KESEHATANKOTA BAUBAUSULTRA

40 Calon Relawan MBG di Wilayah Pulau Makasar Wajib Periksa Hepatitis A dan TB yang Dilakukan Dinkes dan Laboratorium Kesehatan Baubau

BAUBAU, DURASITIMES.COM – UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Baubau bersama Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau relawan MBG yang berada di wilayah Kelurahan Liwuto, Pulau Makassar. “40 Calon Relawan MBG di Wilayah Pulau Makasar Wajib Periksa Hepatitis A dan TB yang Dilakukan Dinkes dan Laboratorium Kesehatan Baubau,”

Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau Asriani Lanto AMK
Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau Asriani Lanto AMK

Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau, Asriani Lanto, AMK., menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan salah satu syarat utama bagi relawan sebelum terlibat langsung dalam pelayanan makanan.

“Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes TST atau tes mantoux untuk mendeteksi TB serta pemeriksaan hepatitis A melalui sampel darah,” ujar Asriani pada media Baubau Post, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan hepatitis A menjadi perhatian khusus karena penyakit tersebut dapat menular melalui makanan, sehingga sangat penting bagi relawan yang berhubungan langsung dengan pengolahan dan distribusi makanan.

“Tujuan pemeriksaan hepatitis A ini sebagai langkah pencegahan, karena relawan MBG bersentuhan langsung dengan makanan,” katanya.

Sebanyak 40 relawan mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, seluruh peserta dinyatakan negatif hepatitis A dan memenuhi syarat untuk menjadi relawan MBG.

“Alhamdulillah hasil pemeriksaan hepatitis A semuanya negatif, jadi memenuhi syarat untuk menjadi relawan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk hasil pemeriksaan TST atau tes mantoux, pembacaan dilakukan Dua hari setelah pemeriksaan dan berada di bawah penanganan Puskesmas bersama Dinas Kesehatan.

2 12

Asriani menambahkan, pemeriksaan kesehatan bagi relawan MBG dilakukan secara berkala setiap enam bulan selama program berjalan.

“Dalam satu tahun dilakukan dua kali pemeriksaan atau setiap enam bulan, baik tes TB maupun hepatitis A,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pemeriksaan relawan lebih difokuskan pada hepatitis B. Namun, seiring meningkatnya perhatian terhadap keamanan makanan, kini pemeriksaan hepatitis A diwajibkan bagi seluruh relawan MBG.

“Karena mereka berhubungan langsung dengan makanan, maka pemeriksaan hepatitis A diwajibkan,” katanya.

baca juga:

  1. Ketua TP Posyandu 6 SPM Buton Selatan Tinjau Layanan Terpadu di Sejumlah Desa
  2. Ketua TP PKK Baubau Hj Sitti Aryati Yusran Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak Demi Perlindungan

Menurutnya, pernah ditemukan satu kasus relawan yang terdeteksi positif hepatitis A. Relawan tersebut langsung dirumahkan sementara dan menjalani terapi pengobatan selama enam bulan.

“Kalau setelah pengobatan hasilnya sudah negatif, maka bisa kembali bekerja tergantung kebijakan SPPG,” jelasnya.

Asriani juga menyebutkan bahwa pemeriksaan hepatitis A di Kota Baubau saat ini hanya dapat dilakukan di Labkesda Kota Baubau karena fasilitas pemeriksaannya belum tersedia di tempat lain.

“Kalau hepatitis A, pemeriksaannya hanya ada di Labkesda, ” tutupnya.(*)

baca berita lainnya:

Fasilitas Lengkap, Laboratorium Kesehatan Baubau Layani Pemeriksaan Klinik hingga Lingkungan untuk Wilayah Kepulauan Buton

BAUBAU, DURASITIMES.COM– UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Baubau terus memperluas layanan kesehatan laboratorium bagi masyarakat, tidak hanya untuk warga Kota Baubau tetapi juga wilayah kabupaten lain di kawasan Kepulauan Buton. Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau Asriani Lanto AMK menjelaskan bahwa secara umum pelayanan di Labkesda terbagi dalam dua bidang utama, yakni laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat (Kesmas). “Fasilitas Lengkap, Laboratorium Kesehatan Baubau Layani Pemeriksaan Klinik hingga Lingkungan untuk Wilayah Kepulauan Buton,”

Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau Asriani Lanto AMK
Kepala UPTD Labkesda Kota Baubau Asriani Lanto AMK

“Kalau pelayanan umum di Labkesda itu terbagi dua, yaitu laboratorium klinik dan laboratorium Kesmas atau laboratorium lingkungan,” ujar Asriani, Selasa(26/5/2026).

Ia menjelaskan, laboratorium klinik telah berjalan sejak 2020 dan melayani berbagai pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat umum.

“Laboratorium klinik itu melayani pemeriksaan darah kimia, seperti kolesterol, darah lengkap, ureum kreatinin, asam urat, gangguan fungsi hati, dan berbagai pemeriksaan lainnya,” katanya.

Menurutnya, pelayanan tersebut dimanfaatkan tidak hanya oleh masyarakat Kota Baubau, tetapi juga pasien rujukan dari sejumlah daerah di sekitar Kepulauan Buton seperti Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Wakatobi, hingga wilayah lain yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

“Kalau ada pemeriksaan yang sifatnya urgent, terutama gangguan fungsi ginjal atau pemeriksaan tertentu yang belum tersedia di daerah lain, biasanya sampelnya dibawa ke sini,” jelasnya.

Asriani menambahkan, Labkesda juga sering menjadi rujukan bagi rumah sakit maupun puskesmas ketika terjadi kendala keterbatasan reagen laboratorium.

“Kadang rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain terkendala reagen yang habis, jadi mereka merujuk pemeriksaan ke sini. Istilahnya saling membantu,” ujarnya.

Selain pemeriksaan umum, Labkesda Baubau juga melayani pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV, Tuberkulosis (TB), hingga pemeriksaan Narkoba.

“Pemeriksaan IMS, HIV, TB, sampai Narkoba juga tersedia di sini,” katanya.

1 11

Untuk pemeriksaan Narkoba, Labkesda menggunakan alat dengan enam parameter pemeriksaan yang dinilai lebih lengkap dibanding pemeriksaan standar.

“Kalau pemeriksaan Narkoba di sini menggunakan enam parameter, tergantung juga kebutuhan atau permintaan instansi yang mengajukan pemeriksaan Narkoba,” jelas Asriani.

Ia menyebutkan, pemeriksaan Narkoba di Kota Baubau juga dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), namun Labkesda memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap.

Sementara itu, sejak pertengahan 2025, Labkesda Baubau mulai mengembangkan layanan laboratorium kesehatan masyarakat (Kesmas) atau laboratorium lingkungan. “Laboratorium Kesmas ini melayani pemeriksaan sampel air dan sampel makanan,” ungkapnya.

baca juga:

  1. Ketua TP PKK Baubau Hj Sitti Aryati Yusran Serukan Perangi Zero-Dose Melalui Imunisasi Demi Generasi Emas 2045
  2. Pemkot Baubau Dorong Posyandu Responsif dan Mandiri Lewat Bimtek SPM

 

Menurut Asriani, layanan tersebut sangat penting terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum dapur MBG beroperasi, sampel makanan dan air minum wajib diperiksa terlebih dahulu.

“Sebelum MBG beroperasi, sampel makanan dan air minumnya wajib diperiksa. Pemeriksaannya di Labkesda, sementara rekomendasinya dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Ia menegaskan, kehadiran laboratorium lingkungan menjadi bagian penting dalam pengawasan kualitas pangan dan kesehatan masyarakat di Kota Baubau serta wilayah sekitarnya.(*)

Visited 14 times, 14 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *