proposal awal senilai 90 juta euro atau sekitar Rp1,86 triliun demi mengamankan jasa penyerang berusia 26 tahun tersebut. “Barcelona Intensif Kejar Julian Alvarez dari Atletico Madrid Tawarkan Rp1,8 Triliun,”

Langkah agresif Barcelona dilakukan setelah pelatih anyar Hansi Flick meminta manajemen memperkuat lini depan untuk proyek jangka panjang klub. Alvarez dinilai cocok menjadi pusat permainan baru Blaugrana dalam beberapa musim ke depan.
Media Spanyol melaporkan Direktur Olahraga Barcelona, Deco, menggelar pertemuan tertutup dengan agen Alvarez, Fernando Hidalgo, pada Rabu sore waktu setempat di sebuah hotel di Madrid. Pertemuan itu berlangsung lebih dari empat jam dan disebut membahas skema transfer serta kontrak jangka panjang pemain.
“Barcelona sangat serius terhadap proyek ini. Mereka ingin Alvarez menjadi bagian penting dari masa depan klub,” ujar salah satu sumber internal yang mengetahui proses negosiasi tersebut.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, bahkan dilaporkan ikut mendatangi lokasi pertemuan setelah sang agen meninggalkan hotel. Kehadiran Laporta dianggap sebagai sinyal kuat bahwa transfer Alvarez kini menjadi prioritas utama klub.
Meski demikian, Barcelona dipastikan menghadapi jalan terjal. Atletico Madrid diyakini tidak akan melepas salah satu pemain kuncinya dengan mudah. Selain itu, Paris Saint-Germain dan Arsenal FC juga disebut terus memantau perkembangan situasi sang pemain.
“Persaingan mendapatkan Alvarez tidak hanya soal uang, tetapi juga proyek olahraga yang ditawarkan klub,” kata sumber lain yang dekat dengan proses negosiasi.
Barcelona disebut memiliki keuntungan tersendiri karena Alvarez dikabarkan tertarik bermain di Camp Nou. Dalam beberapa pekan terakhir, sang pemain disebut telah memberi sinyal positif kepada manajemen Blaugrana mengenai kemungkinan bergabung pada musim depan.
Ketertarikan Barcelona terhadap Alvarez bukan tanpa alasan. Sejak tampil gemilang bersama tim nasional Argentina pada FIFA World Cup Qatar 2022, nilai pasar Alvarez terus meningkat. Ia turut membawa Argentina menjuarai Piala Dunia dan kemudian menjadi salah satu striker paling konsisten di kompetisi Eropa.
baca juga:
- Raphinha Kembali, Barcelona Siapkan Strategi Baru Lawan Girona
- Harmoni Sultra 2026 Resmi Dibuka Gubernur ASR, Momentum Bangkitkan Ekonomi Daerah
Secara historis, Barcelona memang kerap mendatangkan penyerang elite Amerika Selatan untuk menjadi ikon klub. Nama-nama seperti Lionel Messi, Luis Suárez, hingga Neymar pernah menjadi bagian penting kejayaan Blaugrana di level domestik maupun Eropa.
Dalam sejarah transfer internasional, Barcelona juga dikenal berani memecahkan rekor demi mendapatkan pemain incaran. Klub tersebut pernah mendatangkan Ousmane Dembélé dan Philippe Coutinho dengan nilai transfer fantastis setelah kepergian Neymar ke PSG pada 2017.
“Kami tahu situasi finansial klub tidak mudah, tetapi Barcelona tetap akan berusaha maksimal sampai bursa transfer ditutup,” ujar sumber dari internal klub.
Jika transfer ini terealisasi, Alvarez diproyeksikan menjadi salah satu wajah baru proyek jangka panjang Barcelona di bawah Hansi Flick. Namun apabila negosiasi gagal mencapai kesepakatan, faktor finansial diyakini menjadi hambatan terbesar dalam proses kepindahan tersebut.(*)
baca berita lainnya:
Barcelona Gagal Pertahankan Keunggulan, Girona Menang 2-1 Dramatis
GIRONA mengalahkan Barcelona 2-1 pada pekan ke-24 La Liga 2025/2026 di Estadi Montilivi, Selasa (17/2) dini hari WIB, membuat Blaugrana kehilangan posisi puncak klasemen. “Barcelona Gagal Pertahankan Keunggulan, Girona Menang 2-1 Dramatis,”
Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal itu berakhir dramatis setelah Girona mencetak gol penentu jelang laga usai. Barcelona yang sempat unggul lebih dulu tidak mampu mempertahankan momentum dan gagal kembali ke puncak klasemen yang kini dihuni Real Madrid.
Girona tampil disiplin sepanjang laga. Meski tertekan pada babak pertama, tuan rumah mampu memanfaatkan peluang yang datang pada momen-momen krusial. Pelatih Michel menyebut timnya menang karena keberanian mengambil risiko. “Kami bermain dengan keyakinan penuh. Saat kesempatan datang, para pemain tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Barcelona, yang datang dengan misi mempertahankan posisi teratas, langsung menekan sejak kickoff. Pelatih Hansi Flick menginstruksikan serangan cepat melalui sektor sayap. Lamine Yamal, Raphinha, dan Ferran Torres silih berganti mengancam pertahanan Girona yang dijaga kiper Paulo Gazzaniga.
Pada babak pertama, Barcelona mencatatkan expected goals mencapai 2,04. Tekanan itu hampir berbuah gol ketika sepakan Raphinha membentur tiang gawang. Namun Girona membalas dengan efektivitas serangan balik yang menghasilkan 0,97 xG, termasuk dua peluang Viktor Tsygankov dan Vladyslav Vanat yang memaksa Joan Garcia melakukan penyelamatan penting.
Drama muncul pada masa injury time babak pertama ketika Barcelona mendapat hadiah penalti. Namun eksekusi Lamine Yamal digagalkan Paulo Gazzaniga sehingga skor tetap 0-0. “Saya bertanggung jawab atas kegagalan itu,” ujar Yamal usai laga, menegaskan dirinya tidak terbebani meski gagal membuka skor lebih cepat.
Memasuki babak kedua, pertandingan kembali berlangsung dalam tempo agresif. Barcelona memecah kebuntuan lewat gol Pau Cubarsí pada menit ke-59 setelah menerima umpan silang akurat dari Jules Koundé. Gol tersebut sempat mengangkat semangat Blaugrana yang berupaya menjaga jarak dari kejaran Real Madrid.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Dalam serangan cepat dari situasi restart, Vladyslav Vanat menusuk dari sisi kiri dan melepaskan umpan matang yang diselesaikan Thomas Lemar menjadi gol penyeimbang. Hanya dalam hitungan detik, kedudukan kembali imbang 1-1.
Pertandingan berjalan semakin terbuka setelah gol tersebut. Kedua tim saling balas serangan, tetapi Girona yang akhirnya menemukan gol kemenangan pada menit ke-86 lewat sepakan Fran Beltrán usai menerima umpan Joel Roca. Gelandang itu menembakkan bola ke pojok gawang tanpa bisa dihentikan Joan Garcia.
Kekalahan ini membuat Barcelona tertahan di posisi kedua klasemen sementara La Liga dengan 58 poin, terpaut dua angka dari Real Madrid yang kini mengambil alih puncak. Girona sendiri naik ke posisi ke-12 dengan koleksi 29 poin.
Secara historis, laga Girona vs Barcelona beberapa tahun terakhir kerap menghadirkan kejutan. Girona sempat mencuri poin dari Barcelona pada musim 2023/2024 dan menorehkan kemenangan bersejarah pada pertemuan awal musim 2024/2025. Di level global, kejutan serupa juga pernah terjadi saat klub-klub kecil menumbangkan raksasa, seperti kekalahan mengejutkan Real Madrid dari Sheriff Tiraspol pada Liga Champions 2021, atau ketika Leicester City menumbangkan tim-tim elite dalam perjalanan juara Premier League 2016.
baca juga:
- Atletico Madrid Mengamuk 4-0 Atas Barca, Simeone Pamer Selebrasi Tajam dan Angkat Tiga Jari ke Lamine Yamal
- Bupati Buton Utara Afirudin Mathara Tutup Persami KKRI, Soroti Pentingnya Moral Pemuda
Pelatih Hansi Flick menyebut kekalahan ini harus dijadikan pelajaran. “Kami menciptakan banyak peluang, tetapi sepak bola selalu menghukum tim yang tidak efisien. Kami harus lebih tajam,” ucapnya.
Pertandingan yang berjalan penuh tensi ini menegaskan ketatnya persaingan La Liga musim ini. Barcelona harus mengelola tekanan dengan lebih baik jika ingin kembali ke puncak, sementara Girona menegaskan kapasitas mereka sebagai tim yang mampu mengganggu klub-klub besar.
Daftar Susunan Pemain
Girona (4-5-1)
Pelatih: Michel
Paulo Gazzaniga; Hugo Rincon, Vitor Reis, Daley Blind, Arnau Martinez; Viktor Tsygankov, Thomas Lemar, Axel Witsel, Ivan Martin, Bryan Gil; Vladyslav Vanat.
Barcelona (4-3-3)
Pelatih: Hansi Flick
Joan Garcia; Jules Kounde, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Gerard Martin; Fermin Lopez, Frenkie de Jong, Dani Olmo; Lamine Yamal, Ferran Torres, Raphinha.

